Dark/Light Mode

Kemenag Luncurkan Dua Kampung Zakat di Keerom, Perkuat Ekonomi Umat Papua

Jumat, 17 Oktober 2025 14:37 WIB
Kick Off Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zakat dan Wakaf di Kampung Traimelyan dan Kampung Kwimi, Kabupaten Keerom, Papua, Kamis (16/10/2025). (Foto: Dok. Kemenag)
Kick Off Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zakat dan Wakaf di Kampung Traimelyan dan Kampung Kwimi, Kabupaten Keerom, Papua, Kamis (16/10/2025). (Foto: Dok. Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat kolaborasi lintas pihak dalam pengembangan program pemberdayaan ekonomi umat berbasis zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF). Langkah ini ditandai dengan peluncuran Kick Off Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zakat dan Wakaf di Kampung Traimelyan dan Kampung Kwimi, Kabupaten Keerom, Papua, Kamis (16/10/2025).

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono, mengatakan program Kampung Zakat merupakan gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, lembaga amil zakat, dunia usaha, dan masyarakat.

“Kampung Zakat bukan sekadar program keagamaan, tapi gerakan sosial-ekonomi yang inklusif. Kita bersama-sama membangun masyarakat mandiri dan sejahtera lewat zakat, infak, sedekah, dan wakaf,” ujarnya.

Ia menegaskan, Kemenag berperan sebagai dirijen yang mengorkestrasi sinergi lintas pihak demi mewujudkan kesejahteraan berbasis nilai keagamaan.

Baca juga : AHY Dukung Langkah Ara Perkuat Ekosistem Pembiayaan Perumahan

“Kemenag hanya dirijen. Yang setiap hari mendampingi masyarakat adalah BAZNAS, LAZ, dan ormas keagamaan. Kick off ini baru ibarat tendangan pertama — agar bola masuk ke gawang, semua pihak harus menggiring bersama,” jelasnya.

Waryono menuturkan, sepanjang 2025, terdapat 37 titik Kampung Zakat kolaborasi di seluruh Indonesia, dan tujuh di antaranya berada di Provinsi Papua. Tiap titik Kampung Zakat di Papua mendapat dukungan awal sebesar Rp 20 juta untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“Nilainya mungkin tidak besar, tapi semangat kolaborasinya luar biasa. Dari Papua, kita ingin tunjukkan bahwa zakat dan wakaf bisa jadi kekuatan ekonomi umat,” ungkapnya.

Program ini melibatkan berbagai lembaga kolaborator dan mitra strategis, di antaranya Laz Rumah Zakat Jayapura, LKC Dompet Dhuafa Jayapura, Laz Assalam Jayapura, Laz Baitul Maal Hidayatullah, Bank Indonesia Provinsi Papua, BAZNAS Kabupaten Keerom, Bank Papua, serta UPZ Kanwil Kemenag Provinsi Papua.

Baca juga : Elnusa Trans Samudera Rampungkan Proyek Seismik Thailand Tanpa Insiden

Wakil Bupati Keerom, Daud, mengapresiasi langkah Kemenag melalui program Kampung Zakat yang dinilainya sejalan dengan arah pembangunan daerah.

“Semangat membangun Keerom lewat zakat dan wakaf adalah bagian dari jalan kebaikan. Terima kasih kepada Kemenag dan seluruh mitra yang telah mempercayakan Keerom sebagai lokasi dua Kampung Zakat sekaligus,” ujarnya.

Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, menambahkan bahwa Kampung Zakat menjadi model kolaborasi yang mengintegrasikan aspek spiritual, sosial, dan ekonomi masyarakat.

“Keerom ini miniatur harmoni Papua. Kampung Zakat bukan hanya soal bantuan, tapi cara kita membangun kemandirian dan moderasi beragama,” ucapnya.

Baca juga : DMI Ajak Masyarakat Ubah Boikot Jadi Gerakan Ekonomi Umat

Dalam kegiatan itu, turut diserahkan bantuan sarana pertanian, zakat produktif bagi pelaku UMKM, serta 100 paket sembako hasil sinergi BAZNAS, LAZ, dan mitra keuangan syariah. Program ini diharapkan menjadi inspirasi penguatan ekonomi umat — dari Papua untuk Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.