Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Proses Peralihan Kekuasaan Di Suriah
PM Israel Klaim Dataran Golan, Saudi Cs Protes
Rabu, 11 Desember 2024 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah proses peralihan kekuasaan di Suriah, Israel mengklaim kepemilikan atas Dataran Tinggi Golan.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berkoar-koar bahwa Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel hampir 60 tahun akan menjadi milik Israel selamanya.
Pada konferensi pers di Yerusalem, Netanyahu berterima kasih kepada Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump karena mengakui aneksasi Israel 1981 atas wilayah tersebut selama masa jabatan pertamanya.
“Golan akan menjadi bagian dari Israel untuk selamanya,” ujar Netanyahu dikutip Associated Press, Senin (9/12/2024).
Baca juga : Lima Smelter Dituntut Bayar Kerugian Negara Rp 152,3 T
Netanyahu mengatakan, kendali Israel atas dataran tinggi tersebut memastikan keamanan dan kedaulatan Negeri Yahudi.
Selama akhir pekan, dia memerintahkan pasukan untuk bergerak ke zona penyangga yang diawasi PBB di sebelah timur Golan yang dianeksasi Israel. Hal itu dilakukan setelah kubu oposisi menggulingkan Presiden Suriah Bashar Al Assad.
Klaim Israel atas Golan diprotes negara-negara Arab. Qatar, Irak dan Arab Saudi mengecam perampasan tanah Suriah oleh Israel. Selain itu, pasukan Israel juga masih melancarkan serangan udara ke berbagai wilayah Suriah.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Qatar menegaskan, serangan Israel tersebut sebagai perkembangan berbahaya dan pelanggaran terhadap kedaulatan dan persatuan Suriah.
Baca juga : Maria Theodore, Ogah Memaafkan Perselingkuhan
“Kebijakan memaksakan fait accompli yang dilakukan penjajah Israel, termasuk upayanya menduduki wilayah Suriah, akan membawa kawasan tersebut dalam kekerasan dan ketegangan lebih lanjut,” bunyi pernyataan Kemlu Qatar dikutip Al Jazeera, Selasa (10/12/2024).
Arab Saudi juga mengecam Israel dengan menyebutnya sebagai pelanggaran berkelanjutan terhadap hukum internasional. Negara Teluk ini juga menyebut Israel berupaya merusak peluang Suriah memulihkan keamanan, stabilitas dan integritas teritorial.
Kemlu Arab Saudi mengajak masyarakat internasional mengecam tindakan Israel tersebut seraya menegaskan Dataran Tinggi Golan adalah wilayah Suriah yang dicaplok Zionis.
Transisi Pasca Assad
Kelompok oposisi di Suriah, Hayat Tahrir al-Sham atau HTS, membahas proses peralihan kekuasaan usai jatuhnya Presiden Suriah Bashar al-Assad. Pemimpin HTS Abu Mohammed al-Julani sudah bertemu dengan PM Suriah Mohammed al-Jalali, Senin (9/12/2024).
Baca juga : Berantas Korupsi Tiru Cara Finlandia
Julani didampingi Mohammed Bashir yang memimpin Pemerintahan Penyelamatan Suriah HTS di Idlib, Suriah barat laut. Nama Bashir digadang-gadang sebagai kandidat PM usai rezim Assad.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya