Dark/Light Mode

Buku Puisi Esai Denny JA Akan Diterjemahkan Ke-35 Bahasa

Senin, 13 Juli 2026 20:34 WIB
Denny JA. (Foto: Ist)
Denny JA. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Buku puisi esai karya Denny JA akan diterjemahkan ke dalam 35 bahasa dalam proyek yang disebut sebagai salah satu penerjemahan karya sastra Indonesia dengan jangkauan bahasa terluas hingga saat ini.

Penerbit CBI, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin, menyampaikan proyek tersebut merupakan tindak lanjut setelah Denny JA menerima BRICS Award 2025 untuk kategori Inovasi Sastra.

Direktur Utama Penerbit CBI Ari Nugroho mengatakan, semula muncul gagasan dari panitia BRICS Award agar karya puisi esai Denny JA diterjemahkan ke bahasa negara-negara anggota BRICS. Namun, rencana itu kemudian berkembang menjadi proyek yang mencakup 35 bahasa.

“Bagi kami, penerjemahan bukan sekadar memindahkan kata-kata dari satu bahasa ke bahasa lain. Penerjemahan adalah cara memperluas empati antarmanusia,” kata Ari dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

Dari delapan buku puisi esai Denny JA yang telah tersedia dalam bahasa Inggris, buku berjudul Yang Menggigil dalam Arus Sejarah dipilih karena mengangkat tema-tema kemanusiaan yang dinilai bersifat universal.

Baca juga : 8 Buku Puisi Esai Denny JA Terbit Dalam Bahasa Inggris

Buku tersebut memuat 15 puisi esai yang mengangkat berbagai peristiwa sejarah dunia, antara lain Perang Dunia I, Flu Spanyol, Revolusi Rusia, bom atom Hiroshima, Pembantaian Nanking, Revolusi Prancis, perbudakan di Amerika Serikat, Holocaust, Ghetto Warsawa, kelaparan besar di bawah pemerintahan Mao Zedong, Revolusi Kebudayaan Tiongkok, hingga tragedi boat people Vietnam.

Menurut penerbit, karya tersebut menempatkan korban-korban sejarah sebagai tokoh utama, bukan para penguasa atau pemenang perang.

“Sejarah biasanya mengingat para pemenang. Sastra mengingat mereka yang nyaris dilupakan,” demikian keterangan Penerbit CBI.

Penerbit menilai keunikan buku itu terletak pada bentuk puisi esai yang memadukan puisi naratif dengan catatan kaki berbasis fakta sejarah sehingga pembaca tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dapat merasakan pengalaman emosional para tokohnya.

“Sejarah menjelaskan apa yang terjadi. Puisi membantu kita merasakan bagaimana rasanya berada di dalam peristiwa itu,” ujar Ari.

Baca juga : Budiman: Mahasiswa Jangan Dibenturkan Dengan Ekonomi Kerakyatan

Salah satu puisi dalam buku tersebut mengisahkan keluarga Nguyen, pengungsi Vietnam yang menempuh perjalanan berbahaya melintasi Laut Cina Selatan demi mencari kehidupan yang lebih aman.

Menurut penerbit, kisah-kisah semacam itu diharapkan mampu membangun empati lintas budaya karena menghadirkan pengalaman manusia yang dapat dipahami pembaca dari berbagai negara.

Proyek penerjemahan akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama telah selesai untuk enam bahasa utama dunia, yakni Inggris, Prancis, Spanyol, Arab, Rusia, dan Mandarin.

Selanjutnya, tahap kedua akan memperluas penerjemahan ke 29 bahasa lain di kawasan Asia, Afrika, Eropa, Amerika Latin, dan Oseania dengan target penyelesaian pada akhir 2027.

Setelah seluruh proses selesai, Yang Menggigil dalam Arus Sejarah akan tersedia dalam 35 bahasa dan seluruh edisi digitalnya akan dipublikasikan secara terbuka melalui Google Books agar dapat diakses pembaca dari berbagai negara.

Baca juga : Audi Marisa, Rayakan Ultah Ke-31 Sendirian

Untuk merealisasikan proyek tersebut, Penerbit CBI bekerja sama dengan sejumlah lembaga penerjemahan serta pihak BRICS di Indonesia yang dikoordinasikan oleh Sastri Bakry sebagai koordinator Indonesia untuk inisiatif BRICS Literary Innovation.

Sementara itu, Denny JA mengatakan bahwa tujuan utama proyek tersebut bukan sekadar memperluas jangkauan pembaca.

“Tiga puluh lima bahasa bukanlah tujuan akhir. Yang ingin saya sebarkan bukan sekadar puisi, melainkan kemampuan manusia untuk ikut merasakan penderitaan manusia lain,” ujar Denny JA.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.