Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dubes Jepang Untuk Indonesia Masaki Yasushi Ingin Perkuat Kerja Sama Sektor Pertahanan
Kamis, 14 November 2024 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kedekatan Jepang dan Indonesia tidak perlu dipertanyakan lagi. Kedua negara sudah menjalin hubungan bilateral selama 66 tahun. Kerja sama kedua negara bisa dilihat hampir semua bidang. Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi juga ingin memperkuat kerja sama di bidang pertahanan.
Dubes Masaki menyebut pentingnya kolaborasi solid kedua negara di sektor pertahanan. Dia menekankan pentingnya pertukaran personel militer kedua negara sebagai salah satu pilar penyokong jembatan hubungan kedua negara.
“Jalinan antarmasyarakat Jepang dengan Indonesia tidak sebatas Pemerintah, pejabat, pebisnis, cendekiawan dan masyarakat saja. Hubungan dekat antarpersonel militer kedua negara juga penting,” kata Dubes Masaki saat ditemui di perayaan Hari Pasukan Bela Diri Jepang ke-70 di Hotel Indonesia Kempinsk, Jakarta, Selasa (12/11/2024).
Dubes Masaki menilai, penguatan kerja sama ini sangat penting, mengingat Indonesia dan Jepang menghadapi tantangan yang serupa. Terutama karena Jepang dan Indonesia adalah negara maritim.
“Situasi keamanan di Asia saat ini kurang meyakinkan. Sebab itu, kami memperkuat kapasitas pertahanan, khususnya di wilayah maritim. Indonesia juga menghadapi situasi yang sama,” tuturnya.
Baca juga : Dubes Rusia Untuk Indonesia Sergei Tolchenov Bahas Kerja Sama Pemberantasan Narkotika
Indonesia menjadi mitra yang sangat penting bagi Jepang karena memiliki nilai-nilai bersama sebagai negara demokrasi dan maritim yang panjang dan terletak pada titik strategis di Indo-Pasifik.
Dubes Masaki memaparkan, Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) sudah beberapa kali melakukan kerja sama dengan TNI. Baru-baru ini, JSDF ikut serta dalam Super Garuda Shield bersama 10 negara sahabat lainnya pada 26 Agustus-6 September 2024 di Sumatera Selatan dan Jawa Timur.
Lebih dari 250 personel JSDF berpartisipasi dalam Super Garuda Shield 2024. JSDF telah mengikuti pelatihan ini sejak 2022 dan tahun ini merupakan kali ketiga komitmen mereka terhadap Super Garuda Shield.
Selain itu, pertukaran taruna militer Indonesia untuk belajar di Akademi Pertahanan Nasional (NDA) Jepang telah berlangsung selama 25 tahun, yakni sejak 1998. Saat ini NDA memiliki 53 lulusan dari taruna militer Indonesia.
Tak hanya pertukaran taruna militer, Jepang juga memberikan kesempatan kepada para perwira TNI menempuh pendidikan program master dan doktoral di NDA hingga Institut Studi Pertahanan Nasional.
Baca juga : Intel Timnas Indonesia Itu Bernama Justin Hubner
Terlebih, Jepang telah menandatangani perjanjian transfer teknologi alutsista dengan Indonesia pada 2021 lalu saat Prabowo Subianto menjabat Menteri Pertahanan (Menhan).
“Tahun lalu kami merevisi tiga prinsip transfer alutsista dan teknologi,” ungkap Dubes Masaki. Dubes yang resmi bertugas di Indonesia pada 15 Februari 2024 itu juga menambahkan, saat ini industri pertahanan Jepang menunjukkan peningkatan.
“Dengan mempromosikan transfer alat utama sistem senjata melalui upaya gabungan dari sektor publik dan swasta, kami akan berkontribusi untuk memastikan perdamaian dan stabilitas di kawasan,” ujarnya.
Perayaan Hari Beladiri Jepang dihadiri Atase Pertahanan Kedutaan Besar Jepang CAPT(N) Hamakawa Sho, Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi dan Kemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal TNI Ujang Darwis yang mewakili Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.
Hadir juga Ketua DPD Sultan B. Najamudin dan Founder CT Corp Chairul Tanjung. Melengkapi acara, ada juga pameran pengenalan industri pertahanan Jepang. Pada kesempatan itu, Ujang Darwis mengatakan, Pemerintah Indonesia optimis kerja sama pertahanan dengan Jepang akan tumbuh kuat, dengan terus mengedepankan prinsip perdamaian.
Baca juga : Hadir Di BDG Untuk Bandung, Arfi Senang Dapat Banyak Pertanyaan Kritis
“Kami optimis kemitraan akan tetap menjadi landasan perdamaian dan kerja sama timbal balik, terus menginspirasi dan membimbing generasi mendatang. Hal ini dalam upaya bersama mencapai stabilitas regional dan global,” ujar Darwis.
Sejumlah TNI yang pernah menjalani pendidikan di Negeri Sakura serta para duta besar negara sahabat juga turut meramaikan perayaan ini.
Para tamu disuguhi hidangan makan malam khas Negeri Matahari Terbit. Seperti tempura, sushi, udon, nabe, yakishoba hingga aneka wine dan sake.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya