Dark/Light Mode

Perkuat Kerja Sama Indonesia-Rusia

Ketua MN KAHMI Hadiri Kongres Internasional WYF Di Moskow

Sabtu, 13 Juli 2024 06:22 WIB
Ketua Majelis Nasional KAHMI Bidang Hubungan Internasional Tantan Taufik Lubis  dan Director General of WYF Daniil Bisslinger. (Foto : Ist)
Ketua Majelis Nasional KAHMI Bidang Hubungan Internasional Tantan Taufik Lubis dan Director General of WYF Daniil Bisslinger. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Demi menguatkan persahabatan Indonesia dan Rusia, Ketua Majelis Nasional KAHMI Bidang Hubungan Internasional Tantan Taufik Lubis menghadiri Kongres Internasional WYF Directorate yang dilaksanakan oleh Movement of The First dan Youth Agency Russian Federation di Rusia pada 6 sampai 12 Juli 2024.

Kongres internasional yang dihadiri delegasi lebih dari 100 negara di dunia ini bertujuan untuk penguatan organisasi, evaluasi program dan restruktrurisasi serta mengokohkan country representative untuk World Youth Festival selanjutnya.

Kehadiran Tantan yang juga Ketua NYC Indonesia bagian dari ikhtiar memperkuat hubungan kerjasama Indonesia dan Rusia yang sudah terjalin erat.

Baca juga : Jatim Launching Population Clock pada Peringatan Hari Keluarga Nasional

"Diplomasi Pemuda adalah Platform dan Intrumen yang tepat untuk menjaga dan meningkatkan hubungan antara indonesia dan russia," jelas Tolub, sapaannya, dalam keterangannya, Jumat (12/7). 

Dalam sejarahnya, menurut Ketua Umum DPP KNPI ini, Indonesia dan Rusia memiliki hubungan sangat baik.

Tidak hanya sekedar relasi bisnis dan politik, persahabatan erat telah berlangsung selama 79 tahun sejak 1945, terlebih di era Presiden Indonesia Soekarno dan Presiden Uni Soviet Nikita Khrushchev.

Baca juga : PERMAI Penang Gelar Diplomasi Sepakbola

"Kami ingin melanjutkan legacy baik dari founding father bangsa indonesia Soekarno base on politik bebas aktif sebagai kompas gerakan diplomasi Indonesia, yang senantiasa membangun komunikasi dan hubungan dengan bangsa bangsa lainnya di dunia," kata Tantan yang juga Wakil Ketua Komite Kamar Dagang dan Industri Indonesia.

Sementara itu, Director General of WYF Daniil Bisslinger mengatakan Kerjasama Pemuda Internasional harus berdasar kepada prinsip kesetaraan, penghormatan dan kesamaan benefit.

"'International youth Cooperation based of The Principle on equality and mutual benefit'. Inilah prinsip dasar yang harus kita miliki bersama dan implementasikan," kata Daniil dalam.

Baca juga : Road to ICFBE 2024, Presuniv Bakal Gelar Konferensi Internasional 2 Kota Di Filipina

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Hubungan International WYF Directorate Yulya Motyakina mempresentasikan area kerja WYF yang meliputi 16 isu kunci, meliputi soal Pendidikan, Ekonomi Kreative, Civil Society, Managemen, Industry, Kesenian.

Isu lain soal Nilai Tradisional, Proteksi Multipolar Tatanan Dunia Baru, Pertanian, Wisata/ Turis, Media, Teknologi Science, Entrepreneurship, Sport, Healthy dan Ekologi.

"Tentu ke depannya akan semakin banyak kerjasama yang akan kita lakukan," tegas Yulya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.