Dewan Pers

Dark/Light Mode

Divonis 10 Tahun Penjara

Shock, Mantan Ibu Negara Malaysia Nangis Bombay

Sabtu, 3 September 2022 08:32 WIB
Mantan Ibu Negara Malaysia Rosmah Mansor menangis
Divusai mendengar putusan hakim terhadap kasusnya. (Foto Bernama)
Mantan Ibu Negara Malaysia Rosmah Mansor menangis Divusai mendengar putusan hakim terhadap kasusnya. (Foto Bernama)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Ibu Negara Malaysia Rosmah Mansor, istri mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak dinyatakan bersalah atas kasus korupsi oleh Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (1/9). Dia divonis 10 tahun penjara dan denda sebesar 970 juta ringgit atau sekitar Rp 3,2 triliun.

Dilansir Channel News Asia, Rosmah (70) didakwa meminta uang suap 187,5 juta ringgit (Rp 623 miliar) dari kontraktor Saidi Abang Samsudin pada 2016 dan 2017 agar perusahaannya, Jepak Holdings dapat mengamankan proyek Pemerintah senilai 1,25 miliar ringgit. Proyek itu untuk memasok energi surya ke 369 sekolah pedesaan di negara bagian Sarawak.

Mendengar putusan hakim utama, Rosmah pun terlihat terisak dan meminta simpati tim hakim untuk memberikan keringanan hukuman padanya. Dengan alasan, dia menjadi kepala rumah tangga setelah sang suami, dijebloskan ke penjara atas kasus korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Sayangnya, upaya Rosmah untuk mendapatkan simpati tidak membawa efek yang diinginkan. Netizen negeri jiran bahkan mencibir sikap Mansor yang dinilai tidak tahu malu.

“Hidup foya-foya dengan harta rakyat. Sekaramg minta diampuni? Kemana otakmu Rosmah,” sindir salah satu netizen di Twitter @ZuhairZul.

Berita Terkait : Pengusaha Kok Gak Mau Bantu Negara?

“Resmi sudah. Rosmah Mansor bergabung ke klub penjara. Selamat,” sahut netizen lainnya di @FabriRahman.

Akun @Zahlok mengatakan, Rosmah sudah menjadi istri yang baik karena menyusul Najib ke balik bui. “Najib pasti terharu melihat kehadiran Rosmah. Ini gambaran pasangan setia sampai akhir,” ujar akun tersebut.

Berbagai sindiran dari netizen ini menggambarkan ketidaksukaan rakyat Malaysia pada mantan ibu negara mereka.

Memang sudah bukan rahasia umum lagi kalau Rosmah adalah sosok yang hobi mengoleksi barang mewah dan berjalan-jalan ke luar negeri hanya untuk memburu barang super mahal. Para kartunis di sejumlah media massa dan online kerap membandingkan kolektor tas bermerek Hermes miliknya dengan mantan Ibu Negara Filipina Imelda Marcos, yang terkenal gemar mengoleksi sepatu-sepatu mahal dan bermerek.

Lahir pada 10 Desember 1951, Rosmah adalah anak tunggal dari seorang kepala sekolah dan ibu yang berprofesi guru, di negara bagian Negeri Sembilan. Dia menikah dengan Najib pada 1987 dan dianugerahi dua orang anak.

Berita Terkait : DKI Buka Pendaftaran Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul

Saat Najib menjadi PM Malaysia pada 2009, berbagai berita bermunculan mengenai Rosmah yang mulai menikmati berbagai kelebihan sebagai ibu negara. Di tahun kedua Najib memimpin, Rosmah jadi berita utama karena membentuk unit baru di bawah kantor perdana menteri yang dikenal sebagai “FLOM”, singkatan untuk First Lady Of Malaysia (Ibu Negara Malaysia).

Departemen itu konon ditugaskan menangani kebutuhan operasional Rosmah. Banyak kritikus mengecam kehadiran unit baru itu. Seorang penulis portal berita Malaysia Today pernah sempat mempertanyakan: “Apa yang ingin dia lakukan dengan unit itu? Menguasai negara?”

Kecintaannya pada tas Birkin Hermes terungkap setelah penggerebekan pada 2018 di mana polisi menyita lebih dari 500 tas tangan dan 12.000 perhiasan yang diperkirakan bernilai 270 juta dolar AS atau sekitar Rp 4 triliun. Polisi menggambarkan penyitaan itu sebagai pencapaian terbesar tim penyidik dalam sejarah Malaysia.

Penggerebekan tersebut menarget 12 lokasi, termasuk rumah keluarga dan apartemen Najib di kondominium kelas atas di Kuala Lumpur, sebagai bagian dari penyelidikan pelanggaran pidana yang melibatkan dana negara 1MDB.

Bahkan upaya Rosmah untuk mendekati para pemilih pun menjadi bumerang. Ketika pemerintah Najib menerapkan pajak barang dan jasa pada 2015, dia berbicara tentang bagaimana dia juga harus mengatasi kenaikan harga, secara tidak sengaja mengungkapkan dia membayar 500 ringgit atau Rp1,6 juta untuk memperbaiki baju kurung dan 1.200 ringgit (Rp 4 juta) untuk menata rambutnya. Padahal upah minimum bulanan pada saat itu adalah 900 ringgit atau sekitar Rp 2,9 juta.

Berita Terkait : Farel Bikin Ibu Negara, Prabowo & Peserta HUT Kemerdekaan Berjoget

Kini, meski telah divonis namun Rosmah belum akan masuk penjara karena dalam putusannya hakim mengizinkan penundaan penahanan sambil menunggu proses banding. Rosmah meminta pengadilan untuk menunjukkan rasa manusiawi pada dirinya.

“Saya adalah korban dari semua ini. Mereka telah melakukan ini pada suami saya. Saya sangat sedih dengan apa yang terjadi hari ini,” ujar Rosmah.

Dalam tanggapannya usai dinyatakan bersalah, Rosmah membahas soal kontribusi yang diberikannya untuk negara.

“Saya pernah menjadi Ibu Negara, dan saya memulai Permata,” tutur Rosmah, merujuk pada program Permata untuk pendidikan usia dini di Malaysia. ■