Dark/Light Mode

Arsjad Rasjid: Komitmen Nol Emisi Tak Boleh Korbankan Pertumbuhan Ekonomi Asia

Rabu, 21 Agustus 2024 07:26 WIB
Ketua KADIN Arsjad Rasjid memberikan keterangan pers.
Ketua KADIN Arsjad Rasjid memberikan keterangan pers.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Kadin Indonesia sekaligus Ketua ASEAN-BAC Indonesia, Arsjad Rasjid, menegaskan bahwa komitmen untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) tidak boleh mengorbankan pertumbuhan ekonomi yang sedang pesat di kawasan Asia. “Harus dijaga keseimbangan antara penerapan prinsip keberlanjutan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” kata Arsjad usai pertemuan Asia Zero Emissions Community (AZEC) Advocacy Group Roundtable yang digelar di Jakarta, Selasa (20/8/2024). 

Acara tersebut didukung oleh Kadin Indonesia melalui ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) Indonesia, bekerja sama dengan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dan Japan Business Federation (Keidanren). 

AZEC Advocacy Group Roundtable ini merupakan pertemuan pertama yang diadakan sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pembentukan AZEC Advocacy Group oleh Keidanren, ASEAN-BAC, dan ERIA pada KTT Peringatan 50 Tahun Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN-Jepang pada 18 Desember 2023 di Tokyo, Jepang.

Baca juga : Gaet BPKP, Kemenkop UKM Targetkan Pertumbuhan UMKM Di Tahun 2045

Dalam kesempatan tersebut, Arsjad Rasjid menyatakan bahwa komitmen untuk mencapai nol emisi harus disesuaikan dengan kondisi di masing-masing negara agar potensi pertumbuhan ekonomi Asia yang tengah meningkat pesat tetap terjaga. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki komitmen kuat untuk mencapai ekonomi net-zero pada 2060 atau bahkan lebih cepat.

Menurutnya, inisiatif internasional seperti AZEC sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara komitmen mencapai nol emisi dan pertumbuhan ekonomi. AZEC Advocacy Group diharapkan menjadi platform bagi sektor swasta untuk merealisasikan solusi dan menyuarakan aspirasi terkait transisi energi.

“Kita tidak boleh kehilangan peluang pertumbuhan ekonomi yang pesat, mengingat saat ini sedang terjadi pergeseran pertumbuhan global ke kawasan Asia. Kuncinya adalah menemukan keseimbangan,” tegas Arsjad.

Baca juga : Sekjen BPP Hipmi: Program Makan Bergizi Gratis Tumbuhkan Agro Ekonomi Di Desa

Lebih lanjut, Arsjad mengingatkan bahwa pendekatan global terhadap transisi energi harus memperhitungkan kompleksitas kebutuhan energi serta lanskap ekonomi di berbagai negara Asia. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan ketahanan dan transisi energi sebagai metode yang paralel dan saling terkait bagi negara-negara di Asia.

Arsjad menekankan bahwa ketahanan energi sangat penting, tidak hanya untuk mendukung industri baru atau memastikan akses masyarakat terhadap kesehatan dan pendidikan, tetapi juga untuk menciptakan peluang ekonomi yang layak. Namun, di saat yang sama, negara-negara Asia harus beralih ke pendekatan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Dengan komitmen pemerintahan Indonesia dalam mengembangkan kerangka ekonomi yang “Pro-Growth, Pro-Welfare, dan Pro-Green”, Arsjad berharap forum seperti AZEC dapat mengundang kerja sama internasional yang lebih luas dan menjadi wadah penting untuk kolaborasi lintas negara dan sektor. Ia menekankan pentingnya menyelaraskan visi ini dengan kontribusi sektor swasta di Asia untuk memastikan transisi energi yang inklusif.

Baca juga : Telkomsel Gelar Program Baktiku Negeriku 2024 Untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Desa

“Kami berbagi semangat yang sama dengan AZEC: ‘Asia’s Transition, Asia’s Solution, Asia’s Pathway’. Narasi ini berpotensi menjadi narasi bersama dalam forum yang lebih besar nanti, seperti COP-29 di Azerbaijan. Namun, ini harus selaras secara inklusif dengan kontribusi sektor swasta di kawasan ini,” jelas Arsjad.

Arsjad juga menambahkan bahwa AZEC Advocacy Group tidak hanya mendorong kepentingan nasional tetapi juga mendukung pembangunan ekonomi regional yang lebih inklusif.

“Kami ingin memastikan bahwa kontribusi sektor swasta diakui dan diintegrasikan dalam upaya transisi energi yang berkelanjutan di Asia," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.