Dark/Light Mode

Kabar dari Tanah Suci

Jemaah Haji Asal Tangerang Wafat di Pesawat Saat Menuju Jeddah

Selasa, 20 Mei 2025 16:42 WIB
Kepala Daker Bandara PPIH Arab Abdul Basir. (Foto: Nana Maulana/RM)
Kepala Daker Bandara PPIH Arab Abdul Basir. (Foto: Nana Maulana/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kabar duka kembali datang dalam penyelenggaraan haji 2025. Kusnandar Endi Mihardja (67 tahun), jemaah haji asal Kabupaten Tangerang, Banten, wafat dalam penerbangan menuju Tanah Suci.

"Beliau meninggal di dalam pesawat Garuda Indonesia sebelum mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah," terang Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Abdul Basir, di Bandara Jeddah, Selasa (20/5/2025).

Kusnandar tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 40 Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG-40). Basir menerangkan, istri Kusnandar mengungkap, saat di dalam pesawat, almarhum mengeluhkan sesak napas dan dadanya sakit. Lalu, dokter Kloter melakukan pertolongan.

Baca juga : Seluruh Jemaah Terpisah Rombongan Sudah Diberangkatkan dari Madinah ke Makkah

"Namun nyawanya tidak tertolong di dalam pesawat," ucap Basir.

Kusnandar beralamat di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. "Almarhum telah dimakamkan kemarin (Senin, 19/5/2025) siang di Makam Zahban, Kota Jeddah," terang Basir

Hingga hari ini, total jemaah haji yang wafat sebanyak 31 orang. Satu orang di antaranya jemaah haji khusus. Khusus untuk yang meninggal di pesawat atau bandara berjumlah tiga orang.

Baca juga : PPIH Imbau Jemaah Haji Patuhi Larangan Ihram Saat Tiba di Jeddah, Agar Terhindar Dam

"Dua orang meninggal di Bandara Madinah (Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz), satu orang meninggal di bandara Jeddah," rinci Basir.

Dia menambahkan, seluruh jemaah haji yang meninggal di Arab Saudi dimakamkan di Saudi. Jenazah mereka tidak bisa dipulangkan ke Tanah Air. Untuk lokasi pemakaman, tergantung otoritas Kota Jeddah. 

"Nanti mereka yang menentukan jenazah jemaah haji akan dimakamkan di mana. Tidak harus di satu tempat. Biasanya yang terdekat dari rumah sakit yang melakukan penanganan jemaah sakit atau sudah meninggal itu," tambah Basir.

Baca juga : Bahagianya Kakek Horas, Dihadiahi Anak Naik Haji Bareng Istri

Seluruh jemaah haji yang meninggal akan mendapatkan hak-haknya. Termasuk asuransi jiwa yang akan diproses Kementerian Agama setelah penyelenggaraan hajin selesai. "Untuk badal haji dilakukan oleh petugas haji Indonesia," tutup Basir.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.