Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dubes RI Untuk Yunani Bebeb AKN Djundjunan Rayakan Persahabatan Lewat Pameran Karya Seni
Selasa, 8 Oktober 2024 07:28 WIB
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Athena menggelar acara budaya berupa pameran di Michael Cacoyannis Foundation. Pameran ini menghadirkan patung kayu zaitun, Rama Sintha karya I Made Sumantra dan I Made Suparta.
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Yunani Bebeb AKN Djundjunan mengatakan, pameran ini bagian dari Perayaan ke-75 Persahabatan Indonesia dan Yunani.
“Pameran ini bukan hanya memperingati hubungan politik dan ekonomi yang telah terjalin lama, tetapi menyoroti hubungan budaya yang telah tumbuh dan berkembang antara Indonesia dan Yunani selama beberapa dekade,” kata Dubes Bebeb dalam keterangannya, Minggu (6/10/2024).
Pameran tersebut diselenggarakan pada 1-3 Oktober 2024 bertema Art Beyond Borders. KBRI Athena berkolaborasi dengan Theon International Plc, Athens School of Fine Arts (ASFA) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Bali. Pameran ini mempertemukan talenta seni dari kedua negara serta menampilkan pertukaran karya seni yang ikonik.
Baca juga : Survei LSI: Calon Penantang Bisa Kalahkan Petahana Di Pilkada Cilegon
Patung Rama Sintha diukir dengan sangat detail oleh seniman Bali I Made Sumantra dan I Made Suparta. Ada pula patung marmer, Antikythera Mechanism, karya seniman Yunani George Kontonikolaou serta Lukisan Kolaboratif oleh seniman berbakat Indonesia Naufal Abshar dan seniman Yunani Caroline de Souza serta Pavlina Bechrakis.
“Kami bangga mempersembahkan kolaborasi seni ini sebagai simbol persahabatan yang kuat dan abadi antara kedua negara sejak 1949. Ini bentuk penghargaan dari Indonesia untuk Yunani atas dukungannya terhadap kemerdekaan kami tahun 1945,” jelas Dubes Bebeb.
I Made Sumantra dan I Made Suparta menceritakan, patung Rama Sintha dikerjakan dalam waktu yang terbatas. Adapun makna simbolis kayu zaitun melambangkan ketangguhan dan keabadian.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat mempererat hubungan antara masyarakat Indonesia dan Yunani serta menginspirasi lebih banyak pertukaran seni dan budaya di masa mendatang,” harap Made Sumantra.
Baca juga : Dubes Jerman Untuk Indonesia Ina Lepel: Sosis & Spaetzle Meriahkan Hari Persatuan Jerman
Sementara, seniman Yunani George Kontonikolaou menggambarkan makna dari patung marmer Antikythera Mechanism. Dia menyebut karyanya sebagai penghormatan terhadap ilmu pengetahuan Yunani kuno. Patung ini sekaligus sebagai perwakilan seni budaya Yunani.
“Karya ini simbol dari persahabatan 75 tahun kita sekaligus fondasi untuk pertukaran budaya yang terus berlanjut di masa depan,” ujarnya.
Seniman Indonesia Naufal Abshar dan seniman Yunani Carolina de Souza menyoroti kesamaan budaya, sosial dan geografis antara Indonesia dan Yunani. Keduanya menekankan bahwa seni memiliki peran penting sebagai jembatan penghubung antarbangsa.
Para seniman merasa terhormat dapat menciptakan sesuatu yang bermakna melalui pertukaran budaya. Mereka menemukan inspirasi dari kehidupan sehari-hari masyarakat Yunani dan Indonesia yang memiliki banyak kesamaan.
Baca juga : PNM Berdayakan Pengrajin Lewat Teknik Ecoprint Di Kampung Madani
Pameran ini merupakan perayaan yang meriah atas hubungan budaya yang mendalam antara Indonesia dan Yunani. Kolaborasi antarseniman menunjukkan kekuatan seni, inovasi dan teknologi dalam memperkuat hubungan internasional melalui kolaborasi lintas bidang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya