Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jokowi Sambut Hangat Timor Leste
Selamat Bergabung Di Keluarga ASEAN
Kamis, 11 Mei 2023 05:25 WIB
Sebelumnya
Menurut Ruak, kehadiran delegasi Timor Leste merupakan kesempatan luar biasa berpartisipasi dalam KTT ASEAN ke-42. Matan Ruak yang mengenakan setelan jas hitam dan sepatu berwarna senada mengatakan, penerimaan ini menjadi bab dan sejarah baru bagi negaranya.
“Indonesia memiliki peran penting untuk keanggotaan Timor Leste. Indonesia menurutnya telah memberikan dukungan penuh terhadap eks provinsi ke 27 Indonesia itu,” ungkap Matan Ruak.
Selain itu, dia menilai, Kamboja berperan dalam keikutsertaan Timor Leste di ASEAN. Matan Ruak menegaskan, negaranya akan segera memenuhi kriteria untuk menjadi anggota penuh ASEAN.
Baca juga : Pemerintah Diminta Kaji Ulang Bantu Timor Leste Jadi Anggota ASEAN
“Dan pertemuan ini berjalan sudah lama dan dengan langkah-langkah yang telah kami lakuan, kami berada di sini dan kita akan memenuhi seluruh kewajiban kita untuk menjadi anggota penuh ASEAN,” ujarnya.
Matan Ruak menekankan, negaranya berkomitmen untuk mendukung dan menjalankan kebijakan sesuai dengan aturan di organisasi ASEAN. Dalam menciptakan suatu masyarakat bersama, Timor Leste berkomitmen untuk mendukung tujuan ASEAN yang transparan, dan inklusif. Serta menciptakan arsitektur kawasan-kawasan yang berdasarkan peace and security.
Para kepala negara ASEAN mulai berdatangan ke lokasi pertemuan sekitar pukul 08.00 waktu setempat, kemarin. Sebelum sesi pertemuan dibuka, para pemimpin berfoto bersama. Selanjutnya, para pemimpin menuju ruang rapat.
Baca juga : Besok, Jokowi Pimpin Sejumlah Pertemuan KTT Ke-42 ASEAN
KTT ASEAN kali ini berjalan tanpa kehadiran PM Thailand Prayut Chan-o-Cha karena berpartisipasi dalam pemilihan umum yang digelar pada 14 Mei mendatang. Prayuth bersaing dengan calon oposisi, yakni Paetongtarn Shinawatra dan Pita Limjaroenrat.
Delegasi Thailand dipimpin Wakil PM sekaligus Menteri Luar Negeri (Menlu) Don Pramudwinai. Pemimpin negara ASEAN lain yang juga tidak hadir adalah dari Myanmar. Ketidakhadiran pemimpin Myanmar sejalan dengan sikap ASEAN yang selama ini telah mengecualikan Pemerintah junta militer Myanmar dalam pertemuan-pertemuan tingkat tinggi organisasi kawasan tersebut.
“Ini sesuai keputusan para leaders ASEAN,” kata Menlu Retno Marsudi. Keputusan itu ditetapkan karena militer dianggap gagal menerapkan Konsensus Lima Poin. Yakni sebuah rencana perdamaian yang diinisiasi para pemimpin ASEAN pada April 2021 guna membantu mengakhiri konflik di Myanmar.
Baca juga : Menkominfo Sambut Kedatangan PM Timor Leste Taur Matan Ruak
Konsensus Lima Poin menyerukan penghentian kekerasan, dialog dengan semua pemangku kepentingan, menunjuk utusan khusus untuk memfasilitasi mediasi dan dialog, mengizinkan ASEAN untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Myanmar, serta mengizinkan utusan khusus ASEAN untuk mengunjungi dan bertemu dengan pemangku kepentingan di Myanmar. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya