Dark/Light Mode

Tegaskan Dukung Palestina Di KTT OKI Dan Liga Arab

Anis Matta Ingatkan Potensi Muslim Dunia

Rabu, 13 November 2024 06:20 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Muhammad Anis Matta pada Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab di Riyadh, Arab Saudi, Senin (11/11/2024). Foto: KEMLU RI
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Muhammad Anis Matta pada Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab di Riyadh, Arab Saudi, Senin (11/11/2024). Foto: KEMLU RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia menegaskan dukungannya atas kemerdekaan Palestina dan mengingatkan potensi kekuatan umat Muslim sedunia.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Muhammad Anis Matta dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab di Riyadh, Arab Saudi, Senin (11/11/2024).

KTT OKI dan Liga Arab diselenggarakan untuk menghentikan kekejaman Israel di Palestina dan Lebanon. Pertemuan ini dipimpin Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan.

Baca juga : KPK Hormati Putusan Hakim

Anis Matta terbang dari Jakarta ke Riyadh pada Jumat (8/11/2024). Dia menjadi Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto yang tidak bisa hadir karena tengah melakukan lawatan ke China dan Amerika Serikat (AS).

Dalam video yang diunggah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh di YouTube, Anis dengan lantang berpidato dengan Bahasa Arab di acara tersebut. Pada pertemuan tersebut, tiga kali Anis menegaskan ‘Kita adalah Palestina’.

Pernyataannya merefleksikan dorongan agar OKI dan Negara Selatan bersatu mendukung Palestina. Politisi Partai Gelora itu juga mendesak negara Barat menghentikan kerja sama dengan Israel.

Baca juga : Bunga Citra Lestari, Temani Tiko Ajeb-Ajeb

“KTT ini diselenggarakan di tengah beratnya situasi dan tantangan yang kita hadapi. Bagaimana tidak, kita semua menjadi saksi atas pembantaian dan genosida yang mengerikan terhadap warga Gaza dan Palestina,” kata Anis.

Menurut Anis, standar ganda yang diterapkan banyak negara terhadap Palestina harus segera dihentikan. Hal tersebut akan merusak tatanan internasional dan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Israel di bawah kepemimpinan Netanyahu Netanyahu (Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu-red) dengan para sekutu ekstrimis sayap kanannya tidak memahami bahasa apapun kecuali kekuatan, penindasan dan kekejaman. Ini membuat keputusan Dewan Keamanan PBB dan Mahkamah Internasional hanya sekadar tinta di atas kertas belaka,” tegasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.