Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Di Depan Ka'bah, Menag Beri Pesan Petugas Haji Jaga Niat sebagai Pelayan Jemaah
Selasa, 29 April 2025 15:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berpesan kepada para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk terus menjaga niat sebagai pelayanan para tamu Allah SWT di Tanah Suci. Menag mengatakan, semakin bagus PPIH memberikan pelayanan kepada jemaah haji, maka Allah SWT juga akan memberikan apresiasi terhadap para petugas haji.
"Kita membantu tamu-tamu Allah SWT. Maka itu, kita perbaiki niatnya. Jangan ada niat-niat yang tidak baik. Tuluslah mendampingi mereka," ujar Menag, di sela melakukan ibadah Umrah, di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Selasa (29/4/2025).
Menag meminta semua petugas menjaga kekompakan. Dia menyebutkan, ketika ada sinergi, pasti ada energi.
Baca juga : Pesan Menag ke Petugas Haji: Beri Kesan Pertama yang Baik ke Jemaah
"Albarakatu fil jama’ah. Jadi yang dimaksud sinergi itu lahir batin. Bukan hanya di mulut, tapi juga di dalam hati. Jadilah pemaaf," tambahnya.
Menag juga menasehati, kekurangan para petugas haji pasti banyak. Kata dia, petugas haji jangan berpikir dirinya aktif bertugas namun ada temannnya santai.
"Itu justru hadiah dari Tuhan. Kita diberikan kesempatan lebih aktif daripada teman-teman tanpa pamrih itu hadiah dari Tuhan," lanjut Menag.
Baca juga : Kemenag: Petugas Haji Harus Kompak dan Zero Kesalahan
Selain itu, Menag juga meminta petugas haji untuk menjaga kedisiplinan. Dia menegaskan, kedisiplinan itu bagian dari ibadah.
"Mohon betul betul jangan sampai kita melalaikan tugas kita. Jangan sampai hanya aktif di awal-awal, tapi setelah ke belakang (tidak aktif)," tegasnya.
Dia menerangkan, istiqamah berarti tidak pernah lelah dari awal sampai akhir. Karenanya, PPIH jangan hanya aktif di keadaan tertentu tapi tidak aktif pada keadaan yang lain.
Baca juga : Apresiasi Pelantikan Pengurus VIA, Bamsoet Ajak Jaga 4 Pilar Kebangsaan
Selanjutnya Menag meminta petugas haji untuk tidak menjelek-jelekkan temen sendiri, jemaah, dan yang lainnya. Menurut dia, kalau petugas mendapat kritik dari jemaah, telan saja dalam hati. Tidak usah dibawa perasaan apalagi membalas menjelekkan.
"Alhamdulillah kalau kritikannya benar, mohon ampunlah. Berarti kita yang salah. Tapi kalau spontanitas dan keliru menilai, ampuni dia. Jadi tidak ada dendam, tidak ada kekecewaaan yang bermalam," tambahnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya