Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Denny JA Raih Penghargaan AMA 2026, Bicara Soal Pemimpin Dan Inovasi
Sabtu, 3 Oktober 2026 08:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Denny JA menerima AMA Appreciation Award 2026 dalam ajang AMA Indonesia Conference 2026 di Sanur, Bali, Jumat (2/10/2026).
Penghargaan yang diberikan Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) tersebut diberikan atas kontribusi Denny JA dalam memperluas wawasan strategis PHE, mendorong pengambilan keputusan yang profesional dan bertanggung jawab, serta memperkuat ekosistem pembelajaran dan kepemimpinan perusahaan.
AMA Indonesia Conference 2026 mengangkat tema “From Management to Wealth Creation” yang membahas perubahan makna kepemimpinan korporasi di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat.
Dalam pidatonya, Denny JA mengatakan penghargaan tersebut bukan merupakan puncak perjalanan kepemimpinan, melainkan momentum untuk kembali mempertanyakan makna kepemimpinan korporasi.
Ia mengajak para peserta menjawab pertanyaan mengenai hal yang paling dibutuhkan zaman, manusia, dan lingkungan saat ini yang dapat diberikan oleh organisasi yang dipimpin.
Menurut dia, pertanyaan tersebut menjadi defining question atau pertanyaan mendasar yang menentukan arah organisasi dan keputusan seorang pemimpin.
Denny JA kemudian mencontohkan perkembangan SpaceX yang didirikan Elon Musk sebagai gambaran bagaimana wealth creation tidak hanya berkaitan dengan besarnya kekayaan, tetapi juga penciptaan nilai baru.
Ia menilai pengembangan teknologi roket yang dapat digunakan kembali telah mengubah logika industri peluncuran luar angkasa dan membuka kemungkinan baru bagi berkembangnya ekonomi ruang angkasa.
Baca juga : Denny JA Foundation Latih Mahasiswa UPH Menulis Puisi Esai
“Kadang-kadang kekayaan justru lahir karena seseorang menciptakan kemungkinan baru, menjawab kebutuhan baru, sekaligus membangun pasar yang sebelumnya bahkan belum tersedia,” ujarnya.
Denny JA juga menyinggung perkembangan Starlink yang tumbuh dari ekosistem SpaceX melalui jaringan internet berbasis satelit orbit rendah Bumi.
Menurut dia, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa wealth creation pada dasarnya dimulai dari kemampuan melihat kebutuhan yang belum terjawab dan mengubahnya menjadi nilai melalui teknologi, keberanian, serta inovasi.
Dalam konteks PHE, ia mengatakan pertanyaan serupa menjadi dasar untuk melihat kebutuhan Indonesia terhadap perusahaan hulu migas tersebut.
Ia mengakui dirinya datang ke PHE bukan dari latar belakang industri energi, melainkan membawa pengalaman kepemimpinan dan manajemen dari berbagai bidang usaha.
Karena itu, kata dia, pertanyaan yang dibawa ke PHE bukan semata-mata persoalan teknis, tetapi bagaimana perusahaan dapat memberikan nilai yang lebih besar bagi ketahanan energi Indonesia.
Denny JA menyebut terdapat dua hal yang perlu berjalan bersama, yakni meningkatkan produksi energi dan memperkuat institusi agar keputusan bisnis dapat diambil secara profesional dan bertanggung jawab.
Di sisi produksi, PHE mencanangkan aspirasi “1M29”, yakni target produksi satu juta barel minyak per hari pada 2029.
Baca juga : Refleksi Kinerja Bawaslu di Penghujung Periode Kepemimpinan
Ia mengatakan pencapaian target tersebut membutuhkan eksplorasi, pemanfaatan teknologi, optimalisasi lapangan eksisting, serta berbagai terobosan untuk menemukan sumber pertumbuhan produksi baru.
Selain memperkuat produksi domestik, PHE juga mengembangkan strategi “PHE Goes Global” melalui peluang merger dan akuisisi secara selektif di luar negeri.
Langkah tersebut, menurut dia, dapat membuka peluang memperoleh sumber produksi internasional untuk turut memperkuat ketahanan energi Indonesia.
“Jika kebutuhan bangsa melampaui kemampuan sumber daya domestik, korporasinya harus mempunyai keberanian, kapasitas, dan visi untuk mencari peluang ke dunia,” katanya.
Di sisi lain, Denny JA menilai peningkatan produksi harus diikuti dengan penguatan tata kelola dan kualitas pengambilan keputusan di lingkungan perusahaan.
Menurut dia, industri hulu migas memiliki tingkat ketidakpastian tinggi karena tidak semua kegiatan eksplorasi menghasilkan temuan minyak dan gas yang ekonomis untuk diproduksi.
Karena itu, ia menilai kegagalan bisnis tidak semestinya secara otomatis dipandang sebagai kesalahan hukum apabila keputusan tersebut telah diambil secara profesional, berdasarkan informasi yang memadai, tanpa konflik kepentingan, dan sesuai tata kelola.
Ia mendorong penguatan ekosistem Business Judgment Rule (BJR) untuk memberikan kepastian bagi pengambilan keputusan bisnis yang profesional dan bertanggung jawab.
Baca juga : Di SMA Labschool, Perwira Inspiratif Ini Beberkan Rahasia Kepemimpinan
“Harus ada mekanisme kredibel untuk membedakan kerugian akibat korupsi dengan kerugian akibat risiko bisnis yang sah,” ujarnya.
Denny JA menegaskan korupsi harus tetap ditindak, tetapi keputusan bisnis yang dibuat dengan itikad baik, informasi memadai, tanpa konflik kepentingan, dan melalui tata kelola yang benar perlu mendapatkan perlindungan sesuai prinsip BJR.
Ia mengatakan perusahaan besar membutuhkan integritas sekaligus keberanian untuk mengambil keputusan agar inovasi dan penciptaan nilai dapat terus berjalan.
Dalam konteks tersebut, Denny JA menyebut PHE bersama lembaga akademik mengambil inisiatif mengusulkan pembentukan Dewan Business Judgment Rule melalui undang-undang.
Menurut dia, kepemimpinan korporasi pada era perubahan teknologi tidak cukup hanya menjaga perusahaan, tetapi juga harus mampu menciptakan kemungkinan baru, membuka ruang pertumbuhan, dan membangun institusi yang memungkinkan inovasi terus berlangsung.
“Pemimpin harus menjadi pencipta kemungkinan, mampu membaca kebutuhan yang belum terjawab, membuka ruang pertumbuhan baru, dan membangun institusi yang memungkinkan inovasi terus hidup,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya