Dark/Light Mode

Suasana Perayaan Natal Di Palestina, Suriah Dan Lebanon

Warga Berdoa Di Antara Puing-puing Bangunan

Kamis, 26 Desember 2024 06:20 WIB
Kumpulan anak Sekolah Dasar di Betlehem, Palestina, membawa spanduk perdamaian di pagi harisaat perayaan Natal, Rabu (25/12/2024). Foto: Al Jazeera via AFP
Kumpulan anak Sekolah Dasar di Betlehem, Palestina, membawa spanduk perdamaian di pagi harisaat perayaan Natal, Rabu (25/12/2024). Foto: Al Jazeera via AFP

 Sebelumnya 
Hadath jarang menjadi sasaran langsung serangan, tapi mengalami beberapa kerusakan akibat serangan-serangan di sekitarnya.

“Banyak keluarga yang ke­hilangan rumah mereka, atau setidaknya kaca-kaca rumah pecah,” ungkap Karam.

Banyak penduduk Hadath, termasuk Karam, meninggalkan rumah mereka untuk semen­tara waktu ke daerah yang lebih aman selama perang.

Di Dhour el-Choueir, kota di pegunungan Lebanon yang menjadi tuan rumah bagi ratusan pengungsi selama perang, perayaan Natal diisi dengan hiburan band dan pasar kecil.

Baca juga : Nita Gunawan Incar Bad Boy

Di Derdghaya, sebuah kota Kristen di selatan dekat Tyre, sebuah pohon Natal didirikan di atas reruntuhan gereja Katholik abad ke-18, yang hancur akibat serangan mematikan Israel pada Oktober lalu.

Di Suriah, ratusan warga menggelar protes akibat viralnya video pembakaran pohon Natal di Suqaylabiyah, kota dekat Hama. Mereka turun ke jalan dan memadati kawasan Kristen di Damaskus, pada Selasa pagi (24/12/2024).

Insiden terjadi dua pekan pasca penggulingan Pemerintahan Bashar Al-Assad oleh kelompok oposisi Hayat Tahrir al-Sham (HTS).

“Kami menuntut hak-hak orang Kristen,” teriak para demonstran saat bergerak menuju markas besar Patriarkat Ortodoks di kawasan Bab Sharqi, menurut saksi mata yang dikutip AFP, Rabu (25/12/2024).

Baca juga : Presiden Menyimak Pro-Kontra PPN 12%

Salah satu demonstran, Georges, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa umat Kris­tiani tidak dapat menjalankan ibadahnya dengan leluasa.

“Jika kami tidak bisa lagi menjalankan ibadah seperti dulu, maka kami tidak punya tempat di sini,” ujarnya.

Video yang viral di media so­sial itu memperlihatkan sejumlah orang bertudung membakar po­hon Natal di Kota Suqaylabiyah, kota mayoritas penganut kristen.

Dalam video terpisah, petinggi HTS Ahmed al-Sharaa menyata­kan, pelaku pembakaran bukan warga Suriah dan berjanji akan menghukum mereka. “Pohon itu akan diganti dan dinyalakan kembali,” tegasnya.

Baca juga : Jelang Nataru, Harga Beras Mulai Naik

HTS ditetapkan PBB, AS, Uni Eropa dan Inggris dalam daftar sebagai organisasi teroris lantaran merupakan kelompok sempalan Al-Qaeda. Namun HTS telah memisahkan diri dari Al-Qaeda pada 2016.

HTS berjanji akan melindungi kelompok minoritas sejak mengambil alih kekuasaan dari As­sad. Namun, video itu memicu kecemasan di kalangan komu­nitas Kristen.

Muslim Sunni merupakan mayoritas penduduk di Suriah. Sedangkan sisanya terbagi antara Kristen, Alawi, Druze dan Ismaili. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 13, edisi Kamis, 26 Desember 2024 dengan judul "Perayaan Natal di Palestina, Suriah, dan Lebanon: Warga Berdoa di Puing-puing"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.