Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
ASEAN Intercultural Interreligious and Dialogue Conference
Indonesia Berperan Aktif Promosikan Persatuan
Selasa, 8 Agustus 2023 06:48 WIB
Sebelumnya
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf menjelaskan, masyarakat di lingkungan ASEAN sebenarnya mewarisi sebuah peradaban yang sama. Yakni, peradaban yang telah tumbuh sejak abad ke-3 Sebelum Masehi. Warisan tersebut, kata ulama yang kerap disapa Gus Yahya itu, yakni masyarakat ASEAN memiliki suatu ciri utama, berupa nilai-nilai toleransi dan nilai-nilai harmoni.
Dia bilang, penyelenggaraan ASEAN IIDC 2023 yang diinisiasi organisasinya, sebagai awal memulai konsolidasi konstituensi peradaban yang besar. Yang bisa mendorong tumbuhnya harmoni serta toleransi dan perdamaian.
Lebih lanjut, Gus Yahya menuturkan, ASEAN IIDC tahun ini ingin berkontribusi dengan gagasan yang bisa mendukung agenda ASEAN tahun ini.
“Dengan wacana tentang upaya menjadikan ASEAN sebagai epicentrum of peace tolerance and harmony,” tegasnya.
Baca juga : SEA VLeague 2023, Timnas Voli Indonesia Juara Pekan Pertama
Sementara, Presiden Jokowi meyakini, ASEAN dapat menjadi teladan toleransi dan persatuan. “ASEAN harus menjadi jangkar perdamaian dunia,” tandas nya.
Mantan Gubernur DKI itu menyoroti hasil temuan Global Peace Index 2023 yang menunjukkan, konflik global makin marak. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya negara yang terlibat konflik dari 58 negara pada 2008 menjadi 91 negara pada saat ini.
Angka kematian akibat konflik global pun meningkat menjadi 238 ribu jiwa. Dampak kerugian ekonomi juga naik 17 persen menjadi 17,5 triliun dolar AS (sekitar Rp 265.650 triliun) atau setara dengan 13 persen dari GDP global.
Semangat Keagamaan
Di bidang keagamaan, masyarakat dunia mulai tidak percaya suatu agama, bahkan tidak mengakui Tuhan. Survei dari Ipsos Global Religion 2023 terhadap 19.731 orang dari 26 negara di dunia menunjukkan, 29 persen menyatakan mereka agnostik dan ateis. Di tengah situasi tersebut, Jokowi meyakini, masyarakat ASEAN justru memiliki semangat keagamaan yang makin meningkat.
Baca juga : Gerindra Tegaskan Bangun Indonesia Butuh Banyak Kekuatan Politik
“Indonesia misalnya, adalah negara yang masyarakatnya paling percaya Tuhan dan angkanya tertinggi di dunia,” terang Jokowi.
Menurut Pew Research Center, 96 persen responden di Indonesia meyakini bahwa moral yang baik ditentukan kepercayaan kepada Tuhan. Mantan Wali Kota Solo itu mengklaim, negara-negara ASEAN, antara lain Indonesia, telah berhasil mempertahankan tradisi toleransi.
Di tengah keberagaman budaya dan agama, menurutnya, Indonesia mampu terus menjaga kerukunan dan mengelola keragaman etnisitas, suku, budaya, agama, dan kepercayaan.
“Saya yakin, masyarakat ASEAN mampu menjadi katalisator perdamaian dunia, mampu menjadi a caring and sharing community, bukan hanya menjadi epicentrum of growth. Tetapi juga menjadi epicentrum of harmony yang menjaga stabilitas kawasan dan perdamaian dunia,” katanya.
Baca juga : Zulhas: Berbanggalah, Indonesia Bisa Jadi Negara Kekuatan Ekonomi Besar Di Dunia
Konferensi ASEAN IIDC 2023 menghadirkan para pemuka agama dari negara-negara ASEAN Plus. Ada lebih dari 200 peserta yang ikut dalam konferensi tersebut.
ASEAN IIDC merupakan inisiasi PBNU bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri. Forum ini adalah bagian dari penyelenggaraan KTT ASEAN yang akan digelar pada 5-7 September 2023 di Jakarta.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya