Dark/Light Mode

Dosen UIN Bandung Beberkan Pengelolaan Masjid Al-Jabbar di Muktamar Internasional

Minggu, 19 Juli 2026 16:29 WIB
Muktamar Pengelolaan dan Pemakmuran Masjid Sarawak Zona Selatan (Seri I). (Foto: Dok. Kemenag)
Muktamar Pengelolaan dan Pemakmuran Masjid Sarawak Zona Selatan (Seri I). (Foto: Dok. Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengalaman Masjid Raya Al-Jabbar, Provinsi Jawa Barat, dalam mengelola dan memakmurkan masjid mendapat perhatian di tingkat internasional. Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Al-Jabbar yang juga dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Tata Sukayat, tampil sebagai narasumber pada Muktamar Pengelolaan dan Pemakmuran Masjid Sarawak Zona Selatan (Seri I) yang diselenggarakan Majelis Islam Sarawak (MIS) dan Jabatan Agama Islam Sarawak (JAIS), di Kuching, Sarawak, Malaysia.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Ziarah Mahabbah Majelis Islam Sarawak 1448 H/2026 M ini berlangsung dua hari, 18–19 Juli 2026, di Raia Hotel & Convention Centre, Kuching. Muktamar dihadiri para pengelola masjid dan perwakilan dari sejumlah negara Asia Tenggara. Acara dibuka Wakil Menteri di Kantor Perdana Menteri Sarawak, Datuk Haji Abdul Rahman bin Haji Junaidi.

Dalam sesi Berbagi Pengalaman Masjid 1, Sabtu (18/7/2026), Tata menyampaikan materi bertajuk "Praktik Terbaik Pengelolaan dan Pemakmuran Masjid: Pengalaman Masjid Raya Al-Jabbar Indonesia". Ia menjelaskan, masjid harus menjadi pusat pembangunan peradaban yang mampu menjawab kebutuhan umat secara komprehensif.

Baca juga : WWF Indonesia Dukung Langkah Menhut Perkuat Ranger di 13 Taman Nasional

Menurutnya, masjid mengemban lima fungsi utama, yaitu sebagai wadah peningkatan spiritualitas umat, pusat pengembangan pendidikan, sarana dakwah, tempat pelayanan sosial, dan penggerak roda ekonomi masyarakat, sekaligus simbol peradaban Islam di era modern.

“Masjid juga dapat menjadi ruang rekreasi yang mendorong masyarakat untuk berkunjung serta menjadi titik pemersatu umat," terangnya, seperti dimuat di laman kemenag.go.id.

Ia lalu menyoroti tantangan yang masih dihadapi negara-negara berkembang di Asia Tenggara. Menurutnya, kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga meliputi kemiskinan akhlak, keilmuan, metodologi, dan informasi.

Baca juga : Laba BUMN Naik, PTPN Dinilai Jadi Motor Baru Agroindustri Nasional

"Masjid perlu mengambil peran dalam menjawab kelima persoalan tersebut melalui berbagai program pemberdayaan umat yang berkelanjutan," ujarnya.

Di akhir pemaparan, Tata menegaskan prinsip kepemimpinan yang diterapkan dalam pengelolaan Masjid Raya Al-Jabbar, yakni menyampaikan yang telah diamalkan dan mengamalkan yang disampaikan sebagai fondasi dalam membangun kepercayaan dan keteladanan di tengah masyarakat.

Selain sesi berbagi pengalaman, muktamar menghadirkan agenda Bincang Mufti yang membahas fatwa-fatwa terkini mengenai institusi masjid, pidato utama bertema "Umat Maju Makmur" oleh Ketua Majelis Islam Sarawak, Datuk Haji Misnu bin Haji Taha, serta paparan praktik pengelolaan masjid dari berbagai wilayah di Malaysia, di antaranya Masjid Al-Ghazali Kuching dan Masjid Bandaraya Kota Kinabalu, Sabah.

Baca juga : Pemerintah Kebut Pengembangan Papua Selatan Jadi Lumbung Pangan Nasional

Keikutsertaan Tata Sukayat dalam forum internasional tersebut menjadi pengakuan atas praktik pengelolaan Masjid Raya Al-Jabbar yang dinilai layak menjadi rujukan di tingkat regional.

Di sisi lain, partisipasi dosen UIN Bandung sebagai pembicara turut memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendiseminasikan hasil pemikiran, pengalaman, dan praktik terbaik kepada masyarakat internasional. Hal ini sejalan dengan komitmen UIN Bandung dalam mengintegrasikan keilmuan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat untuk melahirkan inovasi yang memberi manfaat luas bagi umat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.