Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemerintah Dorong Transformasi Digital, AI Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
Selasa, 16 September 2025 18:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia berkomitmen menjadikan teknologi digital dan artificial intelligence (AI) sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya saing global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, strategi ini termasuk dalam paket kebijakan ekonomi terbaru pemerintah.
Hal itu disampaikan Airlangga dalam sambutan di acara the 5th AI Innovation Summit 2025 yang diselenggarakan Komite Nasional Kecerdasan Artifisial (KORIKA) di Jakarta, Selasa (16/9).
“Paket ekonomi itu memasukkan unsur digital. Ada 17 program, terdiri dari 8 program akselerasi untuk pertumbuhan ekonomi di 2025 dan sangat inklusif. Nah kaitannya dengan digital itu adalah program magang bagi lulusan perguruan tinggi,” ujar Airlangga.
Baca juga : Wamen Dzulfikar: Pekerja Migran Pilar Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Program magang tersebut, lanjut Airlangga, bertujuan mempercepat lahirnya talenta digital baru.
Menurutnya, digitalisasi kini tidak hanya terbatas pada bidang teknik, tetapi juga telah merambah seluruh disiplin ilmu. Oleh karena itu, penguatan link and match antara perguruan tinggi dan sektor industri digital dinilai krusial.
Selain pengembangan sumber daya manusia, pemerintah juga mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis digital.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan co-working space di Tanah Abang dan Blok M sebagai proyek percontohan, yang nantinya akan diperluas ke 15 kota lain.
Baca juga : Pakar IPB: Dekarbonisasi 1 Juta Ton Jadikan Pertamina Trendsetter Energi
Dalam skala regional, Indonesia memimpin penyusunan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang ditargetkan selesai tahun depan.
Kerangka kerja digital ini diproyeksikan mampu menggandakan nilai ekonomi kawasan ASEAN menjadi 2 triliun dolar AS atau sekitar Rp 32.720 triliun pada tahun 2030, dengan kontribusi Indonesia sebesar Rp 8.180–11.464 triliun.
Di bidang AI, Indonesia menjadi negara ASEAN pertama yang menyelesaikan AI Readiness Assessment bersama UNESCO.
Pemerintah kini fokus mengimplementasikan Strategi Nasional AI yang mencakup tujuh bidang, mulai dari kebijakan hingga investasi.
Baca juga : Pengamat: Stimulus Fiskal Dorong Konsumsi Domestik, Topang Pertumbuhan PDB
Agenda ini diperkuat pembangunan infrastruktur digital seperti jaringan 5G, Palapa Ring, Base Transceiver Station (BTS), dan satelit orbit rendah.
Langkah strategis lain yang diambil adalah hilirisasi industri semikonduktor. Indonesia telah mampu melakukan assembling, testing, dan packaging untuk ekspor, dan ke depan akan diarahkan menuju penguasaan desain cip agar industri semikonduktor nasional semakin kompetitif.
“Dalam setiap inovasi dan perkembangan, kita tidak boleh membuat policy yang eksklusif. Inklusif adalah kunci utama agar anak bangsa bisa terlibat dalam pengembangan ini,” tegas Airlangga.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya