Dark/Light Mode

Kabar dari Tanah Suci

Kemenag: Safari Wukuf Tidak Dikenakan Biaya

Selasa, 10 Juni 2025 14:29 WIB
Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Hilman Latief (Foto: MCH 2025)
Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Hilman Latief (Foto: MCH 2025)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan, tidak ada biaya apa pun yang dikenakan ke jemaah haji pada program safari wukuf. Program yang ditujukan bagi jemaah haji sakit dan punya keterbatasan fisik sehingga tidak mampu berjalan menuju Arafah ini gratis. 

"Ya perlu kami sampaikan bahwa safari wukuf ini adalah program yang sudah lama. Kami tidak memungut biaya apa pun dari pasien ataupun dari jemaah," ujar Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief, di Hotel Transit Safari Wukuf, Senin (9/6/2025). 

Hilman menjelaskan, pelaksanaan safari wukuf ada yang di bawah Kemenag bagi jemaah yang memiliki keterbatasan secara fisik untuk mobilitas. Ada juga yang dilakukan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Safari wukuf yang bagi jemaah yang dikategorikan sakit dikoordinasikan KKHI. 

Baca juga : Car Free Night Setiap Sabtu Mulai Pukul 22.00 Bakal Diramaikan Festival Budaya

"Program ini sudah berjalan bertahun-tahun. Kami tidak memungut biaya apa pun, tidak ada biaya yang dipungut dari jamaah secara langsung," ujarnya. 

Terkait dengan kabar yang beredar mengenai pungutan, Hilman mencermati, hal itu terkait hubungan antara jemaah haji dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) ataupun para pembimbingnya masing-masing. Di sana, sebagian jemaah melakukan komunikasi dengan para pembimbing ataupun pimpinan KBIH ataupun organisasi terkait kebutuhan biaya pendorongan kursi roda, baik pada saat umrah wajib dan umrah sunnah maupun kegiatan-kegiatan lain di Tanah Suci, terutama ketika beribadah di Masjidil Haram.  

"Itu konteksnya tidak dalam safari wukuf. Mungkin juga ada jemaah yang melaporkan bahwa mereka sudah membayar pada orang yang akan membantu itu, kemudian kebetulan orangnya juga ada yang terpilih kondisi tertentu menjadi jemaah yang ikut safari wukuf," ujarnya. 

Baca juga : Irjen Kemenag Gendong Jemaah Stroke yang Diturunkan Bus di Hotel yang Salah

Dalam penyelenggaraan haji tahun ini, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menggelar Safari Wukuf Khusus Lansia. Program ini diikuti 477 jamaah lansia dan risiko tinggi (risti).

"Mereka diberangkatkan ke Arafah dengan menggunakan 15 bus. Mereka didampingi 118 Satgas Safari Wukuf Khusus Lansia," ujar Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis Muhammad Hanafi, di Makkah, Sabtu (7/6/2025).

Menurut Muchlis, target awal safari wukuf khusus lansia adalah 500 jemaah. Dalam perkembangannya, ada satu jamaah yang meninggal di hotel transit saat menunggu hari wukuf di Arafah. Selain itu, ada 21 jemaah yang batal ikut safari wukuf khusus lansia karena beberapa sebab, antara lain: dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi atau dikembalikan ke kloter karena ada pendamping.

Baca juga : Kemenag Minta Jemaah Haji Tak Buru-buru Tawaf, Kecuali Mau Pulang ke Tanah Air

Kepala Bidang Layanan Lansia Suviyanto menambahkan, jemaah haji peseta safari wukuf khusus lansia dipersiapkan Satgas Safari Wukuf Khusus Lansia sejak 9 Zulhijjah mulai pukul 05.00-09.00 waktu Saudi. Selesai mandi, mereka dipakaikan kain ihram bagi laki-laki dan mukena bagi Perempuan. Selain itu, mereka juga diberi pendampingan oleh pembimbing ibadah. 

“Selesai persiapan, jemaah haji safari wukuf khusus lansia diturunkan dari kamar hotel transit menuju bus. Keberangkatan mereka pada 9 Zulhijjah 1446 hijriah dari hotel transit pada pukul 13.20 dan tiba di Arafah jam 14.40," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.