Dark/Light Mode

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Pohon

Jumat, 5 Juni 2026 20:30 WIB
Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ma`mun Murod mengikuti penanaman pohon pada kegiatan UMJ MemBumi 2026 dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Taman Green Park UMJ, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Dok. UMJ
Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ma`mun Murod mengikuti penanaman pohon pada kegiatan UMJ MemBumi 2026 dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Taman Green Park UMJ, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Dok. UMJ

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan menggelar kegiatan UMJ MemBumi 2026 di Taman Green Park UMJ, Jumat (5/6/2026). Mengusung tema "Aksi Nyata Kampus Hijau", kegiatan ini menjadi bentuk komitmen UMJ dalam membangun budaya kampus yang peduli lingkungan.

Beragam kegiatan digelar dalam rangkaian acara tersebut. Mulai dari diskusi lingkungan, penanaman pohon, peluncuran program pengelolaan sampah terpilah, hingga aksi pelestarian lingkungan di kawasan sekitar kampus.

Salah satu agenda utama adalah talkshow bertema lingkungan dalam perspektif Islam yang menghadirkan Dekan Fakultas Pertanian UMJ, Sularno, serta Head of Program Bicara Udara, Primadita Rahma Ekida.

UMJ juga melakukan penanaman sebanyak 3.650 bibit pohon bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan PT Wahana Makmur Sejati. Penanaman pohon tersebut menjadi simbol sekaligus langkah konkret kampus dalam mendukung upaya penghijauan dan mitigasi perubahan iklim.

Selain itu, UMJ meluncurkan program pengelolaan sampah terpilah dan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sebagai bagian dari penguatan sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan kampus.

Baca juga : BNI Tegaskan Peran Strategis Pembangunan Berkelanjutan di Hari Lingkungan Hidup 2026

Rektor UMJ, Ma'mun Murod mengatakan UMJ MemBumi merupakan bentuk ikrar komitmen kampus dalam mewujudkan nilai-nilai kesemestaan yang menjadi bagian dari ajaran Muhammadiyah.

"Berbagai ajaran dalam syariat Islam berkaitan erat dengan perlindungan kehidupan, agama, akal, hak-hak manusia, serta lingkungan," kata Ma'mun.

Ia menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. Menurutnya, kerusakan lingkungan telah menjadi salah satu faktor yang memicu berbagai bencana dan krisis yang terjadi di berbagai wilayah.

Karena itu, Ma'mun menilai keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mengawal kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan.

"Ketika berbicara lingkungan, kita juga harus mampu mengkritisi kebijakan pemerintah yang ada. Jangan dianggap tidak ada keterkaitannya, karena semuanya saling berhubungan," tegasnya.

Baca juga : Lestarikan Pesisir Makassar, BRINS & PNM Tanam 7.000 Mangrove

Ma'mun berharap gerakan yang dimulai melalui UMJ MemBumi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu membentuk budaya peduli lingkungan di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Dalam kesempatan yang sama, UMJ memberikan penghargaan kepada para pemenang Survei Keberlanjutan sebagai bentuk apresiasi terhadap sivitas akademika yang aktif menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan.

Pada kategori mahasiswa, penghargaan diberikan kepada Siti Fatimah dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan serta Suci Rahayu dari Fakultas Kesehatan Masyarakat. Untuk kategori tenaga kependidikan, penghargaan diraih Imam Irawan dari Fakultas Agama Islam dan Putra Andhika Ali Pratama dari Fakultas Ilmu Pendidikan.

Sementara itu, penghargaan kategori dosen diberikan kepada Gilang Anugerah Munggaran dari Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Arlin Astriyani dari Fakultas Ilmu Pendidikan.

UMJ juga mengumumkan penghargaan Fakultas Paling Berkelanjutan berdasarkan capaian skor UI GreenMetric. Fakultas Teknik menempati peringkat pertama dengan total skor 1.387,5, disusul Fakultas Kesehatan Masyarakat dengan skor 1.277,5 dan Fakultas Ilmu Pendidikan dengan skor 1.190.

Baca juga : Peringati Hari Bumi, Gubernur Jateng Nyatakan Perang Ke Mafia Tambang

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta melakukan penyebaran ecoenzyme ke aliran sungai di sekitar kampus. Aksi simbolis dan edukatif tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas air serta kelestarian ekosistem perairan.

UMJ MemBumi 2026 mendapat dukungan dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, PT Wahana Makmur Sejati, Bicara Udara, PT Bumi Resik Nusantara, dan OMG. Melalui kegiatan ini, UMJ menegaskan komitmennya sebagai kampus hijau yang tidak hanya membangun kesadaran lingkungan, tetapi juga menghadirkan aksi nyata demi keberlanjutan bagi generasi mendatang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.