Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kuliah Subuh Gabungan Masjid Al Husna
Ingatkan Pemimpin Libatkan Masyarakat Sebelum Putuskan Kebijakan
Minggu, 15 Juni 2025 07:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Masjid Al Husna, Admiralty Residence menggelar kegiatan Kuliah Subuh Gabungan bagi masyarakat sekitar pada Minggu (15/6/2025).
Rutinitas mingguan yang dilaksanakan di masjid yang terletak di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan ini sebagai wujud nyata penghambaan terhadap Sang Pencipta.
Dalam kesempatan ini, terlihat jemaah antusias memenuhi Masjid Al Husna. Mereka tiba dengan mengendarai kendaraan masing-masing, lengkap dengan pakaian muslimnya.
Kegiatan diawali dengan salat subuh berjemaah, disusul pembacaan riwayat perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam mensyiarkan agama Islam. Setelah itu, dilanjutkan dengan kajian kitab Ahkamul Sultoniah yang disampaikan KH. Fauzi Bahresy.
Jemaah terlihat khusuk dan khidmat mendengarkan pesan-pesan penulis kitab yang dijabarkan kiai lulusan Kairo, Mesir itu. KH. Fauzi membuka kajian kitab dengan menukil pesan penulis kitab yang mengingatkan pemimpin agar berdialog dengan rakyatnya, sebelum memutuskan suatu kebijakan.
Baca juga : Irigasi Warungkiara Dibenahi, Kementan Percepat Masa Tanam Padi Di Sukabumi
"Urusan umat itu diputuskan lewat musyawarah," kata KH. Fauzi menyampaikan pesan yang termaktub di kitab.
Fauzi juga mengingatkan kepada masyarakat agar cerdas dalam memilih pemimpin. Dia bilang, rekam jejak calon pemimpin harus jelas.
"Penting bagi kita mengangkat seorang yang memiliki kredibilitas dalam menjalankan tugas kepemimpinan," ujar Fauzi.
Menurutnya, tidak boleh ada paksaan dalam memilih kandidat pemimpin. Utamakan kandidat pemimpin yang memiliki integritas.
"Kalau kandidatnya sama-sama bagus, lihat yang usianya lebih senior. Tentu mereka pengalamannya lebih panjang dibandingkan yang junior," ungkap Fauzi.
Meski demikian, kata Fauzi, penulis kitab Ahkamul Sultoniah tidak melarang masyarakat memilih pemimpin yang masih muda. Dia menegaskan Islam memperbolehkan memilih pemimpin yang masih muda, asalkan pemimpin tersebut mempunyai tekad menyejahterakan umat.
"Kalau masih muda tapi punya kriteria, ya boleh-boleh saja dipilih. Meski muda, belum tentu buruk. Pemimpin muda banyak yang mumpuni," jelasnya.
Di kesempatan sama, Prof. Dr. KH. Kana Sutrisna mengelaborasi materi yang disampaikan KH. Fauzi Bahresy. Ia bilang, selain berilmu, pemimpin juga harus memiliki mental baja.
"Sama halnya dalam bersyiar. Syiar pun butuh yang namanya ilmu, butuh yang namanya mental, butuh yang namanya modal. Semua itu nggak akan mungkin bisa terlaksana yang namanya syiar subuh berjamaah, kalau nggak ada modal," ujar KH. Kana.
Karena itu, Kana mengapresiasi kerja-kerja seluruh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Husna yang menyukseskan kegiatan Kuliah Subuh Gabungan kali ini.
Baca juga : Bamsoet Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Antara Demokrasi dan Hukum
"Mereka tidak butuh apresiasi karena niat mereka karena Allah SWT. Kadang juga penceramah mungkin nggak menyebut namanya, yang disebut hanya orang-orang terhormat," imbuhnya.
Menutup ceramahnya, Kana mengajak para jemaah mengirimkan doa kebaikan kepada seluruh pengurus DKM Al Husna. "Pejuang subuh di Masjid Al Husna yang dikomandani Haji Madani mudah-mudah pahalanya terus mengalir," ucap Kana.
Diketahui, kegiatan masjid Al Husna di bawah binaan Yayasan Al Madaniah ini akan terus berupaya memberikan kemaslahatan umat.
Adapun susunan kepengurusan Yayasan Al Madaniah yakni Dewan Pembina Dodi S Abdulkadir, serta Penasihat KH. Said Aqil Siradj dan H. Oesman Sapta Odang (OSO). Beres kegiatan subuh, Masjid Al Husna juga menggelar kegiatan Pengajian Dhuha dan Pengukuhan Pimpinan Rating Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PRM-PCM). Kegiatan ini turut dihadiri eks Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsudin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya