Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Soal Laporan Penarikan Pasukan AS Dari Afghanistan
Dibuka Jelang Debat Lawan Trump, Kubu Harris Sewot
Rabu, 11 September 2024 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kubu Partai Republik mengeluarkan laporan penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) di Afghanistan jelang debat calon presiden (capres) 10 September ini. Hal ini disinyalir untuk menyudutan capres Partai Demokrat Kamala Harris.
Komite Urusan Luar Negeri Kongres AS yang dipimpin Partai Republik, mengkritik Presiden Joe Biden atas penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan.
Laporan yang diterbitkan Minggu (8/9/2024) itu menyalahkan Biden atas kekacauan yang terjadi selama proses penarikan dan meminimalisir peran mantan Presiden Donald Trump.
Dilansir dari Associated Press, laporan setebal lebih dari 350 halaman ini merupakan hasil penyelidikan selama lebih dari 18 bulan. Penyelidikan mencakup kesaksian dari pejabat tinggi, termasuk mantan Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley dan mantan Komandan Pusat AS Jenderal Frank McKenzie.
Laporan tersebut mengkritik keras keterlambatan pemerintahan Biden dalam merencanakan dan memulai operasi evakuasi warga sipil.
Menurut dokumen itu, para pejabat Pemerintah khawatir bahwa memulai evakuasi akan dianggap sebagai tanda kegagalan. Akibatnya, mereka lebih mengutamakan pencitraan daripada keselamatan warga yang terancam bahaya di Afghanistan.
Baca juga : Diterbitkan Tanpa Nomor, Tidak Cantumkan Jabatan
Laporan itu juga mengungkapkan adanya perbedaan pendapat antara militer dan Departemen Luar Negeri AS mengenai kemungkinan jatuhnya Kabul ke tangan Taliban.
Beberapa staf Kedutaan Besar AS di Kabul bahkan mulai mengadakan pertemuan rahasia untuk merencanakan evakuasi. Hal ini dilakukan karena mereka khawatir pimpinan Kedutaan tidak cukup mempersiapkan rencana evakuasi resmi.
Kegagalan perencanaan yang dikritik dalam laporan tersebut berujung pada sejumlah konsekuensi fatal. Evakuasi baru diperintahkan pada 15 Agustus 2021, tepat saat Taliban sudah menguasai Kabul. Keterlambatan ini menyebabkan kebingungan tentang siapa yang memenuhi syarat untuk dievakuasi.
“Pada akhirnya, tugas memilukan untuk menentukan siapa yang bisa atau tidak bisa masuk ke gerbang bandara sering kali diserahkan kepada anggota layanan dan petugas dinas luar negeri berpangkat rendah,” tulis laporan tersebut, dikutip dari The Hill.
Kekacauan evakuasi mencapai puncak dengan terjadinya pengeboman bunuh diri di Bandara Kabul pada 26 Agustus 2021. Insiden tersebut menewaskan 13 anggota layanan AS dan 170 warga Afghanistan.
Lebih lanjut, laporan itu menyebut sekitar 100 ribu mitra Pemerintah AS terpaksa ditinggalkan di Afghanistan, terancam di bawah kekuasaan Taliban.
Baca juga : Paula Verhoeven, Ssttt…. Retak Dengan Baim?
Sebelumnya, di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump telah disetujui Perjanjian Doha dengan Pemerintah Afghanistan dan Taliban untuk penarikan pasukan AS di Afghanistan. Namun, Biden dituding melanjutkan penarikan tanpa memperhatikan ketentuan perjanjian tersebut.
Perjanjian Doha juga mensyaratkan Taliban menghentikan serangan terhadap pasukan AS dan koalisi. Termasuk, mengurangi kekerasan terhadap pasukan Afghanistan dan memulai negosiasi dengan Pemerintah Afghanistan.
Demokrat mengkritik laporan tersebut karena dianggap mengabaikan kesalahan Trump dalam perjanjian penarikan pasukan. Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS membela perannya dalam evakuasi.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan, laporan tersebut telah merugikan dengan mengandalkan informasi palsu dan menyajikan narasi yang tidak akurat.
Wakil Presiden AS Kamala Harris disebutkan dalam laporan tersebut, meski dia orang terakhir yang hadir ketika Biden memutuskan penarikan pasukan.
Laporan ini dirilis hanya dua hari sebelum debat capres Harris dengan Trump. Hal ini menimbulkan tuduhan bahwa waktu rilis laporan ini dipilih untuk kepentingan politik.
Baca juga : Prabowo Sudah Ajak Diskusi Calon Menteri
Ketua Komite Urusan Luar Negeri Kongres AS Michael McCaul membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, proses penyelidikan memerlukan waktu dua tahun.
Gedung Putih membantah tuduhan dalam laporan tersebut. Juru bicara Gedung Putih Sharon Yang mengatakan, laporan itu didasarkan pada fakta yang dipilih secara sepihak, karakterisasi yang tidak akurat dan prasangka yang sudah ada sebelumnya. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 11 September 2024 dengan judul "Soal Laporan Penarikan Pasukan AS Dari Afghanistan, Dibuka Jelang Debat LawanTrump, Kubu Harris Sewot"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya