Dark/Light Mode

Perang Hizbullah-Israel Makin Membara

40 WNI Pulang Dari Lebanon

Senin, 7 Oktober 2024 07:25 WIB
Direktur Pelindungan WNI Kemenlu, Judha Nugraha. (Foto: Dok. Kemlu)
Direktur Pelindungan WNI Kemenlu, Judha Nugraha. (Foto: Dok. Kemlu)

 Sebelumnya 
“Kami sampaikan apa adanya, saat ini masih ada kesempatan. Kita harus evakuasi sekarang, sebelum situasi semakin mem­buruk,” harapnya.

Selain itu, Judha juga mengim­bau kepada seluruh WNI untuk menunda perjalanan ke Leba­non, Suriah, Iran, Palestina, dan Israel, karena kondisi keamanan yang tidak kondusif. Menurut­nya, kondisi kawasan yang tidak kondusif juga dapat menyebab­kan penangguhan penerbangan.

“Waspadai disrupsi penerbang­an, untuk menghindari pelaku perjalanan terdampar di beberapa titik hubungan penerbangan internasional,” tandasnya.

Baca juga : Pimpinan DPR Bakal Kaji Ulang

Terpisah, Anggota DPR dari Fraksi PKS, Sukamta me­minta komunitas internasional menekan Israel, untuk meng­hentikan serangan ke wilayah Lebanon. Sebab, dia menilai, Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), gagal menjalankan mandat untuk men­ciptakan perdamaian.

“Serangan ke wilayah Leba­non merupakan tindakan bi­adab, dan jelas-jelas melanggar hukum internasional. Ketika Dewan Keamanan PBB gagal menjalankan mandat, seluruh negara dan bangsa di dunia harus memberikan tekanan,” tegasnya.

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman menilai, serangan ma­sif Israel ke Lebanon, bertujuan untuk mengalihkan perhatian dunia dari kondisi Gaza. Selain itu, hal tersebut juga bertujuan menghentikan serangan-seran­gan di wilayah Israel yang ber­batasan dengan Lebanon.

Baca juga : Pemilihan RT, RW Dan LMK Di DKI Rawan Dipolitisasi

“Bagi Israel, Hizbullah me­rupakan salah satu musuh utama yang menghalangi niat mereka melanjutkan genosida di Gaza dan menguasai Palestina secara keseluruhan. Namun, Hizbullah justru membuat ratusan ribu warga Israel mengungsi, dan menegaskan tidak akan mem­biarkan Israel Utara kembali diisi oleh para pemukim Israel,” tutur Dina.

Memanasnya situasi perang di Lebanon, juga menjadi perbin­cangan netizen di media sosial X. Akun @4gizz meminta se­luruh WNI di Lebanon mengi­kuti ajakan Kemenlu untuk segera kembali ke Tanah Air, sebelum situasi perang semakin memanas.

“Sudah pulang saja dulu. Lanjutin kuliah atau cari pa­sangan di Tanah Air saja. Kita semua prihatin melihat situasi di Lebanon,” cuitnya. “Israel akan terus menjalankan misi pen­guasan dan penindasan hingga tercapai. Mereka sangat pede karena di back up negara-negara barat. Kalau nggak, sudah habis mereka,” timpal akun @warais­notggaem.

Baca juga : Timnas Indonesia Tiba Di Bahrain, Tim Garuda Siap Tempur

Sementara itu, akun @Sansss­greeen mengaitkan situasi pe­rang di Timur Tengah dengan pemerintahan Prabowo Subian­to. “Kalau perang semakin me­manas dan meluas, Pemerintah selanjutnya bakal nampung para pengungsi korban perang nggak ya?” tulisnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 7 Oktober 2024 dengan judul Perang Hizbullah-Israel Makin Membara, 40 WNI Pulang Dari Lebanon

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.