Dark/Light Mode

Dubes Uni Eropa Untuk ASEAN Sujiro Seam Jalin Kerja Sama Erat Dengan ASEAN

Sabtu, 18 Januari 2025 07:05 WIB
Dubes Uni Eropa untuk ASEAN Sujiro Seam berbicara dalam acara Media Gathering di Jakarta, Kamis (16/1/2024). (Foto: Instagram Euinanasean)
Dubes Uni Eropa untuk ASEAN Sujiro Seam berbicara dalam acara Media Gathering di Jakarta, Kamis (16/1/2024). (Foto: Instagram Euinanasean)

RM.id  Rakyat Merdeka - Uni Eropa (EU) menegaskan komitmennya untuk menjalin kerja sama yang semakin erat dengan ASEAN. Tahun 2025, organisasi yang terdiri dari 27 negara di Eropa ini ingin lebih banyak menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan mitranya di ASEAN.

Pernyataan ini disampaikan Duta Besar (Dubes) Uni Eropa Untuk ASEAN Sujiro Seam, Kamis (16/1/2024). Dubes Seam hadir di acara bertajuk Eu's New Year Media Gathering di kawasan Senayan, Jakarta.

Pada acara itu, Dubes Seam merangkum perkembangan hubungan Uni Eropa-ASEAN sepanjang 2024. Dia juga mem­beberkan prioritas UE di ASEAN untuk tahun ini.

Baca juga : Uni Eropa Semakin Relevan Jalin Ikatan Dengan ASEAN

Dubes Seam menekankan pentingnya menjaga momen­tum dalam memperkuat kerja sama dengan ASEAN. Terutama dalam rangka meningkatkan partisipasi Eropa dalam berbagai dialog strategis.

Menurutnya, pada 2025 akan digelar special summit antara Uni Eropa dan ASEAN. Selain itu, Uni Eropa juga berencana mengadakan pertemuan Posr Ministerial Conferece EU-ASEAN Regional Forum.

Uni Eropa berencana meningkatkan jumlah pertemuan tingkat menteri. Salah satunya, perte­muan yang fokus pada perubah­an iklim dan lingkungan. Hal ini mencerminkan pentingnya isu perubahan iklim dalam agenda kerja sama strategis antara Uni Eropa dan ASEAN.

Baca juga : Dubes Iran Mohammad Boroujerdi Bahas Kerja Sama Kebudayaan Dengan Fadli Zon

“Kami berharap memiliki pembicaraan istimewa antara Uni Eropa dan ASEAN. Ini tahun yang sangat berharga bagi kami,” ujarnya.

Uni Eropa juga berfokus pada penguatan hubungan luar negeri dan memperluas kemitraan global. Sebab itu, Dubes Seam memastikan adanya beberapa ang­gota ASEAN menjadi negara mitra maupun menjadi anggota penuh BRICS, tidak berdampak pada kerja sama kedua belah pihak.

BRICS merupakan organisasi kerja sama ekonomi yang diinisasi Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan. Beberapa negara Asia Tenggara yang tergabung ASEAN, seperti Ma­laysia dan Thailand menjadi negara mitra BRICS. Sementara, Indonesia telah ditetapkan men­jadi anggota penuh kelompok itu pada 6 Januari 2024.

Baca juga : Dongkrak Industri Furnitur, Kemenkop Bakal Gandeng BMN Jalin Kemitraan Dengan Koperasi

Menurut Dubes Seam, keputusan itu menunjukkan Uni Eropa semakin relevan untuk menjalin hubungan dengan ASEAN. Pasalnya, ASEAN merupakan wa­dah yang baik bagi banyak pihak.

“Kami mengakui dunia se­dang berubah dan ada kebutuhan bagi kita untuk berhubungan dengan semua mitra di seluruh dunia,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.