Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Selama Sidang Trump Irit Bicara, Dijatuhkan 34 Dakwaan Kriminal

Rabu, 5 April 2023 14:05 WIB
Donald Trump saat sidang di Pengadilan Kriminal New York. (Foto Timothy A.Clary/Pool/AP)
Donald Trump saat sidang di Pengadilan Kriminal New York. (Foto Timothy A.Clary/Pool/AP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang mantan dan calon Presiden Amerika Serikat muncul di Pengadilan Kriminal New York sebagai terdakwa kriminal.

Donald Trump menyerahkan diri kepada pihak berwenang Selasa (4/4) waktu AS atau Rabu (5/4) WIB setelah didakwa kasus krimimal terkait pembayaran uang tutup mulut untuk bintang film porno Stormy Daniels 130.000 dolar AS atau sekitar Rp 2 miliar pada 2016, menjelang Pilpres AS.

Menurut dua pejabat penegak hukum kepada  Associated Press, Trump yang tidak diborgol itu diambil sidik jarinya. Tapi ia tidak difoto.

Ketika memasuki ruang sidang, ia sempat melihat ke arah kerumunan media. Tetapi, ia tidak berhenti untuk berbicara kepada wartawan.

Di dalam ruang sidang, Trump duduk di meja pembelaan dengan didampingi pengacaranya. Dia melihat ke arah para jurnalis foto yang diizinkan sebentar masuk ke dalam ruang sidang untuk mengambil fotonya.

Trump mengenakan jas biru tua dan dasi merah. Ia datang ke pengadilan sebagai bentuk penyerahan diri dan mendengar dakwaan yang dijatuhkan dewan juri. Sebelum dibacakan, jaksa penuntut membuka segel dakwaan, kemudian memperlihatkan kepada Trump, pengacaranya, pada kesempatan pertama.

Baca juga : Sertijab Menpora, Dito Mau Buktikan Anak Muda Bisa Memimpin

Jaksa distrik Manhattan Alvin Bragg menjerat Trump dengan 34 dakwaan pidana terkait pembayaran uang tutup mulut kepada Daniels semasa kampanye pilpres 2016. Trump juga didakwa telah merekayasa keuangan perusahaannya demi menutupi hubungan seksual keduanya yang terjadi pada 2006.

Mantan pengacara Trump, Michael Cohen, mengakui bahwa dirinya yang mengatur pembayaran terhadap Daniels. Cohen telah menjalani hukuman di penjara federal setelah mengaku bersalah pada tahun 2018 atas penghindaran pajak dan pelanggaran dana kampanye sehubungan dengan pembayaran suap terhadap Daniels.

Selama persidangan, Trump irit bicara. Ia hanya mendengarkan dakwaan sambil sesekali mengangkat bahu dan wajah terlihat kesal. Kandidat presiden Pilpres AS 2024 itu hanya bicara singkat, mengatakan kepada hakim, "tidak bersalah" atas 34 dakwaan kejahatan tersebut. Suara Trump terdengar lantang.

Hakim Juan Merchan yang menangani kasus ini,  memperingatkan Trump untuk menghindari membuat komentar yang menghasut atau dapat menyebabkan kerusuhan. Jika terbukti bersalah atas salah satu dari 34 dakwaan kejahatan, Trump dapat menghadapi hukuman maksimal empat tahun penjara, namun kemungkinan besar ia akan dijatuhi hukuman yang lebih ringan.

Trump tidak memberikan komentar ketika ia meninggalkan pengadilan. Usai menjalani persidangan sekitar satu jam, ia langsung terbang ke Florida. 

Pengacara Trump, Todd Blanche, mengatakan dalam persidangan bahwa Trump "benar-benar frustrasi, kesal, dan percaya bahwa ada ketidakadilan yang besar yang terjadi" di ruang sidang.

Baca juga : SIM Keliling Bogor 4 April Hadir Di Radar Bogor Yasmin

Trump akan kembali ke pengadilan Desember mendatang, tetapi pengacaranya meminta agar ia tidak menghadiri sidang tersebut secara langsung karena keamanan luar biasa yang diperlukan untuk menghadirkannya.

Jaksa penuntut meminta hakim untuk menetapkan sidang pada Januari,  beberapa minggu sebelum pemungutan suara pertama pada pemilihan pendahuluan calon presiden dari Partai Republik tahun 2024. Pengacara Trump meminta agar sidang diundur hingga musim semi. Hakim tidak segera menetapkan tanggal.

Sebelum ia hadir di pengadilan, Trump membuat unggahan di jaringan media sosialnya. "Daerah yang sangat didominasi Partai Demokrat itu merupakan tempat yang sangat tidak adil. Ini bukan yang seharusnya diharapkan di Amerika," tulisnya dalam huruf besar. 

Mantan Presiden ke-45 AS itu menyebut kasus yang tengah dihadapinya bermotif politik.

Tampil di depan beberapa ratus pendukungnya di kediamannya di Florida, Mar-a-Lago, Selasa malam, Trump mengulangi pernyataannya bahwa penyelidikan tersebut bermotif politik.

"Satu-satunya kejahatan yang telah saya lakukan adalah tanpa rasa takut membela negara kita dari mereka yang berusaha menghancurkannya," pungkas Trump.

Baca juga : Sambut Ramadan, Campina Berbagi Ribuan Paket Takjil

Bragg, yang berbicara di depan umum untuk pertama kalinya sejak dakwaan Trump dijatuhkan pekan lalu, mengatakan, skema uang tutup mulut merupakan kejahatan berat di negara bagian New York. 

"Tidak peduli siapa pun anda, kami tidak bisa dan tidak akan menormalkan perilaku kriminal yang serius," kata Bragg.

Jaksa dari Partai Demokrat tersebut mengatakan bahwa catatan bisnis yang akurat, penting di mana pun, terutama di Manhattan, karena merupakan pusat keuangan dunia.***

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.