Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Laba BUMN Naik, PTPN Dinilai Jadi Motor Baru Agroindustri Nasional
Selasa, 7 Juli 2026 15:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah pengelolaan Danantara Indonesia mencatatkan pertumbuhan laba sepanjang tahun buku 2025. Selain ditopang sektor perbankan dan energi, peningkatan kinerja juga terlihat di sektor agroindustri, dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan tertinggi.
Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba Rp60,6 triliun. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk meraih laba Rp55,8 triliun, sedangkan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat laba Rp23,6 triliun.
Di sektor energi, PT Pertamina (Persero) membukukan laba sekitar 3,13 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp56,3 triliun. Sementara itu, MIND ID mencatat laba sekitar Rp40 triliun.
Kinerja positif juga ditunjukkan sektor ketahanan pangan. Pupuk Indonesia membukukan laba Rp4,8 triliun, meningkat Rp3,2 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga : Jamin Ginting Resmi Jadi Ketum Asosiasi Advokat Indonesia Nasional Bersatu
Sementara itu, PTPN Group mencatat salah satu pertumbuhan tertinggi dengan laba bersih mencapai Rp6,39 triliun pada tahun buku 2025 atau meningkat sekitar 81 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pengamat agroindustri dan analis kebijakan publik Universitas Andalas, Muhammad Makky, menilai capaian tersebut menunjukkan transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang merata di berbagai sektor.
"Pertumbuhan laba menunjukkan transformasi BUMN menghasilkan fondasi bisnis yang semakin sehat," kata Makky dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7).
Menurutnya, lonjakan laba PTPN menjadi sinyal positif bagi sektor perkebunan nasional. Ia menilai agroindustri kini mulai tampil sebagai salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Baca juga : Pompanisasi Jadi Andalan Menjaga Produksi Pangan
Makky mengatakan, peningkatan laba tersebut bukan sekadar mencerminkan kenaikan keuntungan perusahaan, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan pembenahan tata kelola, efisiensi operasional, integrasi bisnis, dan optimalisasi aset yang dilakukan secara konsisten.
Ia menilai peran PTPN akan semakin strategis seiring percepatan program hilirisasi yang dijalankan pemerintah. Sebagai pengelola komoditas kelapa sawit, tebu, karet, kopi, dan teh, perusahaan dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
"PTPN berada pada posisi yang sangat strategis menjalankan agenda hilirisasi nasional," ujarnya.
Makky menambahkan, penguatan sektor perkebunan juga akan mendukung ketahanan energi nasional. Menurutnya, pengembangan biodiesel B50 dan bioetanol membutuhkan pasokan bahan baku yang berkelanjutan dari sektor hulu.
Baca juga : Pelajar RI Borong Emas Di Olimpiade Bahasa Inggris Internasional Bali
"Ketahanan energi tidak hanya berbicara mengenai kilang atau distribusi energi," katanya.
Ia berharap tren positif kinerja BUMN dapat terus dipertahankan melalui konsistensi transformasi perusahaan, penguatan tata kelola, serta percepatan hilirisasi.
Selain itu, sinergi dengan Danantara Indonesia diyakini mampu meningkatkan kontribusi BUMN terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan agroindustri dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya