Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Catatan Kinerja 100 Hari Menkop
Mengembalikan Marwah Koperasi Di Tangan Budi Arie Setiadi
Minggu, 9 Februari 2025 14:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintahan Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming membentuk Kementerian Koperasi (Kemenkop) yang awalnya Menteri Koperasi dan UKM.
Gagasan Prabowo-Gibran dengan membentuk Kemenkop tentunya tidak lepas dari keinginan mengembalikan marwah gerakan koperasi sebagai soko guru ekonomi bangsa dan fundamentalism ekonomi bangsa.
Penunjukan Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Koperasi (Menkop) menaruh harapan besar rakyat indonesia khususnya gerakan koperasi. Agar kementerian koperasi dapat menjadi lokomotif dalam menggerakkan kembali koperasi di Indoneia yang konstitusional sesuai Pasal 33 UUD 1945.
Menkop Budi Arie merumuskan beberapa program strategis dalam rangka menyelesaikan problematika koperasi di Indonesia dan mengembalikan marwah koperasi Indonesia. Termasuk dalam mendukung Program Asta Cita Prabowo-Gibran serta pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Beberapa program strategis antara lain Digitalisasi Koperasi, Rebranding dan Revitalisasi Koperasi serta penguatan tata kelola dan SDM Koperasi.
Baca juga : Menteri Supratman Beberin Kinerja 100 Hari Kemenkum, Dari Regulasi-Ekstradisi
Instrumen ini dalam rangka memperbaiki ekosisistem koperasi. Sehingga masyarakat tertarik untuk menjadi anggota koperasi. Sebab, saat ini ratio masyarakat Indonesia yang menjadi anggota koperasi sangat kecil.
Data menunjukkan, hanya sekitar 27 juta masyarakat Indonesia yang menjadi anggota koperasi.sangat berbeda dengan Amerika Serikat, yang 125 juta masyarakatnya berkoperasi padahal negaranya menganut individualisme.
Langkah berikutnya, mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi akibat salah kelola oleh oknum. Karena di negara negara yang koperasinya maju seperti di Jerman dan Denmark, koperasi dikelola secara profesional hingga menjadi lokomotif ekonomi negaranya.
Program revitalisasi koperasi yang konprehensif, menjadi program yang sangat baik dengan konsep merevitalisasi koperasi-koperasi bermasalah di Indonesia dengan konsep hulu sampai hilir. Sehingga koperasi bisa kembali berkontribusi untuk kesejahteraan anggota dan bangsa ini.
Dalam rangka penguatan SDM koperasi, pendekatan program sarjana penggerak koperasi sangat baik dengan memaksimalkan output perguruan tinggi yang berkompeten dalam rangka berpartisipasi dalam tata kelola SDM.
Baca juga : Misi Persebaya Sapu Bersih Di Laga Februari
Selain itu, rencana menjadikan kampus-kampus yang berlatar belakang koperasi menjadi BLU Kemenkop, adalah terobosan yang sangat baik untuk fokus dalam penguatan SDM koperasi melalu perguruan tinggi koperasi atau Kemenkop.
Penguatan koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), menjadi salah satu instrumen penting dalam pengembangan koperasi untuk menjawab problematika klasik yaitu modal.
Diketahui, LPDB Kementerian Koperasi saat ini sebesar Rp 16,8 triliun. Dengan dana tersebut diharapkan dapat menggerakkan badan usaha koperasi dengan pola tepat sasaran untuk meminimalisir risiko.
Kemudian gagasan Kemenkop tentang Bank Koperasi Digital, sebagai pengganti Fungsi Bank Bukopin yang dahulu milik gerakan koperasi yang saat ini telah di Akuisisi Kookmin Bank, raksasa Bank asal Korea, Bank Digital Koperasi ini nantinya akan menjadi intermediasi Bank Koperasi dan Anggota Koperasi.
Di negara Maju, Bank Koperasi telah menjadi kekuatan keuangan negara dan agen pembangunan. Saat ini di Jerman, sektor keuanganya secara keseluruhan 74 persen ditopang oleh koperasi simpan pinjam (Bank Koperasi )dan bank tabungan yang mengadopsi prinsip koperasi.
Baca juga : Terima Audiensi Dekopin, Menkop BerKomitmen Majukan Koperasi Di Indonesia
Di Prancis, Koperasi Bank Populaire jadi Bank Of the Year. Demikian juga Desjardins Credit Union di Canada. Di Amerika Serikat bahkan Credit Union memiliki tingkat risiko 5 kali lebih baik ketimbang bank umum.
Ketika krisis ekonomi tahun 2008 misalnya, mereka justru melancarkan double lending yang mengakselerasi ekonomi rakyat ketika bank umum menjadi penuh kehati hatian (over prudent).
Program-program strategis tersebut sangat brilian dalam rangka mengembalikan khittah koperasi menjadi soko guru ekonomi bangsa, implementasi asta cita Prabowo, dan menjadikan koperasi sebagai lokomotif pembangunan ekonomi nasional.
Selamat bekerja Pak Menteri Koperasi. Bangkit Indonesia Emas.
Penulis adalah Dr. Asrip Putera, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Haluoleo Kendari, sekaligus Sekretaris Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syari'ah Pegawai Negeri (KSPPS) Universitas Haluoleo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya