Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
NLR Indonesia Luncurkan Project Zero Leprosy, Targetkan RI Bebas Kusta
Minggu, 2 Maret 2025 00:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - NLR Indonesia meluncurkan Project Zero Leprosy, sebuah inisiatif strategis berbasis kolaborasi, edukasi, dan pemberdayaan komunitas. Program ini bertujuan mengurangi jumlah kasus kusta di Indonesia serta memberikan dukungan kepada orang yang pernah menderita penyakit kusta (OYMPK).
Direktur Eksekutif NLR Indonesia, Agus Wijayanto menegaskan komitmen lembaganya untuk mencapai target Indonesia Bebas Kusta atau Zero Leprosy pada 2045.
"Target ini memang harus dilakukan secara kolaboratif. Diharapkan tercapai sesuai target," jelas Agus.
Selain itu, dalam upaya edukasi, NLR Indonesia juga memperkenalkan Buku Kusta, yang diharapkan menjadi sumber informasi komprehensif mengenai penyakit kusta dan tantangan sosial yang dihadapi oleh OYPMK.
Baca juga : Tahun Ini Pemprov DKI Targetkan Sterilisasi 2 Ribu Kucing
Buku ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih mendalam kepada masyarakat serta pemangku kepentingan dalam menghilangkan stigma dan diskriminasi.
Pasalnya, saat ini, Indonesia menempati peringkat ketiga dengan jumlah kasus kusta tertinggi di dunia. Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesadaran publik akan penyakit kusta.
“Eliminasi penyakit ini terkendala stigma sosial, diskriminasi, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Selain itu, akses yang terbatas terhadap layanan kesehatan semakin memperburuk situasi ini, sehingga penghapusan kusta menjadi tantangan yang kompleks," jelas Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan Ina Agustina Isturini.
Menurut Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sekaligus Dewan Pembina NLR Indonesia, Sri Linuwih Menaldi, penyakit ini bisa diobati. Bahkan, bisa mendapatkan perawatan dan pengobatan gratis dari puskesmas.
Baca juga : Advan Luncurkan 8 Produk Terbaru, Mulai Laptop, Earbud Hingga Smartwatch
"Masalahnya, terkadang penyakit ini dikenal muncul dengan seribu rupa, di mana tanda-tandanya mirip dengan penyakit lain," ujarnya.
Terkait dengan mitos bahwa penyakit ini tidak bisa disembuhkan dan turun temurun, Sri Linuwih menegaskan bahwa anggapan tersebut salah dan hanya mitos.
Lebih lanjut, Sri menjelaskan, apabila seseorang merasakan gejala yang umum seperti bercak dan mati rasa, agar segera mendapatkan pengobatan. Sehingga, tidak terjadi komplikasi penyakit yang bisa menyebabkan kelumpuhan pada tangan, kaki, dan mata.
Adapun gejala kusta antara lain bercak putih atau kemerahan yang mati rasa, benjolan dengan ukuran kecil dan besar di kulit wajah atau tubuh lainnya seperti lengan dan tungkai yang sewarna dengan warna kulit.
Baca juga : Hyundai Venue Resmi Meluncur Di IIMS 2025, Harganya Rp 340 Juta
Kemudian, saraf tepi seperti di bagian leher atau tungkai akan menonjol dan teraba dan mati rasa di sekitarnya, serta ditemukannya bakteri tahan asam (BTA) pada saat biopsi atau pengambilan jaringan kulit.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya