Dark/Light Mode

Denny JA Foundation Latih Mahasiswa UPH Menulis Puisi Esai

Kamis, 24 September 2026 21:55 WIB
Foto: Ist
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 30 mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Teachers College Universitas Pelita Harapan (UPH) mengikuti pelatihan penulisan puisi esai untuk mengembangkan kemampuan literasi sekaligus kepekaan terhadap persoalan kemanusiaan.

Pelatihan bertema "Dari Calon Guru, Tumbuh Generasi Penulis" tersebut diselenggarakan Denny JA Foundation bersama mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Teachers College UPH di kampus UPH, Tangerang, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan dikoordinasikan Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Teachers College UPH Pitaya Rahmadi dan Direktur Denny JA Foundation Nita Lusaid selaku fasilitator.

Baca juga : 8 Buku Puisi Esai Denny JA Terbit Dalam Bahasa Inggris

Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut yakni pengajar sekaligus penyair Dhenok Kristianti dan Ketua Koordinator Puisi Esai Indonesia Monica JR. Dhenok juga mendampingi peserta dalam pengembangan karya sebagai mentor dan editor.

Sebelum memperkenalkan teknik penulisan puisi esai, Monica membacakan karya Denny JA berjudul "Jangan Bully Aku, Aku Bisa Buat Bom" yang mengangkat persoalan perundungan di lingkungan sekolah.

Pembacaan karya tersebut dimaksudkan untuk mengajak mahasiswa calon guru memahami luka anak-anak yang mengalami perundungan serta pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif.

Baca juga : Denny JA Rilis 8 Buku Puisi Esai Tentang Luka Sejarah

Melalui pelatihan itu, mahasiswa didorong untuk lebih peka terhadap anak-anak yang tersisih, mengenali persoalan yang kerap tersembunyi, mendengarkan suara siswa, serta membangun ruang belajar yang membuat setiap anak merasa diterima.

Dalam kegiatan tersebut, puisi esai diperkenalkan sebagai genre sastra yang memadukan fakta, imajinasi, dan bahasa puitik untuk mengangkat pengalaman manusia serta persoalan sosial.

Peserta juga mempelajari cara menggali ide, melakukan riset sederhana, menentukan tokoh dan konflik, hingga mengolah fakta menjadi narasi puitik.

Baca juga : Denny JA Raih BRICS Award for Literary Innovation

Praktik menulis dan pemberian umpan balik menjadi bagian dari pelatihan dengan penekanan pada akurasi fakta serta penghormatan terhadap martabat subjek yang diangkat dalam karya.

Program pendampingan direncanakan berlanjut melalui pertemuan daring menggunakan Zoom dan grup WhatsApp. Karya peserta yang memenuhi standar kurasi dan penyuntingan selanjutnya direncanakan dihimpun dalam antologi digital dan diproses untuk memperoleh ISBN.

Melalui program tersebut, para calon guru diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan menulis, tetapi juga membawa kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan dan kecintaan terhadap sastra ke ruang kelas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.