Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Popularitas Joe Biden semakin kempes alias merosot pasca debat perdana calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS) pada 27 Juni lalu. Namun, capres incumbent berusia 81 tahun itu tidak akan mundur dari pencalonan.
Pasca debat perdana, desakan agar Biden mengundurkan diri dari pencapresan mengalir deras.
Biden dianggap memiliki kekurangan dan masalah kesehatan karena sudah tua. Biden diragukan bisa menjalankan tugas menjadi Presiden.
Baca juga : KPK Periksa Maraton 30 Saksi Di Surabaya
“Jika dokter mengatakan bahwa saya memiliki kondisi medis yang buruk, maka saya akan mempertimbangkan mundur,” kata Biden dalam wawancaranya bersama Ed Gordon dari BET News, Rabu (17/7/2024).
Biden yakin tubuhnya masih sangat fit untuk memenangkan pemilu presiden (Pilpres) pada 5 November nanti.
Terbaru, anggota Parlemen Adam Schiff secara terbuka meminta Biden untuk mundur dari pencalonan. Politisi Partai Demokrat dari negara bagian California itu merupakan anggota tim pemakzulan Donald Trump, lawan Biden dari Partai Republik.
Baca juga : Prabowo-Gibran Sedang Seleksi Calon Menteri
“Negara ini sedang di persimpangan jalan. Kepresidenan Trump yang kedua akan melemahkan pondasi demokrasi kita. Tapi, saya ragu Presiden Biden dapat mengalahkan Donald Trump pada November nanti,” ujar Schiff.
Dalam banyak jajak pendapat, popularitas Biden menunjukkan penurunan. Berdasarkan survei terbaru Reuters/Ipsos, Selasa (16/7/2024), Biden hanya memperoleh 41 persen suara, beda dua persen dari Trump yang unggul dengan 43 persen. Survei dilakukan terhadap 992 warga AS, tiga hari usai insiden percobaan pembunuhan terhadap Trump.
Hasil serupa juga terlihat dalam survei Economist, Rabu (17/7/2024). Biden tercatat mengantongi 43 persen, sementara Trump 46 persen. Ini menunjukkan Trump mulai memimpin tiga persen, yang sebelumnya hanya sekitar 2 persen.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya