Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hanoi Jadi Kota Paling Berpolusi Sedunia, Vietnam Geber Kendaraan Listrik
Jumat, 3 Januari 2025 17:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ibu kota Vietnam, Hanoi yang belakangan ini diselimuti kabut asap tebal, dinobatkan sebagai kota paling berpolusi sedunia versi AirVisual, dengan paparan partikel berbahaya PM2,5 mencapai 266 mikrogram per meter kubik.
Fakta ini semakin mendorong pemerintah Vietnam untuk menggeber penggunaan kendaraan listrik (EV) di negaranya.
Vietnam yang merupakan pusat manufaktur regional di kawasan Asia Tenggara dan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia, telah melaporkan polusi udara yang parah di kota-kota besarnya selama bertahun-tahun, khususnya di Hanoi.
Baca juga : SIM Keliling Depok Senin 30 Desember, Hadir Di 2 Lokasi
Mayoritas kabut asap tebal di Vietnam, disebabkan oleh asap kendaraan bermotor, pembakaran sampah, dan aktivitas industri.
“Kami para lansia dapat merasakannya dengan sangat jelas, ketika mengalami masalah pernapasan yang menyebabkan kami sulit bernapas," kata Luu Minh Duc, warga kota berusia 64 tahun seperti dikutip Reuters.
"Situasinya tampak semakin buruk akhir-akhir ini,” imbuhnya.
Baca juga : SIM Keliling Depok Senin 23 Desember, Hadir Di 2 Lokasi
Keluhan tak jauh beda juga disampaikan kaum muda Vietnam.
"Awalnya, saya pikir itu kabut. Tapi, belakangan saya tahu bahwa itu adalah debu halus yang mengurangi penglihatan, dan membuat saya merasa tidak sehat untuk bernapas," kata mahasiswa berusia 21 tahun, Nguyen Ninh Huong.
EV Jadi Solusi
Dalam pertemuan dengan Kementerian Transportasi pada 2 Desember 2024, Wakil Perdana Menteri Tran Hong Ha menyerukan percepatan transisi ke kendaraan listrik (EV) sebagai bagian dari upaya mengurangi polusi.
Baca juga : Kementan Gandeng Satgas Pangan Polri Awasi Penyerapan Susu Segar
Hanoi menargetkan sedikitnya 50 persen bus dan 100 persen taksi menjadi kendaraan listrik pada tahun 2030.
"Ini adalah tanggung jawab negara terhadap rakyat. Harus ada tindakan yang spesifik dan tepat waktu," kata Ha, seperti dikutip oleh surat kabar Tien Phong.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya