Dark/Light Mode

DPD Dukung Pengembangan Bandar Antariksa Nasional Di Pulau Biak

Kamis, 2 Juli 2026 21:02 WIB
Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menerima kunjungan Delegasi Roscosmos Federasi Rusia yang dipimpin Director General Roscosmos Dmitry Bakanov, didampingi Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, di Gedung DPD RI, Jakarta. Foto: DPD RI
Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menerima kunjungan Delegasi Roscosmos Federasi Rusia yang dipimpin Director General Roscosmos Dmitry Bakanov, didampingi Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, di Gedung DPD RI, Jakarta. Foto: DPD RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah persaingan global dalam penguasaan teknologi tinggi, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menegaskan bahwa kerja sama antariksa Indonesia–Federasi Rusia harus menjadi momentum mempercepat kemandirian teknologi nasional sekaligus mendorong transformasi ekonomi daerah.

Salah satu langkah strategisnya adalah pengembangan Bandar Antariksa Nasional di Pulau Biak, Papua, yang diyakini akan menjadi pengungkit investasi, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi baru.

Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Delegasi Roscosmos Federasi Rusia yang dipimpin Director General Roscosmos Dmitry Bakanov, didampingi Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, di Gedung DPD RI, Jakarta.

Ketua DPD RI menyampaikan bahwa kerja sama antariksa Indonesia dan Rusia telah berlangsung sejak lama dan kini memasuki fase yang semakin strategis, terutama melalui rencana pengembangan Bandar Antariksa Nasional di Pulau Biak, Papua.

Baca juga : Dukung Ketahanan Pangan RI, Belarus Siap Pasok Teknologi Pertanian Dan Pupuk

"Kerja sama antariksa bukan hanya tentang peluncuran roket, tetapi tentang membangun masa depan ekonomi, kemandirian teknologi, dan kesejahteraan masyarakat," tegas Ketua DPD RI, didampingi Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai, beserta Pimpinan dan anggota Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI, di Gedung DPD RI, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (2/7/26).

Sultan menjelaskan, Pulau Biak memiliki posisi geografis yang sangat strategis karena berada di dekat garis khatulistiwa sehingga berpotensi menjadi pusat kegiatan antariksa dan industri teknologi tinggi pertama di Asia Tenggara.

Namun, pembangunan tersebut harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di Papua.

Pada pertemuan tersebut, Director General Roscosmos, Dmitry Bakanov, mengapresiasi sambutan dan dukungan dari DPD RI. Menurutnya bidang antariksa sangat khusus dan banyak pencapaian yang telah diraih Rusia saat ini.

Baca juga : Iperindo Dukung Penerapan B50 Industri Perkapalan & Sosialisasi Diperluas

Menurutnya, Roscosmos rencananya akan bertemu dengan beberapa mitra di Indonesia untuk menjalin kerja sama seperti BTIN dan pihak swasta. "Roscosmos Rusia sangat menantikan pembangunan kerja sama di bidang antariksa ini dengan Indonesia," tutur Bakanov.

Bakanov menambahkan, salah satu yang akan didorong adalah, pelatihan antariksawan pertama dari Indonesia, dan pembangunan bandar antariksa. Ia menambahkan, geoposiis indonesia sangat baik dan menjadi salah satu opsinya di Pulau Biak.

Pembangunan Bandar Antariksa Indonesia akan bisa menumbuhkan pembangunan ekonomi juga di daerah.

"Kami akan sangat apresiasi dukungan dan fasilitasi dari DPD RI, untuk bisa mewujudkan pembangunan badan antariksa dan kerja sama pelatihan antariksawan Indonesia ke depannya," ucap Bakanov.

Baca juga : Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi

Ketua DPD RI juga menekankan bahwa teknologi satelit memiliki manfaat langsung bagi daerah, mulai dari perencanaan pembangunan berbasis data, mitigasi bencana, pengelolaan sumber daya alam, ketahanan pangan, pengawasan wilayah perbatasan, hingga perluasan akses internet di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"Pemanfaatan teknologi antariksa harus memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah dan memperkecil kesenjangan antarwilayah," ujarnya.

Di tengah dinamika geopolitik global, Ketua DPD RI menegaskan bahwa Indonesia tetap berpegang pada politik luar negeri bebas dan aktif.

Karena itu, kerja sama dengan Roscosmos dibangun atas dasar kepentingan nasional, saling menghormati, serta manfaat bersama, termasuk dalam transfer teknologi, pengembangan riset, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.