Dark/Light Mode

Dubes Inggris Untuk Indonesia Dominic Jermey Kucurkan Dana Rp 359 M Buat Konservasi Laut

Kamis, 23 Januari 2025 07:25 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono (ketiga kiri), Menteri Inggris untuk Indo Pasifik Catherine West (kedua kiri) dan Dubes Inggris Dominic Jermey (kedua kanan) saat menghadiri acara bertajuk, UK-Indonesia Blue Planet Fund Country Plan’, di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (21/1/2025). (Foto: Istimewa)
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono (ketiga kiri), Menteri Inggris untuk Indo Pasifik Catherine West (kedua kiri) dan Dubes Inggris Dominic Jermey (kedua kanan) saat menghadiri acara bertajuk, UK-Indonesia Blue Planet Fund Country Plan’, di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (21/1/2025). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Inggris meng­gandeng Kementerian Kelau­tan dan Perikanan (KKP) Indo­nesia saat launching program pendanaan konservasi laut, di Jakarta, Selasa (21/1/2025).

Untuk menyukseskan program itu, Inggris menyediakan dana hingga sebesar 18 juta poundsterling (sekitar Rp 359,9 miliar).

Bantuan itu diumumkan lang­sung Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey pada acara bertajuk, UK-Indo­nesia Blue Planet Fund Country Plan. Program ini di dalamnya mencakup Adaptasi Iklim dan Laut serta Transisi Berkelanjutan baru di Indonesia, atau yang disingkat program COAST.

“Inggris akan menyediakan hingga 18 juta poundsterling me­lalui COAST Indonesia, untuk mendukung Pemerintah Indone­sia dan masyarakat pesisir dalam meningkatkan pengelolaan, mata pencaharian, dan tata kelola pesisir,” kata Dubes Jermey saat sesi door­stop di Hotel Shangri-La, Jakarta.

Baca juga : Pj Gubernur Kaltim Bangga Tim SUP Indonesia Berjaya Di Pattaya

Program COAST akan mendu­kung 4 negara prioritas di tingkat internasional, termasuk Indone­sia. Jermey menambahkan, secara paralel, Inggris mendukung ambi­si Indonesia untuk memodernisasi armada penangkapan ikannya.

Diplomat senior itu menilai, wilayah Inggris memiliki kesa­maan dengan Indonesia karena memiliki banyak pulau. Negeri Raja Charles ingin berkolaborasi membangun kekuatan masyara­kat pesisir kedua negara. Serta berupaya mengembangkan mata pencaharian berkelanjutan mereka.

Pendanaan biru ini juga men­jadi pembahasan saat Presiden Prabowo Subianto bertemu Per­dana Menteri Inggris Keir Starmer di London, Inggris pada No­vember 2024. Kedua pemimpin berkomitmen untuk membangun kemitraan yang kuat antara Ing­gris dan Indonesia, serta menjun­jung tinggi pelestarian.

“Kami sangat antusias dengan hal ini. Karena Inggris merupakan negara kepulauan. Dan kami bergantung pada lautan bersama-sama. Ini adalah kemitraan dan rasa persaudaraan yang nyata saat bekerja sama,” ujarnya.

Baca juga : Gobel: Jepang Siap Bantu Indonesia Bangun 3 Juta Rumah Ramah Lingkungan

Menteri Kelautan dan Perikan­an (KKP) Sakti Wahyu Treng­gono menyambut baik kerja sama ini. Ia hadir meresmikan program ‘UK-Indonesia Blue Planet Fund Country Plan’ ber­sama Menteri Inggris untuk Indo Pasifik Catherine West yang sedang berkunjung ke Indonesia.

Sakti mengatakan, perubahan iklim telah menjadi permasalahan global. Indonesia turut merasakan dampak perubahan iklim. Yakni kualitas dan keanekaragaman hayati dan kesehatan laut Indonesia semakin menurun.

“Dampak perubahan iklim telah mempengaruhi kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat pesisir. Karena laut yang sehat dan produktif sangat penting bagi perekonomian suatu negara,” ungkap Menteri Sakti.

Sebab itu, Menteri KKP mengapresiasi pemerintah Inggris yang berkomitmen mendukung upaya konservasi laut Indone­sia. Karena permasalahan iklim dan lingkungan memerlukan kerja sama, baik itu di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Baca juga : Dukung Target NDC, Indonesia Siap Luncurkan Bursa Karbon Internasional

Salah satu inisiatif utama kebi­jakan Indonesia adalah perluasan kawasan konservasi laut (Ka­wasan Konservasi Laut). KKP berencana melindungi 10 persen wilayah laut Indonesia (setara dengan 30 juta hektar) pada tahun 2030 dan 30 persen atau 97,5 juta hektar pada tahun 2045.

“Kawasan konservasi itu harus terlindungi dengan baik. Artinya kawasan tersebut tidak boleh terganggu sama sekali. Misalnya terganggu karena dilewati kapal, atau dilakukan penangkapan ikan,” kata Sakti.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.