Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Saling Serang Di Debat Capres Perdana
Harris Pede Dan Ceria, Trump Gagap Bicara
Kamis, 12 September 2024 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Debat antara calon presiden (capres) Partai Demokrat Kamala Harris dengan capres Partai Republik Donald Trump, berlangsung seru. Keduanya saling serang dan beradu argumen. Yang mengejutkan, Harris tampil penuh percaya diri dan ceria. Sedangkan, Trump beberapa kali gagap dan protes sambil ngomel.
Debat tersebut digelar di National Constitution Center, Philadelphia, Negara Bagian Pennsylvania, Selasa (10/9/2024) malam waktu setempat (Rabu pagi WIB).
Harris tampil percaya diri. Wajahnya berseri memasuki panggung usai minta izin ke suaminya, Douglas Emhoff. Lalu, dia mendatangi Trump untuk berjabatan tangan.
Baca juga : Pemenangnya Perusahaan Asal Jakarta Dan Lampung
Kaget dengan pendekatan Harris yang ceria, Trump membalas jabatan tangan dengan senyum tipis. “Senang akhirnya bisa bertemu dengan anda,” ujar Trump singkat.
Debat yang berjalan selama 1 jam 45 menit ini, disiarkan stasiun televisi ABC News dan diprediksi disaksikan puluhan juta pemilih Paman Sam. Ini merupakan kesempatan emas bagi keduanya untuk menggalang dukungan pada pemilu presiden 5 November nanti.
Sepanjang debat, Harris terlihat santai menanggapi pernyataan yang disampaikan Trump. Dia tampil meyakinkan dan beberapa kali melancarkan serangan ke Trump. Bahkan mengeluarkan pernyataan balasan untuk menyulut emosi si taipan real estate itu.
Baca juga : Luna Bijl, Pacar Maarten Paes
Harris mengatakan kepada Trump bahwa para pemimpin dunia menertawakannya. Dan, para pemimpin militer menyebutnya sebagai aib, lemah dan kacau.
Perempuan berdarah India dan Jamaika itu juga menyindir, Trump sudah ditolak lebih dari 81 juta pemilih dalam Pilpres 2020.
“Sayangnya dia masih belum bisa menerima kenyataan itu,” canda Wakil Presiden AS yang pernah menjadi jaksa penuntut dan jaksa Agung di Negara Bagian California.
Baca juga : Hukuman Diperberat, SYL Tak Dikasih Ampun
Trump tentu saja tidak terima dengan sindiran dan cemoohan lawannya. Ia menegaskan tidak kalah dalam pilpres 2020.
Selanjutnya, Trump juga menuduh Harris sebagai kaki tangan Presiden AS Joe Biden. Dan akan menghancurkan AS. Trump dalam salah satu sesi menyebut Harris adalah Biden. Hal itu diutarakan Trump saat mengaitkan Harris dengan beberapa kebijakan Biden yang tak populer di kalangan masyarakat AS.
“Ingat, dia (Harris) adalah Biden. Anda tahu, dia mencoba untuk melepaskan diri dari Biden. ‘Saya tidak tahu pria itu,’ katanya. Ya karena dia (Harris) Biden,” ucap Trump seperti dikutip CNN.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya