Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Biden: Gencatan Senjata Israel-Lebanon Tercapai, Gaza Menyusul
Rabu, 27 November 2024 06:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memastikan, Lebanon dan Israel telah menyetujui kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi negaranya.
Gencatan senjata itu akan berlaku efektif mulai pukul 02.00 GMT (04.00 waktu setempat), Rabu (27/11/2024) dini hari.
"Pertempuran akan berakhir. Akan berakhir. Ini dirancang untuk menjadi penghentian permusuhan secara permanen,” kata Biden dalam pidatonya di Rose Garden, Gedung Putih, AS, Selasa (26/11/2024).
Baca juga : Gelar Senam Sleman Sehat, Harda-Danang Komitmen Tertibkan Miras
Selama 60 hari ke depan, lanjut Biden, Israel akan menarik pasukannya yang tersisa secara bertahap.
Warga setempat dapat segera dapat kembali dengan aman ke komunitas mereka, dan mulai membangun kehidupan.
“Jika Hizbullah melanggar perjanjian, Israel memiliki hak membela diri, sesuai hukum internasional,” cetus Biden.
Baca juga : Arfi-Yena Janjikan Peremajaan Kawasan Kota Bandung Tanpa Penggusuran
Tentang Gaza, Biden mengatakan, orang-orang Israel dan Palestina berhak mengakhiri pertempuran dan pengungsian.
"Orang-orang Gaza telah melalui kehidupan neraka. Mereka telah terlalu menderita," ucapnya.
Biden menegaskan, Hamas harus membuat pilihan. Satu-satunya jalan keluar saat ini adalah membebaskan para sandera yang ditawan Israel pada tahun lalu.
Biden mengatakan, dalam beberapa hari mendatang, AS akan melakukan dorongan lain untuk mencapai gencatan senjata di Gaza. Sehingga, dapat lebih dekat ke visi masa depan di Timur Tengah yang damai.
Baca juga : Prabowo Harap Gencatan Senjata Di Gaza Segera Tercapai Untuk Perdamaian
AS tetap siap untuk melakukan kesepakatan bersejarah mendirikan negara Palestina dan normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel.
"Saya yakin, agenda ini tetap mungkin. Saya akan bekerja sekuat tenaga untuk mewujudkan hal tersebut di sisa masa jabatan," tandas Biden.
Untuk diketahui, transisi kepemimpinan AS dari Biden ke Donald Trump akan dilakukan pada 20 Januari 2025.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya