Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Haedar Nashir: Ibadah Kurban Momentum Bebaskan Diri dari Pesona Duniawi
Kamis, 5 Juni 2025 14:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir mengatakan, syariat lahiriyah dalam momentum Idul Adha ialah menyembelih hewan kurban. Makna yang paling dalam pada ibadah ini adalah Lan yanala Allaha luhumuha wa la dimauuha wa lakin yanaluhu at-taqwa minkum (Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya).
“Makna terdalamnya, yang kita miliki dalam kehidupan ini baik harta, kekuasaan, dan segala kesenangan sebenarnya nisbi. Maka Allah SWT mengajarkan pada kaum beriman, berkurbanlah manfaatkan harta dan segala hal duniawi itu untuk kepentingan beribadah dan kemaslahatan orang banyak bukan untuk dimiliki, ditumpuk-tumpuk bahkan dengan rasa rakus ingin hidup serba gelimang duniawi,” tutur Haedar, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (5/6/2025).
Baca juga : Gelar Rapat Tahunan, ASA Putuskan 5 Poin Penting Industri Pelayaran
Ibadah kurban telah mengajarkan manusia untuk melepas yang dimiliki. "Maka sejatinya mereka yang berkurban sudah terbebaskan jiwa, hati, pikiran, rasa, dan segala apa yang Ia miliki lillahi ta’ala untuk meraih ridha dan karunia Allah SWT," sambungnya.
Haedar lalu menuturkan, manusia memiliki jiwa ingin menguasai segalanya. Harta, kekuasaan, segala pesona dunia takkan pernah memuaskan manusia. Bahkan ada yang meraihnya dengan cara yang tidak halal yakni dengan korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan segala perilaku yang menunjukkan ketamakan.
Baca juga : Mediasi, Langkah Bijak Selesaikan Polemik Lesti dan Yoni Dores
“Manusia yang rakus, dengan segala pesona duniawi. Ia tidak akan pernah merasa cukup sampai Tuhan menghentikan dengan ajalnya," ucap Haedar.
Maka, tambah Haedar, di momen Idul Adha ini, pentingnya setiap orang beriman di mana pun posisi dan berada, mengkoreksi diri apakah termasuk orang beriman tetapi tak pernah puas dalam kehidupan.
Haerah lalu mengajak umat untuk melepas segala kepentingan demi kebenaran, kebaikan, dan keluhuran, dan untuk kemaslahatan hidup orang banyak. "Jika itu bisa dipenuhi, maka berkurban berarti telah membebaskan kita dari segala pesona duniawi untuk hidup yang cukup dan moderat tetapi membawa kemaslahatan duniawi dan ukhrawi,” tuturnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya