Dark/Light Mode

Kabar dari Tanah Suci

Sektor Bir Ali Siapkan Skema Singgah untuk Hindari Kepadatan dan Jemaah Nyasar

Sabtu, 10 Mei 2025 14:41 WIB
Kepala Sektor Bir Ali Daerah Kerja Madinah Muhammad (Foto: MCH 2025)
Kepala Sektor Bir Ali Daerah Kerja Madinah Muhammad (Foto: MCH 2025)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mulai hari ini, Sabtu (10/5/2025), jemaah haji mulai bergeser dari Madinah ke Makkah. Dalam pergeseran ini, jemaah melaksanakan satu rangkaian penting dalam ibadah haji, yaitu mengambil miqat untuk umrah wajid di Masjid Bir Ali, Madinah. 

Proses ini harus dilakukan dengan tertib, cepat, dan sesuai syariat. Sebab, waktu singgah di Bir Ali sangat terbatas, terutama ketika rombongan jemaah dalam jumlah besar.

Kepala Sektor Bir Ali Daerah Kerja Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Muhammad menyatakan, pihaknya telah menyiapkan skema singgah efisien agar seluruh jemaah dapat melaksanakan miqat dengan tertib dan tepat waktu. Mengingat waktu persinggahan singkat, yang hanya berkisar antara 15 hingga 30 menit.

Sektor Bir Ali menekankan dibutuhkannya koordinasi yang matang di lapangan. "Kemarin kita sudah koordinasi dengan teman-teman di sektor, agar Ketua Kloter, Ketua Regu dan Katua Rombongan, mengingatkan para jemaahnya, sudah berikhram dari hotel, dan sudah berwudu," kata Muhammad.

Baca juga : 205 Hotel Telah Disiapkan di Makkah untuk Sambut Jemaah Haji Indonesia

Teknisnya, jemaah cukup turun dari bus untuk melaksanakan salat sunnah dua rakaat di masjid, lalu kembali ke kendaraan dan melafalkan niat ihram. "Mereka hanya melaksanakan salat sunnah dua rakaat, kemudian kembali ke bis dan bisa niat ihram di sini," ujarnya.

Skema ini diharapkan memperlancar alur jemaah dan mencegah kemacetan kendaraan di sekitar kawasan Masjid Bir Ali. Meski demikian, berkaca dari tahun sebelumnya, petugas kerap harus menghadapi dinamika di lapangan.

Beberapa jemaah lanjut usia (lansia) yang semestinya cukup berniat ihram dari dalam bus, kadang ikut turun karena tidak ingin tertinggal dari rombongan. Untuk mengantisipasinya, Muhammad mengerahkan petugas lapangan akan memberikan imbauan kepada jemaah rentan agar tetap berada di dalam bus. .

"Antisipasi kami, petugas yang akan proaktif datang ke bus, untuk memberikan imbauan pada lansia dan disabilitas cukup dari bus saja. Itu sudah sah, insya Allah," ucapnya.

Baca juga : Kusnadi Sebut Harun Masiku Serahkan Uang Untuk Donny Tri dan Saeful Bahri

Dalam hal keamanan dan pengawasan, Sektor Bir Ali mengerahkan 14 personel yang disebar di lima titik strategis: pintu depan, tengah, belakang, samping, dan area sekitar masjid. "Di sini kami ada 14 personel, dan itu akan dibagi di lima titik," katanya. 

Hal tersebut dilakukan untuk memandu jemaah, termasuk mengantisipasi potensi tersesat atau salah pintu masuk dan keluar. Tim pengamanan juga dilengkapi alat komunikasi dan kendaraan untuk memantau seluruh area, termasuk sekitar toilet yang kerap dijadikan patokan arah oleh jemaah.

Agar tidak bingung, jemaah diimbau mengingat nomor tiang parkir bus, nomor pintu masuk masjid, dan lokasi toilet terdekat. Menurutnya, ini penting karena jika keluar dari pintu berbeda, bisa menyebabkan jemaah kesulitan menemukan bus mereka kembali.

"Di setiap parkiran ada nomor tiang bus. Mungkin mengingat itu nomor berapa, dan melihat pintu. Setiap toilet ada nomornya. Jadi diingat-ingat saja, pintu nomor berapa masuk, keluar harus di pintu yang sama," pesannya.

Baca juga : Badan Bungkuk Tak Jadi Kendala bagi Nenek Pungut dalam Berhaji

Selain itu, para ketua regu dan rombongan juga diminta berjaga di pintu masuk usai ibadah sunnah, agar bisa menyambut dan mengarahkan jemaah kembali ke bus. Dengan langkah ini, Muhammad optimistis proses miqat di Bir Ali akan berlangsung lancar. “Insya Allah, semua berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.