Dark/Light Mode

Investigasi Forensik Air Busan Digelar Besok, Power Bank Diduga Jadi Biang Kerok

Kamis, 30 Januari 2025 22:01 WIB
Investigasi Forensik Air Busan Digelar Besok, Power Bank Diduga Jadi Biang Kerok

RM.id  Rakyat Merdeka - Otoritas Korea Selatan (Korsel) berencana melakukan investigasi forensik gabungan pada Jumat (31/1/2025), dengan melibatkan 10 pejabat dari Biro Penyelidikan dan Analisis untuk Keselamatan Penerbangan Sipil (BEA) Prancis, yang telah tiba di Korsel pada Kamis (30/1/2025) pukul 15.30 waktu setempat. Seiring meningkatnya spekulasi tentang penyebab kebakaran pesawat Air Busan yang mengangkut 176 orang pada 28 Januari 2025.

Tim investigasi gabungan dan pejabat BEA akan mengidentifikasi titik awal dan penyebab kebakaran, sesuai aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, yang mengharuskan negara produsen pesawat untuk ikut serta dalam investigasi.

Untuk diketahui, pesawat nahas Air Busan diproduksi oleh Airbus yang berkantor pusat di Prancis.

"Kami akan tetap membuka semua kemungkinan untuk menentukan penyebab pasti kebakaran tersebut," kata seorang pejabat kementerian, seperti dilansir The Straits Times, Kamis (30/1/2025).

Pertemuan gabungan yang diadakan pada Kamis (30/1/2025) melibatkan pihak berwenang dari Badan Investigasi Kecelakaan Penerbangan dan Kereta Api Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi, Badan Kepolisian Metropolitan Busan, Markas Besar Pemadam Kebakaran Busan, dan Layanan Forensik Nasional.

Baca juga : Bulog Dipatok Serap Tiga Juta Ton Beras

Pertemuan ini dilakukan sehari setelah pejabat kementerian dan otoritas badan pemadam kebakaran melakukan pemeriksaan awal lokasi. 

Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah keselamatan dalam menyelidiki lokasi tersebut, mengingat sayap pesawat masih memuat 15.875 kg bahan bakar penerbangan.

Pihak berwenang telah menemukan kotak hitam dari pesawat yang terbakar, untuk membantu penyelidikan lebih lanjut penyebab kecelakaan tersebut.

Polisi juga berencana untuk melakukan penyelidikan terpisah untuk memastikan tanggung jawab maskapai atas kelalaian profesional, dengan meninjau peraturan penerimaan barang bawaan dan fasilitas tenaga listrik di dalam pesawat terdampak.

Arah pasti penyelidikan akan ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan bersama.

Baca juga : Ini Profil Striker Anyar Persib Bandung, Gervane Kastaneer

Sekadar latar, pada 28 Januari 2025 pukul 22.15 waktu setempat, pesawat Air Busan – Airbus A321-200, yang menuju Hong Kong dari Bandara Internasional Gimhae di Busan – terbakar di bagian ekornya sebelum lepas landas.

Menurut kesaksian seorang penumpang, di awal kejadian, terdengar suara berderak dari kompartemen atas, diikuti kepulan asap.

Sebuah power bank portabel di dalam tas yang disimpan di kompartemen atas, diduga menjadi pemicu kebakaran.

Menurut temuan Air Busan, yang dilaporkan oleh surat kabar Joongang Ilbo, seorang pramugari yang berada di pesawat pada saat kebakaran terjadi bersaksi, kebakaran itu "diduga berasal dari rak penyimpanan di atas kursi di baris ke-28".

Ini bukan pertama kalinya power bank portabel diidentifikasi sebagai kemungkinan penyebab kebakaran pesawat di Korsel.

Baca juga : Dukung Energi Bersih, PLN Nusantara Power Kembangkan PLTS di Subang Smartpolitan

Pada April 2024, terdeteksi asap di penerbangan Asiana Airlines yang membawa 273 penumpang, karena power bank portabel yang disimpan di dalam tas penumpang di kompartemen atas.

Begitu asap terdeteksi, pramugari yang ada di pesawat saat itu segera memadamkan perangkat yang terlalu panas itu sebelum terbakar, tanpa menimbulkan korban jiwa.

Asap juga terdeteksi pada penerbangan Air Busan lainnya pada Desember 2024, sebelum lepas landas. Hal itu terjadi karena ada power bank portabel yang digunakan penumpang untuk mengisi daya ponsel. Pramugari segera memadamkan asap tersebut.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.