Dark/Light Mode

Tribute To Romo Mudji Soroti Humanisme Sebagai Fondasi Kesehatan Mental

Rabu, 11 Februari 2026 16:00 WIB
Foto: Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa
Foto: Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa

RM.id  Rakyat Merdeka - Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa bersama Alinea, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, dan Danone Indonesia menggelar diskusi bertajuk “Tribute to Romo Mudji” di Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00–18.00 WIB itu menjadi ruang penghormatan sekaligus refleksi atas pemikiran dan keteladanan Romo Mudji Sutrisno, sosok humanis yang konsisten memperjuangkan martabat kemanusiaan, keberpihakan pada kelompok rentan, serta pentingnya kesehatan mental dalam kehidupan sosial.

Diskusi menghadirkan Editor Harian Kompas Adhitya Ramadhan, Staf Khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Romo Haryatmoko, serta Dewan Penasihat Organisasi Penulis Alinea Debra Yatim. Acara dipandu oleh Dr. dr. Ray W. Basrowi, MKK., FRSPH, dengan Reno Fenady sebagai pembawa acara.

Adhitya Ramadhan menilai warisan pemikiran Romo Mudji tetap relevan bagi praktik jurnalistik masa kini.

Baca juga : Pemutakhiran DTSEN, Sandi Dorong Perlindungan Akses Kesehatan PBI

“Romo Mudji mengingatkan bahwa kerja media bukan hanya menyampaikan fakta, tetapi juga merawat empati. Jurnalisme harus membantu publik memahami sesama secara lebih manusiawi, bukan sekadar mempercepat arus informasi,” ujarnya.

Sementara itu, Romo Haryatmoko menyoroti dimensi etika dan kebangsaan dalam gagasan Romo Mudji, khususnya terkait kesehatan mental.

“Keberpihakan pada martabat manusia adalah inti pemikiran Romo Mudji. Dalam konteks kesehatan mental, itu berarti menghadirkan ruang sosial yang aman, adil, dan bebas stigma bagi setiap orang,” tuturnya.

Debra Yatim menambahkan pendekatan humanis tersebut juga hidup dalam dunia literasi dan kebudayaan.

Baca juga : Trump Nominasikan Kevin Warsh Sebagai Ketua The Fed, Pengganti Jerome Powell

“Beliau menunjukkan bahwa refleksi, sastra, dan kebudayaan dapat menjadi jalan pemulihan batin. Kesehatan mental bukan hanya isu medis, tetapi juga pengalaman kemanusiaan yang perlu didengar dan dihargai,” katanya.

Para narasumber sepakat bahwa tantangan kesehatan mental di tengah perubahan sosial menuntut kolaborasi lintas sektor, mulai dari media, pendidikan, komunitas, hingga dunia usaha, guna membangun ekosistem yang lebih empatik dan suportif.

Dalam berbagai kesempatan, Romo Mudji juga menekankan pentingnya kesehatan secara holistik, mencakup fisik dan jiwa. Ia pernah mengkritisi tradisi penulisan buku harian yang mulai ditinggalkan, padahal menurutnya praktik tersebut merupakan bentuk refleksi mendalam yang dapat membantu pemulihan dari trauma.

Romo Mudji berpandangan bahwa perkembangan budaya dari lisan, tulisan, hingga digital menuntut kesadaran berbahasa sebagai sarana mengungkapkan pengalaman batin. Di tengah kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), kesehatan jiwa dan raga dinilai semakin penting agar manusia mampu memahami dinamika perubahan sebagai bagian dari proses menjadi manusia.

Baca juga : Ananda Rafi, Sosok Polisi Humanis yang Sesuai Keinginan Netizen

Diskusi yang terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya itu dihadiri akademisi, pegiat kesehatan mental, komunitas literasi, serta masyarakat umum. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya perhatian publik terhadap isu kesehatan jiwa dan relevansi nilai-nilai kemanusiaan yang diwariskan Romo Mudji dalam kehidupan sosial masa kini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.