Dark/Light Mode

Proses Peralihan Kekuasaan Di Suriah

PM Israel Klaim Dataran Golan, Saudi Cs Protes

Rabu, 11 Desember 2024 06:20 WIB
Tentara Israel berkumpul di dekat garis gencatan senjata antara Suriah dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, Senin (9/12/2024). Foto: AP/MATIAS DELACROIX
Tentara Israel berkumpul di dekat garis gencatan senjata antara Suriah dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, Senin (9/12/2024). Foto: AP/MATIAS DELACROIX

 Sebelumnya 
Dalam rekaman video pendek yang beredar melalui kanal ko­munikasi Telegram, Julani mem­beri tahu Jalali, meski Idlib adalah wilayah kecil yang kekurangan sumber daya, pihak otoritas di wilayah itu punya pengalaman memerintah mulai dari nol.

Pada era Pemerintahan Assad, Pemerintahan Penyelamatan Su­riah HTS memiliki kementerian, otoritas peradilan dan keamanan sendiri terpisah dari Damaskus.

Pemerintahan itu dibentuk pada 2017 untuk membantu warga yang terputus dari layanan Pemerintah. Pihak berwenang di wilayah itu mulai mengembalikan layanan publik, termasuk air, komunikasi dan listrik ke Aleppo.

Baca juga : Lima Smelter Dituntut Bayar Kerugian Negara Rp 152,3 T

Parlemen Suriah yang sebe­lumnya pro-Assad, termasuk Jalali, mengaku siap bekerja sama dengan kepemimpinan mana pun yang dipilih rakyat.

Jalali sebelumnya mengingatkan, negaranya harus me­nyelenggarakan Pemilu yang bebas, jujur dan adil sehingga warga Suriah dapat memilih siapa pemimpin yang mereka inginkan.

Namun, hal tersebut membu­tuhkan transisi yang mulus di tengah dinamika kepentingan beragam di negara tersebut. Mulai dari kelompok Islamis hingga pihak-pihak yang me­miliki koneksi dengan Amerika Serikat, Rusia dan Turki.

Baca juga : Maria Theodore, Ogah Memaafkan Perselingkuhan

Barat pada umumnya menyam­but baik berakhirnya kekuasaan Assad. Namun, tetap ada kekha­watiran akan terjadinya keru­suhan lebih lanjut, seperti yang terjadi di Libya setelah penggulingan Muammar Kadhafi.

Kekhawatiran itu setidaknya ditunjukkan PM Inggris Keir Starmer. Dia mengatakan, HTS harus menolak terorisme dan kekerasan terlebih dahulu sebe­lum Inggris dapat bekerja sama dengan HTS yang dikategori­kan sebagai kelompok teroris oleh Inggris.

”Jika situasi stabil, akan ada keputusan yang harus diambil tentang cara menangani rezim baru apa pun yang ada di sana. Keputusan itu akan bergantung pada bagaimana kelompok itu berperilaku sekarang,” kata Men­teri Keamanan Nasional Inggris Pat McFadden kepada BBC.

Baca juga : Berantas Korupsi Tiru Cara Finlandia

McFadden mengatakan, Ing­gris akan memutuskan dengan cepat, apakah bakal menghapus HTS dari daftar organisasi terorisnya.

”Itu sesuatu yang harus di­pertimbangkan dengan cepat, mengingat kecepatan situasi di lapangan,” ujarnya. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 11 Desember 2024 dengan judul "Proses Peralihan Kekuasaan Di Suriah, PM Israel Klaim Dataran Golan, Saudi Cs Protes"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.