Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
PM Hongaria Victor Orban: Petani Tak Boleh Membayar Harga Perubahan Iklim
Selasa, 12 November 2024 22:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Hongaria Viktor Orban bangga, karena negaranya telah berhasil meningkatkan kinerja perekonomian, sekaligus menurunkan emisi karbon.
"Kita tidak dapat mengorbankan industri atau pertanian kita dalam proses ini," kata Orban dalam acara COP 29 di Baku, Azerbaijan, seperti dilansir BBC, (12/11/2024).
Baca juga : Pesawat Trigana Air Terbakar Di Bandara Sentani, Kemenhub: Tak Ada Korban Jiwa
Menurutnya, dunia harus terus bergerak menuju transisi hijau dengan tetap mempertahankan penggunaan gas alam, minyak, dan energi nuklir.
"Petani tidak boleh membayar harga perubahan iklim. Pemerintah harus memberikan dukungan praktis di sektor pertanian dan bisnis, ketimbang memaksakan kuota yang tidak realistis atau aturan yang memberatkan," beber Orban.
Baca juga : Raih Green Eurasia 2024, KLHK Komitmen Dalam Pengendalian Perubahan Iklim
Semua kebijakan iklim, lanjutnya, harus dipandu oleh pertimbangan yang cermat dan akal sehat. Bukan oleh ideologi, alarmisme atau kepanikan.
"Masing-masing harus selaras dengan pendapat dan kepentingan warga negara Eropa," katanya.
Baca juga : Bang Nara Minta Rido Tak Lupakan Warga Betawi
Orban lalu berbicara tentang ambisi negaranya untuk mengurangi emisi karbon. "Tetapi, ada kebutuhan untuk menyeimbangkan ambisi dengan pragmatisme," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya