Dark/Light Mode

Kunjungi Peternakan Lapas Karawang, Irfan Hakim Sujud Syukur

Kamis, 23 Juli 2026 07:22 WIB
Presenter Irfan Hakim mengunjungi LASKAR Farm Lapas Kelas IIA Karawang dan melihat langsung program pembinaan warga binaan berbasis peternakan, pertanian, dan ketahanan pangan. Foto: YT/@deHakimStory
Presenter Irfan Hakim mengunjungi LASKAR Farm Lapas Kelas IIA Karawang dan melihat langsung program pembinaan warga binaan berbasis peternakan, pertanian, dan ketahanan pangan. Foto: YT/@deHakimStory

RM.id  Rakyat Merdeka - Ada kalanya sebuah kunjungan justru menjadi ruang perenungan yang mengubah cara pandang tentang kehidupan. Itulah yang dirasakan presenter Irfan Hakim saat mengunjungi LASKAR Farm (Sarana Asimilasi dan Edukasi/SAE) Lapas Kelas IIA Karawang. Datang dengan ketertarikannya pada dunia peternakan, Irfan justru pulang membawa pelajaran tentang makna syukur, harapan, dan kesempatan kedua.

Didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma'ruf Prasetyo, Irfan berkeliling menyaksikan pemanfaatan lahan seluas tujuh hektare. Empat hektare digunakan sebagai area lapas, sementara tiga hektare lainnya dikembangkan menjadi kawasan produktif yang diisi peternakan, pertanian, perkebunan, hingga perikanan.

Sebagai pegiat peternakan, perhatian Irfan semula tertuju pada kandang-kandang ternak. Ia mengamati budidaya ayam KUB, peternakan domba Dorper dan Texel, penggemukan sapi, hingga proses penetasan telur yang dikelola warga binaan.

Namun semakin jauh ia melangkah, semakin luas pula pandangannya. Baginya, yang dibangun di Lapas Karawang bukan sekadar peternakan, melainkan proses membangun kembali manusia.

Irfan melihat warga binaan tidak hanya bekerja di peternakan, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan pembinaan mulai dari pramuka, olahraga, pelatihan keterampilan, barista, kesenian, hingga pembinaan keagamaan. Rutinitas mereka tersusun sejak sebelum Subuh hingga sore hari dengan aktivitas yang produktif.

Baca juga : Kunjungi Pulau Banda, Menteri PU Rencana Bangun Ulang Bandara Bandaneira

Di sela kunjungannya, Irfan juga menyoroti berbagai program yang dijalankan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Saat melihat area persawahan, perkebunan, hingga peternakan yang dikelola warga binaan, ia menilai langkah tersebut implementasi nyata dari 15 Program Aksi Menteri Imipas Agus Andrianto dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang ketahanan pangan.

"Setiap jengkal tanah dimanfaatkan terus. Ini luar biasa. Saya melihat sendiri bagaimana lahan yang tadinya kosong sekarang menjadi sawah, kebun, peternakan, dan semuanya produktif. Ini bukan sekadar pembinaan, tapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan," ujar Irfan, via kanal YouTubenya, Rabu (22/7/2026).

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Menteri Agus yang berhasil mendorong seluruh jajaran pemasyarakatan menjalankan program-program berdampak bagi masyarakat.

"Yang saya lihat hari ini bukan hanya slogan. Programnya benar-benar berjalan. Arahan Pak Menteri Agus Andrianto dan Pak Sekjen Asep Kurnia diterjemahkan menjadi kerja nyata di lapangan. Saya sangat mengapresiasi semangat seluruh petugas yang mampu menghadirkan pembinaan yang produktif sekaligus mendukung program pemerintah," kata Irfan.

Suasana haru semakin terasa ketika Irfan menyaksikan layanan Wartelsus (Warung Telekomunikasi Khusus) yang memungkinkan warga binaan melakukan panggilan video dengan keluarga. Seorang ayah berbincang dengan anaknya yang masih kecil. Dengan mata berkaca-kaca, Irfan menyapa sang anak.

Baca juga : Kejagung Pastikan Profesional Tangani Kasus yang Jerat Eks Jampidsus

"Doakan bapaknya ya. Tungguin bapaknya pulang ya," ucap Irfan.

Momen itu membuat suasana mendadak hening. Air mata tak mampu lagi dibendung. Bagi Irfan, kerinduan keluarga menjadi pengingat bahwa setiap orang tetap memiliki harapan untuk memperbaiki hidup.

Perjalanan berlanjut ke berbagai fasilitas pembinaan lainnya, termasuk rumah ibadah bagi seluruh pemeluk agama, ruang laundry, area olahraga, sawah, kebun, hingga peternakan yang seluruhnya menjadi bagian dari proses pembentukan karakter warga binaan.

Di tengah kunjungan itu, Irfan beberapa kali mengungkapkan rasa syukurnya. Ia mengajak masyarakat untuk tidak merasa lebih baik dari orang lain hanya karena berada di luar tembok penjara.

"Jangan merasa bersih. Bisa jadi kita juga punya banyak kesalahan yang masih Allah tutupi. Mereka sedang menjalani proses memperbaiki diri," ungkapnya penuh haru.

Baca juga : KY Tindak Lanjuti Laporan Kubu Nadiem terhadap 4 Hakim Tipikor

Menurutnya, kebebasan yang dimiliki setiap orang merupakan nikmat yang sering kali terlupakan. Karena itu ia mengingatkan agar kesempatan tersebut digunakan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat.

"Selagi masih diberikan kebebasan, jangan disia-siakan. Syukuri nikmat Allah," pesannya.

Sementara itu, Kalapas Karawang Ma'ruf Prasetyo menegaskan bahwa seluruh program pembinaan yang dijalankan sejalan dengan arahan Menteri Agus.

"LASKAR Farm bukan hanya menghasilkan produk peternakan dan pertanian. Yang paling penting adalah membentuk karakter, tanggung jawab, disiplin, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional sebagaimana menjadi bagian dari Asta Cita pemerintah," ujar Ma'ruf.

Di penghujung kunjungannya, Irfan mengaku membawa pengalaman spiritual yang tak terlupakan. Baginya, hidayah bisa datang dari mana saja, termasuk dari balik tembok lembaga pemasyarakatan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.