Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Militer Ambil Alih Kekuasaan, Bangladesh Mencekam
Lengser, Hasina Kabur Ke India Naik Helikopter
Rabu, 7 Agustus 2024 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Situasi Bangladesh mencekam pasca mundur dan kaburnya Perdana Menteri (PM) Sheikh Hasina, Senin (5/8/2024). Militer mengambil alih kekuasaan usai massa menduduki rumah dinas PM dan menjarah isinya.
Hasina akhirnya meletakkan jabatan dan melarikan diri ke luar negeri (LN) setelah aksi demo selama berbulan-bulan yang menewaskan ratusan orang.
Ketika puluhan ribu orang mengepung kantor-kantor Pemerintah dan tempat tinggalnya di Ibu Kota Bangladesh, Dhaka, Hasina melarikan diri menggunakan helikopter militer bersama saudara perempuannya. Dia dikabarkan telah mendarat di New Delhi, India.
Baca juga : Positif Doping, Atlet Yunani Dipulangkan!
Dalam pidato di hadapan rakyat, Panglima Angkatan Darat Bangladesh Jenderal Waker-Uz-Zaman, mengumumkan pemerintahan sementara untuk negara berpenduduk 170 juta orang ini tanpa memberikan rinciannya.
Sejumlah negara pun meminta Bangladesh segera mengendalikan kerusuhan yang sudah menewaskan ratusan orang ini.
PM Inggris Keir Starmer ikut prihatin atas konflik yang terjadi di Bangladesh. Namun, Inggris mendukung unjuk rasa damai serta mendesak pihak berwenang membebaskan semua demonstran dan memastikan proses hukum yang adil bagi mereka yang dibawa ke meja hukum.
Baca juga : Kejagung Jerat Tersangka Baru, Langsung Ditahan
Uni Eropa juga mendesak transisi pemerintahan yang tertib dan damai menuju Pemerintah Bangladesh yang demokratis dan bebas intimidasi.
“Uni Eropa menyerukan ketenangan dan pengendalian diri. Transisi yang tertib dan damai menuju pemerintahan terpilih secara demokratis, dengan menghormati hak asasi manusia dan prinsip-prinsip demokrasi, adalah proses sangat penting,” ujar Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell.
Amerika Serikat (AS) memuji langkah cepat militer Bangladesh yang sigap menangani situasi. Washington menyambut baik pengumuman pemerintahan sementara Bangladesh akan dibentuk.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya