Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Sejak diangkat menjadi Paus pada 2013, Paus Fransiskus secara rutin melakukan perjalanan apostolik. Kunjungan ke Asia-Pasifik yang akan dimulai pada 2 hingga 13 September nanti, adalah perjalanan apostolik ke-45. Dengan kunjungan ini, Paus tercatat sudah menginjakkan kaki di 64 negara.
Dalam setiap perjalanan apostolik, Paus Fransiskus selalu didampingi para pejabat atau menteri Vatikan. Tak ketinggalan, Garda Swiss, pasukan yang bertanggung jawab atas keamanan Paus, juga turut serta.
Selain itu, Paus juga selalu mengajak awak media. Biasanya, ada 60 sampai 80 orang dari kalangan media yang ikut. Dalam perjalanan kali ini, tercatat ada sekitar 75 wartawan yang turut serta. Para jurnalis ini mewakili berbagai media terkemuka di dunia, baik cetak, online, maupun elektronik. Dari Indonesia, ada tiga wartawan yang bergabung. Satu di antaranya Bambang Trismawan dari Rakyat Merdeka. Dua wartawan lain dari Kompas dan Tempo.
Saat ini, Rakyat Merdeka sudah berada di Italia. Kantor Biro Pers Takhta Suci Vatikan memang meminta para wartawan yang akan ikut pesawat kepausan, untuk berkumpul di Vatikan. Kantor Biro Pers akan menyampaikan briefing terkait aturan sebelum perjalanan dimulai.
Baca juga : Anies Timang-timang Bikin Partai Atau Ormas
Rakyat Merdeka bersama Kompas tiba di Bandara Internasional Fiumicino, Roma, Italia, Kamis pagi (29/8/2024). Tiba di bandara, kami disambut hangat Sekretaris Pribadi Duta Besar RI untuk Vatikan, Frederik. "Selamat datang di Italia," ucap Erik, sapaannya.
Duta Besar RI untuk Vatikan, Trias Kuncahyono, sebelumnya telah mengizinkan kami, tiga jurnalis yang akan meliput Paus, untuk menginap di kediamannya. Wisma KBRI terletak di pinggir Kota Roma. Sekitar 20 menit dari bandara. Lokasinya sekitar 11 kilometer ke arah selatan dari pusat kota. Di kawasan ini, lalu lintas cukup lengang. Ukuran mobil umumnya kecil-kecil. Jalurnya rapi dan mulus. Pengendara tampaknya sudah terbiasa tertib. Sepanjang perjalanan, nyaris tak terdengar suara klakson.
Tiba di KBRI, kami tidak berlama-lama. Setelah menikmati secangkir kopi, kami langsung menuju Vatikan. Rencananya, kami akan masuk ke Basilika Santo Petrus. Namun, karena antrean mengular panjang, kami tunda dulu niatan tersebut. Saat itu, cuaca sangat terik. Data suhu yang tertera di ponsel tercatat 35 derajat celcius.
Pada Jumat (30/8/2024), barulah kami masuk ke Basilika Santo Petrus. Kali ini kami datang lebih pagi. Pukul 7.20, kami sudah tiba di lokasi.
Baca juga : Masih Kucurin Dana Buat Lapindo, Pak Bas Ditanya Anggota DPR
Masuk ke Basilika Santo Petrus mudah saja. Para peziarah dan turis hanya melewati metal detector. Namun, semakin siang, pengunjung semakin ramai. Dan cukup menguras energi jika terlalu lama tersengat matahari. Meski sudah di penghujung musim panas, suhu di Roma masih cenderung panas.
Basilika Santo Petrus ramai dikunjungi peziarah dan turis. Selain jantung spiritual Katholik, Vatikan juga dikenal sebagai pusat seni arsitektur dunia. Jadi, pengunjung yang datang ke sini tak hanya untuk berziarah. Ada juga yang sengaja datang menikmati karya seni dan arsitektur. Namun, sebagian besar adalah para peziarah dari berbagai negara. Tampak dari mereka mengikuti misa. Sebagian lagi berlutut di altar memanjatkan doa.
Dari Basilika Santo Petrus, kami kemudian bertemu Romo Markus Solo, seorang pejabat Vatikan asal Indonesia. Saat ini, Romo Markus menjabat sebagai Staf di Dikasterium Dialog Antaragama. Pria kelahiran Nusa Tenggara Timur (NTT) ini, sering mendampingi agenda Sri Paus. Dalam pertemuan antara Paus Fransiskus dan Presiden Jokowi nanti, Romo Markus akan berperan sebagai penerjemah. Romo Markus fasih 7 bahasa, termasuk Jerman dan Bahasa Arab.
Dalam pertemuan itu, Romo Markus kembali mengungkapkan persiapan perjalanan apostolik dan kondisi Paus. Kata dia, kondisi Paus dalam kondisi yang baik-baik saja.
Baca juga : ‘Sang Palu’ Ancam Getok Haaland
Romo Markus menceritakan kembali saat Paus mengadakan audiensi dengan umat pada Rabu, 21 Agustus lalu. Kata dia, saat itu Paus menunjukkan kondisi fisik yang mengejutkan dan penuh semangat.
Kesehatan Paus Fransiskus telah dipersiapkan dengan cermat oleh tim medisnya. Langkah-langkah antisipatif telah diambil untuk memastikan beliau siap melakukan perjalanan jauh ke Asia Pasifik, termasuk ke Indonesia. "Beliau sangat bersemangat dan melakukan semua persiapan dengan hati yang gembira," ucapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya