Dark/Light Mode

Pemkab Sumbawa Gandeng BRIN Kaji Klaim Sejarah CBSR

Senin, 6 April 2026 18:29 WIB
Sekda Kabupaten Sumbawa Budi Prasetiyo menjelaskan pelibatan BRIN untuk kaji klaim sejarah CBSR di Sumbawa, Senin (6/4/2026). Dok. Pemkab Sumbawa
Sekda Kabupaten Sumbawa Budi Prasetiyo menjelaskan pelibatan BRIN untuk kaji klaim sejarah CBSR di Sumbawa, Senin (6/4/2026). Dok. Pemkab Sumbawa

RM.id  Rakyat Merdeka -  

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Budi Prasetiyo menyampaikan, pemerintah daerah berkomitmen menempatkan persoalan antara komunitas Cek Bocek Selesek Reen Sury (CBSR) dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) pada kerangka objektivitas dan fakta sejarah. Untuk itu, pemerintah menggandeng lembaga riset nasional yang memiliki kredibilitas dan independensi guna melakukan kajian yang komprehensif.

Menurut Budi, langkah ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan solusi permanen atas persoalan yang melibatkan masyarakat lokal. Caranya dengan tetap menghormati prinsip keadilan, kepastian hukum dan penghargaan terhadap dinamika sosial masyarakat.

Sebelumnya, polemik ini telah melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Mediasi tersebut menghasilkan Surat Perdamaian Nomor 004/KP/KH-MD/00.01/VII/2023 tertanggal 26 Juli 2023, yang menjadi landasan bagi langkah-langkah lanjutan dalam penyelesaian konflik.

Baca juga : Buka Puasa Bareng PB SEMMI, Kapolri Ajak Generasi Muda Bangun Bangsa

Salah satu mandat penting dari kesepakatan tersebut adalah perlunya kajian independen yang kredibel untuk menelaah klaim sejarah dan adat yang berkembang di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sumbawa kemudian menindaklanjuti mandat ini dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan penelitian multidisipliner.

Kajian tersebut melibatkan pendekatan sejarah, arkeologi, antropologi, serta analisis geospasial guna memastikan bahwa proses verifikasi dilakukan secara menyeluruh dan objektif.

Dalam hasil kajian yang dilakukan, para peneliti melakukan penelusuran berbagai sumber sejarah, termasuk arsip kolonial, historiografi lokal Samawa, serta sumber-sumber tradisi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan memperkaya pemahaman mengenai dinamika sejarah dan perkembangan komunitas yang ada di wilayah tersebut.

Penelitian arkeologi yang dilakukan di wilayah hulu juga memberikan gambaran mengenai pola permukiman masyarakat masa lalu. Temuan yang ada menunjukkan karakteristik hunian komunitas peladang yang tersebar dan berpindah, yang menjadi bagian dari sejarah panjang kehidupan masyarakat lokal di kawasan tersebut.

Baca juga : Pemkab Sumbawa Gandeng BRIN Kaji Dasar Sejarah Klaim Komunitas Cek Bocek

Selain itu, analisis terhadap tradisi lisan yang berkembang di tengah masyarakat menunjukkan adanya variasi cerita mengenai asal-usul komunitas dan tokoh-tokoh yang dihormati dalam sejarah lokal. Variasi ini dipandang sebagai bagian dari dinamika memori kolektif yang berkembang seiring perubahan sosial yang terjadi di masyarakat.

Pendekatan ilmiah ini tidak dimaksudkan untuk meniadakan identitas atau keberadaan komunitas yang ada, melainkan untuk memberikan landasan yang lebih kuat dalam memahami sejarah secara komprehensif.

Hasil kajian tersebut menjadi bahan penting bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah penyelesaian yang lebih terukur. Dengan landasan data ilmiah, diharapkan proses pengambilan kebijakan dapat berlangsung secara transparan serta mengakomodasi kepentingan berbagai pihak.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa pendekatan berbasis riset ini merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan bahwa setiap proses pengakuan masyarakat hukum adat maupun penyelesaian konflik sumber daya alam dilakukan sesuai dengan ketentuan konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga : Skuad Maung Bandung Latihan Malam Selama Ramadan

Melalui pembacaan ulang sejarah yang lebih komprehensif ini, diharapkan dialog antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha dapat berlangsung lebih konstruktif. Dengan demikian, penyelesaian konflik tidak hanya menghadirkan kepastian hukum, tetapi juga memperkuat harmoni sosial dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.