Dark/Light Mode

Dukung Festival Tahunan Puisi Esai, Denny JA Hibahkan Dana Abadi

Rabu, 20 November 2024 19:25 WIB
Denny JA. (Foto: Ist)
Denny JA. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Denny JA, tokoh terkemuka dalam dunia sastra, mengumumkan hibah dana abadi untuk mendukung keberlanjutan Festival Tahunan Puisi Esai, yang diperkirakan akan berlangsung selama 50 tahun ke depan.

Keputusan ini dilatarbelakangi oleh keyakinannya bahwa seni, khususnya sastra, memerlukan dukungan berkelanjutan agar dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Seni bukan hanya cermin realitas, tetapi juga cahaya yang mengubahnya,” kata Denny JA, mengutip sebuah filosofi yang menjadi dasar keyakinannya dalam menghidupkan festival tersebut. 

Baca juga : Dugaan Korupsi Dana Hibah, KPK Akan Panggil Ulang Anggota DPR Anwar Sadad

Dana abadi yang disediakan oleh Denny JA Foundation berasal dari saham perusahaan miliknya, yang akan mengalirkan dana setiap tahunnya untuk mendukung festival ini.

Menurut Denny, sastra merupakan sebuah paradoks. Di satu sisi, penelitian menunjukkan bahwa membaca sastra dapat meningkatkan empati dan kesadaran sosial. 

Namun di sisi lain, komunitas sastra sulit bertahan hanya dengan mengandalkan mekanisme pasar. Oleh karena itu, seni dan sastra membutuhkan subsidi, serta tangan dermawan yang siap menjaga keberlanjutannya.

Baca juga : Dukung Kenyamanan Penumpang, Blue Bird Luncurkan Well Nest Ride

Denny mengungkapkan, ia terinspirasi oleh tokoh-tokoh sejarah yang telah menanamkan visi besar dalam dunia seni, seperti Andrew Carnegie yang mendirikan ribuan perpustakaan untuk mencerdaskan masyarakat, serta Alfred Nobel yang mendirikan penghargaan sastra melalui dana abadi. Ia juga mengungkapkan penghargaan terhadap Ruth Lilly yang melalui The Poetry Foundation, menyelamatkan puisi dari pinggiran dunia modern dengan dana besar.

Festival Puisi Esai, menurut Denny, adalah ruang penting untuk menyampaikan isu-isu sosial melalui genre sastra yang unik. Puisi esai tidak hanya menyampaikan kisah nyata dalam bentuk puisi, tetapi juga menyertakan catatan kaki yang menjadikannya dokumen sosial. Isu-isu seperti hak asasi manusia, ketidakadilan, dan marginalisasi menjadi tema yang sering diangkat dalam festival ini.

Selain menjadi ruang bagi penulis untuk berbagi pengalaman, Festival Puisi Esai Jakarta juga berfungsi sebagai sarana edukasi publik. Melalui keindahan puisi, isu-isu sosial yang kompleks dapat lebih mudah dipahami dan menggerakkan masyarakat untuk bertindak.

Baca juga : Dukung Pemberdayaan Disabilitas, Pj Teguh Resmikan Cafe Difabis Di Balaikota

Dengan dana abadi yang kini didedikasikan untuk festival ini, Denny berharap Festival Puisi Esai akan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi generasi mendatang. “Dana abadi untuk Festival Puisi Esai bukan hanya soal menjaga tradisi, tetapi juga memastikan bahwa kisah-kisah tentang keadilan, keberanian, dan kemanusiaan terus hidup di masa depan,” tutup Denny.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.