Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Proses Peralihan Kekuasaan Di Suriah
PM Israel Klaim Dataran Golan, Saudi Cs Protes
Rabu, 11 Desember 2024 06:20 WIB
Sebelumnya
Dalam rekaman video pendek yang beredar melalui kanal komunikasi Telegram, Julani memberi tahu Jalali, meski Idlib adalah wilayah kecil yang kekurangan sumber daya, pihak otoritas di wilayah itu punya pengalaman memerintah mulai dari nol.
Pada era Pemerintahan Assad, Pemerintahan Penyelamatan Suriah HTS memiliki kementerian, otoritas peradilan dan keamanan sendiri terpisah dari Damaskus.
Pemerintahan itu dibentuk pada 2017 untuk membantu warga yang terputus dari layanan Pemerintah. Pihak berwenang di wilayah itu mulai mengembalikan layanan publik, termasuk air, komunikasi dan listrik ke Aleppo.
Baca juga : Lima Smelter Dituntut Bayar Kerugian Negara Rp 152,3 T
Parlemen Suriah yang sebelumnya pro-Assad, termasuk Jalali, mengaku siap bekerja sama dengan kepemimpinan mana pun yang dipilih rakyat.
Jalali sebelumnya mengingatkan, negaranya harus menyelenggarakan Pemilu yang bebas, jujur dan adil sehingga warga Suriah dapat memilih siapa pemimpin yang mereka inginkan.
Namun, hal tersebut membutuhkan transisi yang mulus di tengah dinamika kepentingan beragam di negara tersebut. Mulai dari kelompok Islamis hingga pihak-pihak yang memiliki koneksi dengan Amerika Serikat, Rusia dan Turki.
Baca juga : Maria Theodore, Ogah Memaafkan Perselingkuhan
Barat pada umumnya menyambut baik berakhirnya kekuasaan Assad. Namun, tetap ada kekhawatiran akan terjadinya kerusuhan lebih lanjut, seperti yang terjadi di Libya setelah penggulingan Muammar Kadhafi.
Kekhawatiran itu setidaknya ditunjukkan PM Inggris Keir Starmer. Dia mengatakan, HTS harus menolak terorisme dan kekerasan terlebih dahulu sebelum Inggris dapat bekerja sama dengan HTS yang dikategorikan sebagai kelompok teroris oleh Inggris.
”Jika situasi stabil, akan ada keputusan yang harus diambil tentang cara menangani rezim baru apa pun yang ada di sana. Keputusan itu akan bergantung pada bagaimana kelompok itu berperilaku sekarang,” kata Menteri Keamanan Nasional Inggris Pat McFadden kepada BBC.
Baca juga : Berantas Korupsi Tiru Cara Finlandia
McFadden mengatakan, Inggris akan memutuskan dengan cepat, apakah bakal menghapus HTS dari daftar organisasi terorisnya.
”Itu sesuatu yang harus dipertimbangkan dengan cepat, mengingat kecepatan situasi di lapangan,” ujarnya. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 11 Desember 2024 dengan judul "Proses Peralihan Kekuasaan Di Suriah, PM Israel Klaim Dataran Golan, Saudi Cs Protes"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya