Dark/Light Mode

Catatan Ace Somantri

PPIH: Difasilitasi Saat Diklat, Jadi Pelayan Sepenuh Hati Jemaah Haji Indonesia

Minggu, 25 Januari 2026 17:23 WIB
Para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026. (Foto: Dok. PPIH)
Para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026. (Foto: Dok. PPIH)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam ranah agama, Islam salah satu agama yang paling populer dan selalu menjadi sorotan. Bahkan, tidak tanggung-tanggung kadang segelintir orang mengalami dan mengidap islamophobia sehingga mendengar Islam identik jihad yang berkonotasi kekerasan, padahal 360 derajat terbalik sempurna bahwa Islam identik kasih sayang sebagaimana ada cahaya asma sifat Rahman dan Rahim-Nya melekat dalam setiap ajaran yang dibumikan.

Sosok rule model-nya pun, Nabi Muhammad SAW, sangat lembut penuh kasih sayang, arif dan bijaksana. Setiap umat dari mana pun datang menghadapnya selalu disambut baik dan hangat, tanpa melihat latar belakang apa pun mereka, termasuk berniat jahat sekalipun dia tidak mengedepankan buruk sangka. Sifat kesahajaan dan kelembutannya tidak ada yang menandingi di muka bumi ini, hewan-hewan, jin dan malaikat sekalipun sangat hormat dan takzim kepadanya sebagai utusan Allah Ta'ala, sebagai penutup para nabi dan rasul. 

Bercermin dari keteladannya, saat kita menjadi bagian dari makhluk yang diciptakan-Nya sehingga ada konsekuensi berfungsi sebagai khalifah fil ard. Dan teori apa pun dalam literatur modern sekalipun, pemimpin hakikatnya pelayan, yaitu melayani segala kehendak-Nya yang telah mengamanahkan.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), atas dasar dari hasil rekrut negara, mereka yang terpilih menjadi bagian ujung tombak untuk menyukseskan program yang diselenggarakan pemerintah, khususnya penyelenggaraan haji Indonesia. Ada catatan penting bagi siapa pun, saat sudah menjadi petugas resmi PPIH di Arab Saudi di semua layanan yang telah ditentukan, wajib untuk berikrar sebagai pelayan dengan menanggalkan segala status sosial dan profesi. Hanya satu profesi sebagai seorang petugas atau pelayan tamu Allah Ta'ala tanpa ada perbedaan status sosialnya. 

Baca juga : Mooochii Catat Sejarah, Jadi Mochi Khas Jepang Halal Pertama di Indonesia

Pelayan tamu Allah SWT sangat mulia, dan lebih mulia dari sekedar sebuah pekerjaan profesi lainnya. Hal itu dikarenakan momentum super berharga, hanya pada waktu-waktu tertentu tamu-tamu yang mendapatkan panggilan-Nya sehingga kemuliaan ini sangat terbatas, baik terbatas waktu maupun tempat dan lokasinya. Begitu spesial penuh keistimewaan, tamu-tamu-Nya disambut juga oleh pelayan-pelayan hebat yang juga mendapatkan undangan khusus dari panggilan-Nya.

Kesempurnaan petugas tak kalah mulia, malah sangat mungkin lebih mulia dari sekadar jemaah haji yang langsung, pasalnya karena petugas dobel aktivitas tugas dan fungsi selain sebagai petugas pelayan jemaah reguler maupun khusus, sekaligus juga sebagai jemaah haji yang diberikan kesempatan melaksanakan ibadah haji. Sebuah keberuntungan, baik secara pragmatis maupun nilai strategis yang bersifat teologis. Bahkan, nilai keberkahannya sangat transendental yang mampu menambah berlipat nilai kualitas spiritual keberagamaannya sebagai hamba Allah Ta'ala. 

Dalam kegiatan ini, status sosial relatif tidak berpengaruh besar, bahkan justru menjadi sebuah pelajaran yang berharga manakala kita dihadapkan dengan pelajaran kemanusiaan. Saat manusia berada di hadapan pencipta-Nya, tidak ada perbedaan melainkan hanya amal perbuatannya. Semakin baik amalnya, maka lebih dekat nilai keberagaman. Ibadah merupakan tuntutan yang harus disadari, bahwa aktivitasnya tidak selamanya sebuah paksaan dan keterpaksaan. Sedari awal harus terbiasa dan dibiasakan hingga setiap segala hal, apapun jenis kegiatan ibadahnya, harus tetap diupayakan atas kesadaran diri sebagai bentuk konsekuensi dari kesadaran akan keberimanan, keberislaman dan keberihsanan yang telah diikrarkan dalam hati dan lisan.

Berbuat kebajikan merupakan hakikat kemanusiaan, tanpa ada sekat-batas identitas kebangsaan, adat istiadat, suku, ras dan agama apapun. Manakala manusia menghianati fitrahnya, akan ada konsekuensi yang harus diterima dan dipertanggungjawabkan secara langsung oleh dirinya. Sehingga saat menjadi pelayan tamu-tamu Allah Ta'ala, tidak ada alasan apa pun untuk tidak menjalankan amanah, karena hal itu sebuah konsekuensi dari seorang hamba yang sudah berikrar terhadap segala yang mengikat pada diri seorang hamba Allah SWT. Di waktu yang bersamaan, ada hal yang menjadi catatan bahwa manusia sama, tidak ada status sosial dalam profesi dan jabatan di dunia saat menjadi tamu-Nya maupun jadi pelayan para tamu-tamu-Nya di mana pun mereka bersujud di hadapan-Nya. Simbol kain putih sebagai tanda dan ciri, bahwa di akhir kemudian dalam kehidupan tidak akan jauh dari kain putih nan bersih. 

Fasilitator saat melayani dan membagikan konsumsi bagi para anggota PPIH. (Foto: Dok. PPIH)

Baca juga : Bermodalkan Rp 500 Ribu, Victor Jadi Pelopor Semprong Isi Pertama di Indonesia

Sungguh baik dan perhatian terhadap para PPIH, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah melayani kami dengan sungguh-sungguh, dan telah menyadarkan banyak hal dalam diri para petugas. Ternyata, sekalipun kita semua sudah banyak belajar dan mungkin sudah merasa lebih jauh mengetahui dan memahami dalam kegiatan diklat, telah banyak mendapatkan nutrisi keberagamaan yang lebih baik. Tidak ada alasan bagi peserta untuk tidak berterima kasih. Pasalnya, tiga pekan bukan waktu sebentar melainkan waktu yang cukup lama dalam sebuah diklat. Kita semua dilayani, baik makan, minum, maupun berbagai materi hal ihwal perhajian Indonesia yang menambah pengetahuan dan wawasan. Hari ini, kita petugas dilayani, baik nutrisi jasadi maupun nutrisi bathini, insya Allah pada saatnya kita harus melayani dengan penuh ketulusan dan keikhlasan sebagaimana azam dan niat kita terucap dalam hati dan lisan. 

Melayani bentuk sikap hormat dan penghargaan yang tinggi. Kita petugas PPIH wajib bersyukur atas pelayanan yang diberikan Kemenhaj, karena kita selama dua pekan lebih begitu dihormati dan dilayani hingga makan dan minum pun disediakan. Hal wajar jika kita memberikan apresiasi kepada para pelayan yang baik para panitia, fasilitator, dan penyedia konsumsi yang tak kenal lelah melayani kita semua. Bahkan, saat makan dan minum kurang, tak sadar kita "menggerutu" protes terhadap peristiwa tersebut.

Fasilitator, bukan hanya sekedar fasilitator, melainkan pengasuh di barak pemondokan. Setiap pagi buta hingga gelap malam memonitor atau mengawasi sekaligus melayani para peserta, dan yang senantiasa mengingatkan akan ketertiban, kedisiplinan dan ketepatan waktu. Siapa yang tidak merasa nyaman, saat makan, minum, belajar, ibadah dan hal lainnya, dilayani dengan sungguh-sunguh. Hal wajar manusia di muka bumi berlomba-lomba berharap menjadi bagian yang dilayani. 

Kadang kita, sebagai manusia, sering khilaf dan alpa terhadap apa yang diterima. Saat dilayani, rasa ke-akuan dan egoisme sering muncul hingga membentuk karakter dan sikap angkuh dan sombong. Semoga saat kita dilayani, hal demikian tidak membuat diri menjadi berperilaku buruk. Selama tiga pekan kita menjadi orang terhormat yang dihargai, semua kebutuhan pokok jasadi maupun bathini dipenuhi tanpa terlewati. Kita orang-orang beruntung, dilayani walaupun banyak membuat jengkel dan kesal fasilitator ketika banyak peserta yang melanggar komitmennya. Namun, namanya manusia, sikap-sikap tersebut akan selalu ada menghiasi dinding kegiatan apa pun. Cukup apresiasi dengan tulus ke fasilitator dari TNI dan Polri yang selalu sabar menahan ego, jauh dari apa yang dirasakan mereka saat diklat murni di militer. Terima kasih para komandan, jiwa korsa-mu kami sangat kagumi. Wallahu'alam.

Baca juga : Muzani Sampaikan Harapan Penambahan Kuota Haji Indonesia

Jakarta, Januari 2026

Ace Somantri
Pengamat Perhajian Indonesia

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.