Dark/Light Mode

Generasi Muda Bicara Realitas Sosial Melalui Puisi Esai

Kamis, 19 Desember 2024 09:01 WIB
Denny JA. (Foto: Ist)
Denny JA. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 181 anak muda dari berbagai provinsi di Indonesia memberikan kesaksian tentang realitas sosial di sekitar mereka melalui karya puisi esai.

Para penulis muda ini, sebagian besar berusia di bawah 20 tahun, merupakan peserta program Adik Asuh Puisi Esai. Hasil karya mereka telah dibukukan dalam 18 judul buku yang diluncurkan pada Festival Puisi Esai Jakarta ke-2 di Taman Ismail Marzuki, 13–14 Desember 2024.

“Kami mengundang mereka menulis puisi esai sebagai bentuk kesaksian terhadap realitas sosial yang menggelisahkan bagi generasi baru,” ujar penggagas puisi esai, Denny JA, saat peluncuran buku tersebut.

Baca juga : Memperbincangkan Angkatan Puisi Esai

Tema puisi esai yang dihasilkan sangat beragam, mencerminkan keragaman masalah di daerah asal para penulisnya. Ada yang menulis tentang isu lokal seperti kondisi sekolah beratap jerami yang dikontraskan dengan janji program makan siang gratis, pembegalan truk di jalan tol, hingga tragedi seorang perempuan muda yang tewas karena dihantam kloset.

Beberapa peserta juga mengangkat tema ikonik daerahnya, seperti Jembatan Merah di Papua dalam puisi esai berjudul Air Mata Kekasihku Jatuh di Pantai Holtekamp. Dari Aceh, tema sejarah seperti Gerakan Aceh Merdeka dan tsunami juga menjadi pilihan. Sementara itu, isu-isu nasional yang viral seperti kasus pembunuhan dan tragedi besar lainnya turut diolah menjadi karya yang menggugah.

Para peserta menulis di bawah bimbingan kakak asuh yang telah berpengalaman dalam menulis puisi esai. Kakak asuh harus melalui proses seleksi ketat oleh Denny JA dan diwajibkan menyusun puisi esai mini terbaru sebagai contoh. Dengan pendampingan ini, para adik asuh berhasil menghasilkan karya yang unik dan mengangkat sudut pandang khas generasi baru.

Baca juga : Cetak Generasi Berkarakter, Yayasan Al-Nur Gelar Pekan Potensi Pelajar

“Saya senang membaca puisi esai mereka. Para penulis muda ini mampu menghadirkan perspektif yang segar dan berbeda,” kata Denny.

Festival Puisi Esai Jakarta ke-2 mengusung tema besar “Kesaksian Generasi Baru”. Acara ini dihadiri oleh peserta dari Aceh hingga Papua, termasuk 11 Gen Z yang dinobatkan sebagai Duta Puisi Esai untuk daerah asal mereka masing-masing.

Selain peluncuran buku, festival ini juga menyelenggarakan diskusi berbagai tema, pemutaran film puisi esai, pembacaan puisi esai, serta penyerahan Puisi Esai Award.

Baca juga : Inovasi, Cara Kilang Pertamina Internasional Jaga Keberlangsungan Bisnis

Denny menegaskan bahwa karya-karya ini merupakan cerminan suara generasi muda yang tidak hanya menyaksikan, tetapi juga terlibat dalam mengangkat realitas sosial melalui seni. “Puisi esai mereka adalah dokumentasi penting tentang kondisi Indonesia yang dilihat dari mata generasi baru,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.