Dark/Light Mode

Hadir Di BDG Untuk Bandung, Arfi Senang Dapat Banyak Pertanyaan Kritis

Jumat, 8 November 2024 20:14 WIB
Calon Wali Kota Bandung Arfi Rafnialdi saat memaparkan gagasan pada acara BDG (Bedah Diskusi Gagasan) untuk Bandung di Kofu Coffe Cisangkuy, Kota Bandung, Jawa Barat, Jum’at, (8/11/2024). (Foto: Randi Tri Kurniawan/RM)
Calon Wali Kota Bandung Arfi Rafnialdi saat memaparkan gagasan pada acara BDG (Bedah Diskusi Gagasan) untuk Bandung di Kofu Coffe Cisangkuy, Kota Bandung, Jawa Barat, Jum’at, (8/11/2024). (Foto: Randi Tri Kurniawan/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ikatan Alumni Unpad bekerja sama dengan Salman ITB mengadakan Bedah Diskusi Gagasan (BDG) untuk Bandung, 5-9 November 2024. Acara itu menyuguhkan ide-ide dari para calon kepala daerah Kota Bandung.

Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga IKA Unpad, Dade Gunadi menyampaikan, KPU Kota Bandung mengadakan Debat Publik Perdana Calon Wali Kota Bandung dan Wakil Wali Kota Bandung Tahun 2024 di Grand Sudirman Ballroom, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bandung, Rabu (30/10/2024). Berdasarkan pengakuan sejumlah kelompok masyarakat-termasuk generasi Z-debat publik praksarsa KPU Kota Bandung itu kurang cukup memfasilitasi para kandidat mengutarakan gagasan masing-masing. 

Karena itu, pihaknya bekerja sama dengan Salman ITB mengadakan kegiatan yang menjadi sarana adu gagasan para pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung. “Harapannya, kelompok milenial, generasi Z, maupun masyarakat luas dapat beroleh akses lebih memadai akan gagasan para kandidat yang tak sempat mengemuka pada debat publik, beberapa waktu lalu," ucap Dade seusai BDG untuk Bandung yang menghadirkan calon Wali Kota Bandung dari nomor urut 4, Arfi Rafnialdi di Kofu Coffee Cisangkuy, Jalan Cisangkuy, Kota Bandung, Kamis (7/11/2024). 

Dade melihat, antusiasme masyarakat terbilang tinggi akan forum penyampaian gagasan dari para kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung periode 2025-2030. Bukan hanya generasi Z, kelompok lansia hadir di beberapa edisi penyelenggaran acara. 

Baca juga : 1 Juta Hektar Sawah Hilang, Swasembada Pangan Banyak Tantangan

"Kami memberlakukan pendaftaran melalui link (pranala) bagi masyarakat yang berminat hadir. Lansia yang hadir pun ikut melakukan registari melalui link, mencerminkan antusiasme yang begitu tinggi," tutur Dade. 

Sementara itu, Arfi menyampaikan, IKA Unpad bersama Salman ITB memberikan waktu leluasa untuk memaparkan gagasan. Beriringan dengan hal itu, sejumlah audiens melontarkan pertanyaan kritis. 

Arfi mengaku, senang memperoleh banyak pertanyaan dari audiens. "Antusiasme audiens dalam bertanya mencerminkan kepedulian akan Kota Bandung saat ini dan masa akan datang," ucap Arfi.

Arfi yang berpasangan dengan Yena Iskandar Ma'soem ini dalam paparannya membahas soal pelaksanaan amanat peraturan daerah yang berkenaan dengan tata ruang di Kota Bandung. Secara lebih spesifik, Arfi menyampaikan komitmennya untuk merealisasikan Gedebage sebagai pusat pertumbuhan ekonomi primer kedua Kota Bandung sebagaimana amanat peraturan daerah. 

Baca juga : Dubes Belanda Untuk Indonesia Marc Gerritsen Serahkan Surat Kepercayaan Ke Presiden Prabowo

Saat ini, telah ada aktivitas maupun infrastruktur yang terealisasi di Gedebage. Untuk infrastruktur, di antaranya, mal, Stadion GBLA, Masjid Raya Al-Jabbar. Selain itu, sudah ada Stasiun Whoosh di Tegalluar yang begitu dekat dengan Gedebage. 

Dengan mengacu amanat peraturan, Arfi memandang, potensi pengembangan Gedebage masih sangat luar biasa besar. Akan tetapi, akses dari dan ke Gedebage masih sangat terbatas. 

Menurut Arfi, ketika memperoleh kepercayaan dari masyarakat untuk menjadi pemimpin di Kota Bandung, pihaknya mesti memastikan perencanaan atas penyusunan para ahli dan pemerintah periode sebelumnya bisa terlaksana dengan baik. Hal itu termasuk pelebaran jalan di Gedebage. 

Gambaran lebih luas berkenaan dengan Gedebage sebagai pusat pertumbuhan ekonomi primer kedua Kota Bandung, tutur Kang Arfi, terdiri atas permukiman, aktivitas komersial, perkantoran Pemkot Bandung, fasilitas pendidikan, fasilitas pelanan kesehatan. 

Baca juga : BMPD: Pemilu Usai, Saatnya Saling Dukung Pemerintahan Demi Rakyat

"Menurut perencanaan, bakal ada juga gedung konvensi taraf internasional di Sub Wilayah Kota Gedebage. Gedung konvensi turut memiliki fungsi sebagai venue konser musik dengan kapasitas besar," ucap Arfi. 

Selain itu, Arfi dan Yena siap berinisiatif untuk pembangunan infrastuktur di Kota Bandung secara umum, di antaranya dengan mengusulkan kepada pemerintah pusat atau Pemprov Jawa Barat. Arfi ingin, dibangun jalan layang pada persimpangan dengan arus lalu lintas padat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.