Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Genjot Peran Diplomasi RI, Menlu Sugiono Kukuhkan Pengurus ICWA
Jumat, 17 Januari 2025 20:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu RI) Sugiono menyambut baik hadirnya kembali lembaga Indonesian Council on World Affairs (ICWA). Lewat ICWA, menurutnya, sharing pandangan dan kebijakan politik luar negeri (polugri) dengan pihak luar dapat bakal lebih mudah.
Pernyataan tersebut disampaikan Menlu Sugiono pada saat Pengukuhkan Kepengurusan ICWA periode 2025-2027, di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri (Pusdiklat Kemlu), Jakarta, Senin (16/1/2025).
"Kehadiran ICWA merupakan sebuah perkuatan bagi Kementerian Luar Negeri. Bagaimanapun juga sejarah pengabdian Bapak-bapak dan Ibu-ibu di dunia diplomasi, kemudian jejaring yang Bapak dan Ibu miliki selama menjalankan tugas serta setelah menjalankan tugas di Kementerian Luar Negeri merupakan sebuah modal yang begitu besar dalam rangka meningkatkan dan mempererat hubungan diplomasi Indonesia baik pada tingkat bilateral maupun multilateral," ucap Sugiono.
Ditegaskan juga oleh Menlu RI, ICWA ini merupakan suatu forum dan organisasi yang sangat strategis dan akan meningkatkan peran serta Indonesia pada dunia internasional. Selanjutnya Menlu juga menyatakan, mengaktifkan ICWA merupakan sesuatu yang membesarkan hati bahwa jaringan dan interaksi kerja sama ICWA dengan akademisi, think-tank bahkan kalangan pengusaha.
Baca juga : RI Masuk BRICS Bukan Hasil Kerja Semalam
Sebagai informasi, ICWA dibentuk pada 2 Desember 1997 oleh Menteri Luar Negeri Ali Alatas dan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi Joop Ave. Organisasi ini telah melakukan banyak aktivitas dalam bentuk diskusi dan konferensi internasional dengan para pemangku kepentingan khususnya dengan perwakilan asing di Jakarta. Namun karena pandemi Covid-19, aktivitas ICWA menurun bahkan berhenti setelah Mei 2020.
Pengukuhan pengurus ICWA berlangsung di Ruang Serba Guna Pusdiklat Kemlu RI. Susunan pengurus terdiri dari keanggotaan untuk Dewan Pelindung yang terdiri dari para Menlu pada Kabinet periode sebelumnya, Dewan Pertimbangan (Advisory Board), Dewan Penyantun (Board of Trustess), Dewan Pimpinan (Governing Board) dan Dewan Eksekutif (Executive Board).
Dari setiap Dewan tersebut terdapat nama-nama yang memiliki peran dalam hubungan antar negara, yaitu duta besar, guru besar perguruan tinggi, think-tanks, dan pengusaha. Diharapkan ke depan dalam melanjutkan tugasnya, ICWA tidak saja menuliskan pemikiran tentang diplomasi dan hubungan internasional tetapi juga berdialog langsung dengan publik.
”Disinilah perlunya peningkatan pemahaman masyarakat Indonesia (Indonesian society) mengenai pentingnya masalah dan kecenderungan dunia yang mempengaruhi Indonesia sebagai nation-state dalam tataran dunia yang global (globalized world), serta menyebarkan informasi tentang kebijakan luar negeri Indonesia maupun hubungan antar-negara,” ujar Ketua Dewan Pimpinan ICWA Dubes T.M. Hamzah Thayeb.
Baca juga : Dualisme Kepemimpinan PMI Berakhir, Kemenkum Sahkan Kepengurusan JK
Dubes RI untuk Kerajaan Inggris (2011-2014) itu menekankan bahwa ICWA akan meneruskan misi para pendiri organisasi. Yaitu memajukan kerja sama antarbangsa dengan menyediakan suatu forum diskusi dan kajian yang berkesinambungan mengenai masalah internasional di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi.
”Salah satu tujuan ICWA juga memajukan pertukaran pandangan kebijakan dan informasi dalam rangka menciptakan pengertian yang lebih luas tentang berbagai kecenderungan dan isu di tingkat global, regional dan bilateral,” imbuhnya.
Acara pengukuhan ditutup dengan kesepakatan tentang rencana program kerja yang akan dilakukan mulai Februari depan. Selanjutnya diskusi lain menyangkut masalah keamanan dan energi, masalah lingkungan hidup, toleransi beragama sampai partisipasi Indonesia dalam Pasukan Perdamaian PBB.
Diskusi juga menyepakati bahwa ICWA akan mengadakan kegiatan seminar dan konferensi internasional pada saat tamu-tamu negara mengunjungi Indonesia. Rancangan tersebut akan dimatangkan lagi.
Baca juga : Universitas Budi Luhur Kukuhkan Prof Prudensius Maring Jadi Guru Besar
Beberapa pakar dan tokoh yang menjadi anggota Board ICWA antara lain adalah Dubes Rizal Sukma, Dubes Tantowi Yahya, dan mantan Jaksa Agung Marzuki Darusman.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya