Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- ASDP Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem Selat Bali, Keselamatan Layanan Tetap Prioritas
- Laba Bersih BCA Naik Rp 29,5 Triliun, Kredit Tembus 8 Persen di Semester I-2026
- Zinedine Zidane Resmi Tangani Timnas Prancis
- KPK: Dugaan Korupsi di Pemkot Bengkulu Terkait Pengelolaan Limbah Kesehatan
- Kapolda-Pangdam Jaya Sambangi Pangkormar, TNI-Polri Kompak Jaga Jakarta Kondusif
RM.id Rakyat Merdeka - Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menyatakan siap mendukung Panitia Pengusung Tempe Indonesia menuju UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Dukungan tersebut dinilai sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, pemberdayaan perempuan, dan pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis pangan lokal.
Komitmen itu disampaikan Ketua Umum KOWANI periode 2024–2029, Nannie Hadi Tjahjanto, dalam Kick-Off Gerakan Nasional Festival Panen Raya KOWANI untuk Penguatan Ketahanan Pangan Nasional melalui Seminar Nasional yang digelar secara hibrida di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
"KOWANI siap membersamai Panitia Pengusung Tempe Indonesia menuju UNESCO melalui peran, kapasitas, jejaring, dan semangat kolaborasi yang kami miliki. Kami meyakini bahwa tempe bukan sekadar pangan tradisional, tetapi merupakan pengetahuan, budaya, inovasi, dan kearifan bangsa Indonesia yang patut dijaga, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada masyarakat dunia sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku," kata Nannie.
Menurutnya, sebagai federasi organisasi perempuan terbesar di Indonesia, KOWANI memandang dukungan terhadap pengusulan Tempe Indonesia ke UNESCO selaras dengan misi organisasi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Baca juga : WPPKBI dan KOWANI Kompak Perkuat Persatuan Organisasi Perempuan Indonesia
Upaya tersebut diwujudkan melalui pemberdayaan perempuan, diversifikasi dan hilirisasi pangan lokal, penguatan koperasi dan UMKM, serta peningkatan kesejahteraan petani, perajin tempe, dan pelaku usaha pangan.
Nannie mengatakan seminar nasional tersebut juga menjadi wadah memperkuat sinergi lintas sektor. KOWANI mengajak pemerintah, DPR RI, akademisi, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi profesi, koperasi, UMKM, petani, nelayan, organisasi perempuan, komunitas, hingga media membangun ekosistem pangan lokal yang tangguh dan berdaya saing.
Kolaborasi itu, lanjutnya, dilakukan melalui pendekatan Pentahelix, Hexahelix, dan Octahelix agar ketahanan pangan nasional semakin kuat dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, KOWANI juga memberikan apresiasi kepada para narasumber yang dinilai telah memberikan pemikiran strategis terkait penguatan ketahanan pangan nasional. Mereka antara lain Ketua Umum BPP PHRI Haryadi B. Sukamdani, Ketua Umum Forum Tempe Indonesia Hardinsyah, Ketua Umum PB STII sekaligus Ketua Pembina Bina Srikandi Tani Indonesia Fathurrahman Mahfudz, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan Widiastuti, serta Ketua I KOWANI Atiek Sarjana.
Baca juga : Ketua Umum KOWANI Ajak Seluruh Perempuan Indonesia Terus Lestarikan Kebaya
"Berbagai gagasan dan rekomendasi yang disampaikan menjadi masukan yang sangat berharga dalam merumuskan strategi pembangunan ketahanan pangan nasional yang inklusif, adaptif, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Nannie.
Sebagai tindak lanjut, KOWANI akan memperkuat berbagai program strategis melalui edukasi, kampanye pangan lokal, promosi konsumsi pangan bergizi berbasis sumber daya lokal, penguatan kapasitas perempuan, pengembangan kewirausahaan, serta kolaborasi lintas sektor.
Menjelang peringatan 100 tahun KOWANI pada 2028, organisasi tersebut juga terus memperkuat kaderisasi kepemimpinan perempuan melalui Gerakan 1.000 Profesi, 1.000 Sertifikasi, dan 1.000 Solusi. Program itu ditujukan untuk memperluas akses perempuan terhadap peningkatan kompetensi, profesionalisme, sertifikasi, sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi perempuan dan keluarga.
Selain itu, KOWANI juga mengembangkan program KOWANI Goes to UNESCO – Memory of the World sebagai upaya mendokumentasikan dan memperkenalkan sejarah perjuangan perempuan Indonesia kepada masyarakat dunia.
Baca juga : Peluang Pekerja Migran Indonesia Ke Turki Terus Naik
KOWANI berharap dukungan terhadap pengusulan Tempe Indonesia menuju UNESCO dapat memperkuat pengakuan dunia terhadap warisan pengetahuan dan budaya Indonesia, sekaligus mendorong lahirnya kebijakan dan kolaborasi yang mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperluas kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya